Cara Menanam Bonsai dan Merawatnya dari yang Sederhana

Diantara kita mungkinkah ada yang belum mengenal istilah bonsai. Tanaman bonsai atau tanaman yang dikerdilkan (dikecilkan) tersebut memang tidak semua orang memiliki dan merawatnya.

Memang saat ini tidak banyak yang memiliki tanaman bonsai, tanaman hias yang satu ini jarang kita jumpai di setiap pekarangan rumah. Bahkan hanya rumah-rumah yang mentereng atau berkelas saja terkadang yang memilikinya. Disamping harga juga cara membuatnya membutuhkan waktu, sehingga harga bonsai bisa dibilang cukup mahal.

Apakah rumah yang tidak mentereng boleh mempunyai bonsai, tentu boleh dan tidak ada yang melarang, dan karena itulah KissParry perlu memperkenalkan tanaman yang satu ini agar memasyarakat.

Apa itu Bonsai?

Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman dilakukan di pot dangkal yang disebut bon, seperti dikutip dari wikipedia.

bonsai-tanaman-hias-20180628 at 222914-Marsudi
Tanaman Bonsai Koleksi Marsudi Tawangsari Teras

Istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai (盆栽).

Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu.

Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah.

Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya.

Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut.

Tanaman adalah makhluk hidup, dan tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tanaman sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai.

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat bonsai, tidak perlu dirisaukan karena kebun bunga bonsai ada dimana-mana terutama di sini sudah diperkenalkan.

Bibit Bonsai, Media Tanam, dan Peralatan

Tanaman yang biasanya dibuat bonsai merupakan pohon besar, seperti pohon beringin, pohon kamboja dan yang lainnya. Prinsipnya pohon-pohon besar sangat menarik untuk dibuat bonsai, silakan dicoba saja untuk di bonsai.

Bibit pohon yang untuk di bonsai harus dipilih untuk yang sesuai, boleh mulai dari bibit yang baru tumbuh juga bisa dari pohon yang sudah agak besar. Untuk pohon yang telah besar dengan cara diokulasi, di cankok, dan yang lain.

Akhir-akhir ini, hampir semua jenis tanaman dibuat bonsai, sebut saja bonsai cabai. Ada pula tanaman buah yang di bonsai.

Banyak penawaran bibit tanaman bonsai dari toko-toko bunga, bahkan yang online juga ada. Lebih-lebih tanaman bonsai yang sudah setengah jadi.

Media tanam berupa pot, tanah merah/tanah gunung, pasir, kerikil, humus, kompos, pupuk organik/kandang.

bonsai-marsudi-2018-06-28B
Tanaman Hias (Bonsai) di Kebun Bunga Marsudi Teras.
Contoh: menggunakan pot biasa

Pot dipilih pot yang kuat dengan kedalaman yang dangkal. Akan tetapi bisa dimulai dengan pot biasa terlebih dahulu, dan setelah pohon tumbuh baru dipindah ke pot khusus bonsai.

Humus dan kompos hampir sama, karena sama-sama banyak mengandung unsur hara dan mikroorganisme. Humus berasal dari dedaunan kering yang telah berproses menjadi seperti tanah, sedangkan kompos sendiri memang ada tanaman untuk kompos dan juga bisa berasal dari dedaunan yang diolah.

Penggunaan pupuk kandang harus pupuk yang sudah matang, tidak berbau khas kotoran hewan.

Peralatan yang diperlukan untuk menanam bonsai boleh dibilang sederhana, tetapi lebih lengkap tentu lebih baik. Peralatan juga bisa diadakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.

Peralatan itu antara lain seperti cangkul, cethok, cethok sendok, sabit, gunting (khusus), kawat, ayakan (optional), gunting kawat (catut), dan peralatan lain sesuai dengan kebutuhan.

Cara Menanam Bonsai

Ada orang bilang, barangkali ini termasuk “mitos”, menanam itu tergantung panas dinginnya tangan seseorang. Si A menanam pasti tumbuh karena tangannya dingin, sedangkan si B apabila menanam belum tentu tumbuh karena tangannya panas, atau sebaliknya. Bener lho… si A itu nyebar benih langsung tumbuh, sedang si B benih ditanam saja tidak tumbuh.

Terlepas dari itu semua kita perlu mencoba menanam pohon, dalam hal ini untuk bonsai. Paling penting dalam hal tanam menanam yaitu kesungguhan untuk merawatnya dan menanam pada waktu yang tepat. Waktu dikatakan tepat biasanya pagi hari atau sore hari, bukan siang bolong. 

