Apa itu Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari

Semalam (Sabtu 28/7) telah terjadi gerhana Bulan total dengan durasi waktu terlama di abad 21 ini, 00.13 – 06.30 WIB. Kissparry sempat mengabadikan peristiwa tersebut, meskipun dengan dukungan alat potret ala kadarnya, karena hanya mengandalkan kamera di smartphone.

Baiklah, sekarang mari kita tinjau sejenak tentang apa itu dan pengertian gerhana. Apakah gerhana hanya ada 2 macam saja, yaitu gerhana Bulan dan gerhana Matahari, ataukah ada gerhana yang lain.

Akhir2_gerhana_bulan_kiriman_Jakarta_2018-07-28 at 045102
Akhir gerhaba Bulan Total 2018-07-28 pukul 04.51 dilihat dari Jakarta (Dok. Lasiman / Kissparry Jakarta)

Baca Juga :  Mengabadikan Gerhana Bulan Total Blood Moon 28 Juli 2018, Terlama di Abad 21

Apa itu Gerhana

Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Istilah ini umumnya digunakan untuk gerhana Matahari ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, atau gerhana bulan saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Namun, gerhana juga terjadi pada fenomena lain yang tidak berhubungan dengan Bumi atau Bulan, misalnya pada planet lain dan satelit yang dimiliki planet lain. Seperti di kutip dari Wikipedia

Teorinya terjadi gerhana secara sederhana yakni apabila Matahari, Bulan dan Bumi berada pada garis lurus maka akan terjadi gerhana Matahari, karena penduduk atau warga di Bumi tidak bisa melihat Matahari sebagai mana mestinya.

Dan apabila Matahari, Bumi, dan Bulan berada di garis lurus maka akan terjadi gerhana Bulan, hal tersebut karena warga di Bumi tidak bisa melihat Bulan seperti biasanya.

Kalau begitu, apakah nanti akan terjadi gerhana Bumi, bisa jadi karena Bumi akan terlihat gelap gulita dari Bulan, akan tetapi karena di Bulan tidak ada penduduknya maka ya sudahlah gerhana Bumi tidak perlu dibahas.

Mengingat peristiwa itu berarti ada gerhana di tempat atau planet lain selain di Bumi, namun karena planet lain tanpa penghuni, dapat dipastikan tidak ada pengamatan di sana.

Sekarang mari kita lihat terjadinya gerhana Bulan dan gerhana Matahari.

Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan pada satu garis lurus. Ini berarti Bumi langsung berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya matahari terhambat.

Sehingga sebagian penduduk Bumi ketika melihat ke bulan maka bulan terlihat gelap, ataupun merah, sesuai kondisi kejadian tersebut.

712px-Geometry_of_a_Lunar_Eclipse.svg
Gambaran terjadinya Gerhana Bulan Total atau Sebagian (sumber: Wikipedia)

Penduduk di bumi diperbolehkan melihat langsung saat terjadi gerhana Bulan, dan dinyatakan aman.

Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari.

Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer. Seperti dikutip dari Wikipedia.

789px-Geometry_of_a_Total_Solar_Eclipse.svg
Gambaran terjadinya Gerhana Matahari Total ataupun Sebagian (sumber: Wikipedia)

Ketika terjadi gerhana Matahari, tidak diperbolehkan melihat langsung ke arah pusat gerhana yaitu Matahari, dikarenakan radiasi tinggi yang dipancarkan dari fotosfir. Hal tersebut dapat mengakibatkan rusaknya retina mata yang menyebabkan kebutaan.

Untuk melihat langsung kearah gerhana diperlukan kaca mata khusus, dan ini pun masih perlu ekstra hati-hati.

Dikarenakan bentuk Bulan lebih kecil dari Bumi, maka dalam gerhana Matahari dapat dibedakan menjadi setidaknya 4 bagian yaitu :

  • Gerhana Matahari total
  • Gerhana Matahari sebagian
  • Gerhana Matahari cincin
  • Gerhana Matahari hibrida (campuran)

Ketika di suatu tempat terjadi gerhana Matahari total bisa jadi ditempat lain Gerhana Matahari sebagian atau cincin.

