Kuda Lumping Meriahkan Ulang Tahun Muba ke-62 pada Festival Randik 2018

Bukan hanya satu kuda lumping tetapi banyak kuda lumping karena pementasan kali ini merupakan acara lomba Kuda Lumping dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Kabupaten Musi Banyuasin yang ke-62 tahun 2018. Kuda lumping juga disebut Jaran Kepang atau Jhatilan.

Festival Randik selalu hadir disetiap ulang tahun kabupaten ini, dan pasti Anda bertanya apa itu Randik, peserta festival datang dari kecamatan yang ada di Musi Banyuasin.

Apa itu Randik

Anda pasti bertanya-tanya apa itu Randik, dengan melihat background lomba ini. Istilah Randik tidak terlepas dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang bermotto Bumi Serasan Sekate. Muba beribukota di Sekayu, dengan slogan Sekayu Kota Randik, dan Randik merupakan kependekan dari Rapi, Aman, Damai, Indah, dan Kenangan.

Contoh slogan yang lain Boyolali Tersenyum, Semarang Kota Atlas, dan lain sebagainya.

Namun yang lebih unik dengan kata Randik, yang rutin setiap tahun diselenggarakan Festival Randik, sehingga nama Randik seolah menjadi bahasa daerah Sekayu. Bahkan ada ruangan di Pemda setempat yang namanya Ruang Rapat Randik, jadi benar-benar menyatu istilah ini untuk warga Sekayu dan Muba.

Lomba Kuda Lumping dalam HUT Muba 2018-09-29 at 141759
Festival Randik, salah satunya adalah lomba Kuda Lumping tingkat Kab Musi Banyuasin HUT ke-62 2018

Apa itu Kuda Lumping

Kuda lumping juga disebut jhatilan, dan tidak sedikit yang menyebutnya jaran kepang merupakan tari tradisional Jawa yang mana seorang penari menaiki kuda yang terbuat dari kepang. Kepang adalah anyaman dari bambu, sehingga kuda lumping merupakan kuda ‘jaran’ yang terbuat dari anyaman bambu yang menyerupai bentuk kuda. Jaran kepang juga dihias sedemikian hingga menarik.

Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari reog.

Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan di beberapa daerah di Indonesia dan luar Indonesia seperti di Malaysia, Suriname, Hong Kong, Jepang, dan Amerika.

Bahkan di Sumatera Selatan, tepatnya di Kabupaten Musi Banyuasin rutin mengadakan pagelaran lomba Kuda Lumping pada Festival Randik dalam rangka ulang tahun Kabupaten tersebut.

Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau bahan lainnya dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang, sehingga pada masyarakat jawa sering disebut sebagai jaran kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Peserta Lomba Kuda Lumping

Menurut informasi yang datang dari Kissparry Sekayu, jumlah peserta yang mengikuti lomba Jaran Kepang atau kuda lumping sebanyak 610 peserta.

Berarti luar biasa banyak, bisa untuk buat parade kuda lumping. Ternyata, kesenian tradisional tari kuda lumping banyak peminatnya.

Sumber Kissparry Sekayu
Editor Kissparry Weanind

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.