Sebagai contoh petani menanam padi, biasanya dimulai dari pagi buta (pagi-pagi sekali) dan sekitar pukul 10.00 atau maksimal pukul 11.00 sudah kelar semua, dan bila belum biasanya akan dilanjutkan selepas pukul 14.00 atau paling cepat mulai pukul 13.30. Entah mitos apa nggak kenyataan memang hampir seperti itu.

Ya sudah…. bila merasa nggak bisa menanam sementara suka sekali dengan tanaman yang satu ini (bonsai), maka beli saja bibit atau tanaman bonsai yang sudah jadi atau setengah jadi. Klik di sini.

Oleh sebab itulah menanam itu termasuk seni juga, katanya, terlebih untuk bonsai memang membutuhkan kecintaan pada seni. Meskipun demikian sudah tentu semua merupakan proses pembelajaran, dan itu mulai dari rasa senang atau kecintaan, akhirnya menjadi kebiasaan.

Media Tanam

Media tanam yang utama didalam menanam bonsai adalah pot yang juga disebut bon. Untuk awalan sebaiknya menggunakan pot biasa, atau bahkan bisa menggunakan polybag.

Masukkan humus, kompos, dan tanah yang sudah dicampur atau diaduk ke dalam pot (bon) atau polybag, dan siramlah dengan air agar sedikit basah.

Bibit baru atau bibit yang sudah jadi silakan masukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan, dan siramlah dengan air, jangan terlalu banyak. Gunakan alat semprot lebih bagus.

Baca Juga : Bonsai dan Tanaman Hias di Kebun Bunga Marsudi Ngemplak Dul Ndalan Tawangsari Teras

Merawat Bonsai dari yang Sederhana

Teknik merawat bonsai bisa berbeda antara tanaman satu dengan yang lainnya, karena mungkin tanaman memiliki karakter yang berbeda, lebih mudah atau membutuhkan ekstra perhatian.

Kami sajikan berikut ini adalah teknik umumnya saja, apabila ada teknik khusus terkait misalnya proses pengkawatan dan lainnya merupakan seni tersendiri, yang membutuhkan keahlian atau keterampilan.

1. PENYIRAMAN

Penyiraman akan membuat akar bonsai yang tertanam di dalam media tanam pada pot selalu memperoleh asupan air. Penyiraman bonsai bisa dilakukan pada pagi dan sore hari pada musim penghujan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa lubang bawah pot tidak tersumbat. Apabila terjadi penyumbatan di dasar pot maka tanaman bonsai bisa mengalami pembusukan akar sehingga besar kemungkinan tanaman akan mati.

Penyiraman harus dilakukan dengan dosis yang lebih sering dan jangan lupa untuk membasahi bagian daunnya juga, apabila musim kemarau. Tujuannya untuk menjaga tanah atau media tanam tidak mengalami kekeringan sehingga membuat bonsai mengalami kematian. Perlu diingat juga, setelah membasahi daun, jangan disinari dengan matahari langsung karena bisa membaut daun hangus. Anda bisa menggunakan air hujan atau air tanah untuk membasahi bonsai.

Kegiatan menyiram rutin dilakukan untuk menjaga kondisi tanah dan proses pemberian nutrisi untuk tanaman. Ingat pemberian berlebihan untuk tanaman tertentu tidak dianjurkan.

2. PEMUPUKAN

Agar tetap hidup, setiap tanaman memerlukan nutrisi. Nutrisi untuk tanaman bonsai kepunyaan Anda harus selalu dipenuhi, meski bonsai tumbuh kerdil. Dengan memberikan nutrisi yang memadai, tanaman bonsai Anda bisa hidup hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

Pada kegiatan pemupukan bonsai, terdapat perbedaan dengan pemupukan tanaman yang ditanam di kebun atau lahan pekarangan rumah. Di sini Anda juga tidak boleh salah, sebab pemberian pupuk yang tidak benar akan membuat bonsai menjadi terlalu subur ataupun tumbuh tidak subur. Dengan berubahnya ukuran bonsai, maka tidak ada lagi nilai seni pada bonsai yang umumnya kerdil dan berbentuk aneh itu.

Pupuk yang diberikan untuk bonsai bisa dibuat dari kombinasi beberapa bahan organik seperti kotoran ayam atau kambing. Jika kesulitan memperolehnya, maka Anda cukup mencari bahan pupuk yang setidaknya menghasilkan pupuk dengan kandungan unsur-unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dengan perbandingan yang sesuai dengan kebutuhan bonsai. Selain ketiga unsur vital tersebut, bonsai juga memerlukan unsur-unsur lain seperti magnesium (Mg), tembaga (Cu), besi (Fe), belerang (S), dan kapur.