Untuk gerhana Bulan tidak mengenal cincin, sebagian, dan hibrida dikarenakan obyek dari Bulan lebih kecil dari Bumi, karena fase-fasenya dipastikan melewati hal tersebut.

Istilah-istilah dalam Gerhana

Kita perlu mengetahui istilah-istilah dalam gerhana, atau juga merupakan istilah tata surya.

Orbit

Orbit atau garis edar adalah jalur yang dilalui oleh obyek benda angkasa dalam mengelilingi benda angkasa lainnya sebagai pusat orbit. Contoh orbit dari Bulan mengelilingi Bumi. Orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Matahari

Matahari adalah benda langit yang merupakan bola raksasa yang terbentuk dari gas helium dan hidrogen. Matahari merupakan salah satu benda angkasa yang berwarna putih dan berperan sebagai pusat Tata Surya.

Hampir semua benda angkasa mengorbit Matahari, dikatakan hampir semua karena benda angkasa ada yang tidak mengorbit Matahari tetapi mengorbit planet lain. Tetapi 8 planet dalam gugusan Tata Surya mengorbit Matahari.

Bumi

Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru.

Bumi disebut planet Matahari karena Bumi termasuk mengorbit Matahari.

Bulan

Bulan merupakan satelit alami Bumi satu-satunya yang merupakan bulan terbesar kelima dalam Tata Surya. Bulan juga disebut sebagai planet Katai.

Dikutip dari Wikipedia, Bulan diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, tak lama setelah pembentukan Bumi. Meskipun terdapat sejumlah hipotesis mengenai asal usul Bulan, hipotesis yang paling diterima saat ini menjelaskan bahwa Bulan terbentuk dari serpihan-serpihan yang terlepas setelah sebuah benda langit seukuran Mars bertubrukan dengan Bumi. Berarti saat itu ada kiamat.

Bulan adalah satu-satunya benda langit selain Bumi yang telah didarati oleh manusia. Program Luna Uni Soviet adalah wahana pertama yang mencapai Bulan dengan pesawat ruang angkasa nirawak pada tahun 1959; program Apollo NASA Amerika Serikat merupakan misi luar angkasa berawak satu-satunya yang telah mencapai Bulan hingga saat ini, dimulai dengan peluncuran misi berawak Apollo 8 yang mengorbit Bulan pada tahun 1968, dan diikuti oleh enam misi pendaratan berawak antara tahun 1969 dan 1972, yang pertama adalah Apollo 11.

Misi ini kembali ke Bumi dengan membawa 380 kg batuan Bulan, yang digunakan untuk mengembangkan pemahaman geologi mengenai asal usul, pembentukan struktur dalam, dan sejarah geologi Bulan.

Setelah misi Apollo 17 pada 1972, Bulan hanya disinggahi oleh pesawat ruang angkasa nirawak. Misi-misi tersebut pada umumnya merupakan misi orbit; sejak tahun 2004, Jepang, Tiongkok, India, Amerika Serikat, dan Badan Luar Angkasa Eropa telah meluncurkan wahana pengorbit Bulan, yang turut bersumbangsih terhadap penemuan es air di kawah kutub Bulan. Pasca Apollo, dua negara juga telah mengirimkan misi rover ke Bulan, yakni misi Lunokhod Soviet terakhir pada tahun 1973, dan misi berkelanjutan Chang’e 3 RRC, yang meluncurkan rover Yutu pada tanggal 14 Desember 2013.

Misi berawak ke Bulan pada masa depan telah direncakan oleh berbagai negara, baik yang didanai oleh pemerintah atau swasta. Di bawah Perjanjian Luar Angkasa, Bulan tetap bebas dijelajahi oleh semua negara untuk tujuan damai

Umbra

Umbra adalah bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana

Penumbra

Penumbra adalah bayangan kabur yang terjadi pada saat gerhana atau terjadinya bayangan pada benda gelap (tidak tembus pandang)

Sekian

Baca juga : Mengabadikan Gerhana Bulan Total Blood Moon 28 Juli 2018, Terlama di Abad 21

Diolah dari berbagai sumber
Kissparry
Editor Kissparry Wea

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s