Silakan menggunakan pupuk NPK atau pupuk urea, dengan dosis yang tepat sesuai kebutuhan pohon bonsai pastinya. Anda bisa melakukan pemupukan setidaknya satu bulan sekali. Pupuk selain diberikan untuk tanaman, juga perlu diberikan pupuk daun setidaknya tiga kali dalam satu bulan. Penggunaan pupuk majemuk pada bonsai juga harus diperhatikan dengan kondisi tanaman. Jika bonsai mengalami gugur daun, maka konsentrasi N dan K harus lebih besar dibanding P-nya. Sedangkan pada bonsai yang sedang berbuah atau berbunga, sebaiknya tinggikan konsentrasi P-nya.

Anda boleh menggunakan pupuk organik, karena ada bisa bayangkan pohon-pohon besar di pekarangan atau ladang Anda, mungkin jarang di beri pupuk bukan?

3. PENYIANGAN DAN PEMANGKASAN

Tidak ada yang bisa memastikan bonsai Anda selalu terlihat mempesona. Ada kalanya pada sekitar bonsai ditumbuhi rumput liar yang bersarang, sehingga keberadaannya mengganggu bonsai, mereka akan ikut memakan nutrisi dari unsur hara pada tanah. Untuk itu, perawatan tanaman bonsai yang juga cukup penting adalah melakukan penyiangan. Bersihkan rumput-rumput atau gulma yang tidak berguna sedini mungkin.

Penyiangan bisa dilakukan hanya dengan mencabut gula dengan tangan. Jika Anda tidak ingin bonsai ditumbuhi rumput liar di sekitarnya, ada baiknya untuk meletakkan lumut hijau atau mos. Keberadaan lumut hijau pada media tanam bisa mencegah tumbuhnya rumput atau gulma. Selain mencegah rumput tumbuh, lumut juga bisa menjadi indikator tingkat kelembaban tanah. Jika warna lumut kecokelatan, maka artinya tanah kurang lembab sehingga perlu disiram.

Setelah melakukan penyiangan, perlu juga melakukan pemangkasan bagian batang, cabang, ranting, dan daun bonsai untuk menjaga kualitas bonsai. Pemangkasan dilakukan untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan juga kondisi dari bonsai Anda sendiri. Jangka waktu untuk melaksanakan pemangkasan bisa sebulan sekali jika pertumbuhan bonsainya cepat. Jika pertumbuhannya lambat, Anda cukup melakukannya dua atau tiga bulan sekali.

Istilah Jawa ‘ndangir’, ini juga penting, termasuk pemangkasan yang memerlukan seni memangkas.

Baca Juga : Bonsai dan Tanaman Hias di Kebun Bunga Marsudi Ngemplak Dul Ndalan Tawangsari Teras

4. PENGGANTIAN MEDIA TANAM DAN PEMBERSIHAN AKAR

Unsur hara pada media tanam tidak selamanya mampu menutrisi tanaman bonsai Anda. Media tanam yang dibiarkan terlalu lama bisa mendatangkan banyak penyakit. Oleh karena itu, media tanam bonsai perlu diganti setidaknya beberapa bulan sekali.

Selain mengganti media tanam, diperlukan juga melakukan pembersihan akar yang kian lama makin menjalar keluar pot sehingga mempersempit jalan masuk air dan udara menuju ke dalam tanah. Pertumbuhan akar bonsai merupakan indikator tanaman sehat, tetapi jika pertumbuhan akarnya sudah berlebihan dan dibiarkan, maka bonsai bisa tersiksa dan mati.

Pergantian media tanam berupa tanah dan pemangkasan akar perlu dilakukan secara teratur. Kedua cara merawat tanaman bonsai ini dilakukan tergantung pada jenis, umur, keadaan, dan ukuran pohon dan pot bonsai. Umumnya, kedua perlakuan perawatan ini lebih sering dilakukan pada tanaman bonsai yang cepat berbuah atau berbunga, begitupun sebaliknya. Intinya, Anda hanya perlu menyesuaikan dengan usia dan ukuran tanaman. Semakin besar dan tua pohon bonsai, maka penggantian media tanam dan pemangkasan akarnya semakin jarang.

5. PENGGANTIAN POT

Penggantian pot dilakukan setelah Anda merawat bonsai pada poin sebelumnya. Pot baru yang digunakan harus bisa menyesuaikan dengan besar pohon bonsai. Pot dengan ukuran yang lebih ideal bisa mengakomodasi pertumbuhan bonsai. Sementara untuk pergantiannya, Anda bisa melakukan dua kali penggantian media pertumbuhan bonsai bersamaan dengan penggantian media tanam dan pemangkasan akar.

6. PEMANGKASAN TANAMAN

Cara merawat tanaman bonsai agar selalu tampil menarik adalah dengan menjaga keharmonisan dari pola dan bentuk tajuk bonsai. Untuk mencapainya, semua bagian tanaman bonsai perlu dibentuk dengan melakukan pemangkasan.

7. PEMBUKAAN DAN PENGGANTIAN KAWAT

Pada awal pembuatan bonsai, misal membuat bonsai beringin, bagian batang tanaman perlu dibentuk menjadi pola tertentu sesuai keinginan dengan cara melilitkan kawat. Lilitan kawat yang sudah terbenam dan berhasil membentuk batang perlu dibuka. Sebab jika dibiarkan, maka bekas-bekas lilitan kawat akan sangat menonjol dan cabang menjadi luka.

Saat membuka lilitan kawat pembentuk pola, lakukan dengan hati-hati agar tidak melukai cabang atau batang pohon bonsai. Setelah kawat dibuka, berikutnya bisa dilakukan pengawatan lagi jika bentuk bonsai belum sesuai dengan keinginan atau diperlukan penyempurnaan bentuk bonsai.

Baca Juga : Bonsai dan Tanaman Hias di Kebun Bunga Marsudi Ngemplak Dul Ndalan Tawangsari Teras

8. PELETAKKAN BONSAI

Jika pada pembuatan bonsai kelapa (link) ada tahapan peletakkan batok yang bisa memengaruhi perkembangan tanaman. Sedangkan penempatan pot bonsai pengaruhnya adalah pada pertumbuhan tanaman juga. Tempatkan pot bonsai di tempat yang mendapat sinar matahari cukup, namun tidak terlalu terik.

Meskipun begitu, jangan juga menempatkan pot bonsai di tempat yang sangat dingin, terutama pada masa awal perawatan bonsai di mana akar bonsai bisa terkena paparan matahari karena berada pada lapisan tanah yang tipis dalam wadah yang dangkal. Area yang tepat untuk menempatkan bonsai yaitu di teras rumah, atau di atas rak yang memiliki atap transparan semisal plastik putih sehingga tetap mendapatkan sinar matahari.

9. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Tampilan bonsai akan menarik dan indah jika kondisinya sehat. Kondisi kesehatan bonsai bisa dipengaruhi oleh banyak, termasuk hama dan penyakit. Hama dan penyakit umumnya menjadi pengganggu alias menjadi musuh tanaman bonsai Anda. Beberapa makhluk pengganggu tersebut bisa hewan peliharaan seperti kucing, ayam, dan anjing yang bisa saja menginjak bonsai.

Ada juga hama yang menyerang daun atau bagian lain seperti ulat, belalang, semut, bekicot, rayap, tungau, kutu daun, ataupun serangga lainnya. Hama yang paling sering menyerang bonsai dan perkembangannya sangat cepat adalah kutu dan tungau. Sedangkan penyakit yang bisa menyerang bonsai adalah virus, bakteri, dan jamur. Virus merupakan penyakit yang banyak menyerang bonsai dan bisa didatangkan lewat serangga vektor yang hingga pada bonsai.

Bonsai akan mendapatkan penampilan yang unik dan menarik jika Anda bisa melakukan serangkaian perawatan bonsai yang baik dan rutin. Jagalah tanaman dari hama dan penyakit dengan menyemprotkan pestisida, bakterisida, atau fungisida tergantung tingkat kebandelan dan jenis hama atau penyakit yang menyarang tanaman.

Bonsai Sudah Jadi Bisa Dibeli

Meskipun bonsai itu terus berkembang sejalan dengan umur pohon tersebut, bolehlah kalau Kissparry menyatakan bonsai sudah jadi atau pohon sudah jadi bonsai. Contohnya adalah bonsai yang bisa dibeli dari kebun atau toko bunga dan bonsai.

Harga bonsai bervariasi, mulai puluhan ribu, ratusan ribu, hingga jutaan rupiah. Tergantung dari jenis pohon dan temanya.

Salah satu kebun bonsai dan bunga yang ada di Tawangsari Teras yang di kelola Kang Marsudi bisa menjadi pilihan Anda, terutama untuk kawasan Boyolali dan sekitarnya. Namun demikian tidak menutup kemungkinan pecinta bonsai dari Jakarta, Semarang, dan Surabaya sengaja datang ke Kebun Bonsai Kang Marsudi Ngemplak Dul Ndalan.

Aneka bonsai tersedia di tempat tersebut, yang mungkin tidak ada di tempat yang lain.

Baca Juga : Bonsai dan Tanaman Hias di Kebun Bunga Marsudi Ngemplak Dul Ndalan Tawangsari Teras

Salam, semoga bermanfaat.

— masih terus dikembangkan, sambil menunggu narasumber/kontributor —

Kissparry

Iklan

2 tanggapan untuk “Cara Menanam Bonsai dan Merawatnya dari yang Sederhana”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s