Nama Obyek Wisata di Sragen, Rute, dan Kulinernya

Setelah menampilkan beberapa obyek wisata dari beberapa Kabupaten dan Kota, kali ini Kissparry akan menurunkan informasi obyek wisata di seputar Kabupaten Sragen, masih disertai rute dan kulinernya. Salah satu ikon wisata di Sragen adalah Museum Manusia Purba Sangiran, dan gunung Kemukus.

Sebagian dari waduk Kedung Ombo juga berada di wilayah Sragen, ditambah beberapa obyek wisata di kota kabupaten.

Sragen mulai kami tampilkan karena diantara Tol Trans Jawa melewati sebagian Kabupaten Sragen, disamping itu memang terdapat keluarga Kissparry di Sragen.

Sragen terdapat jalur pintu keluar dan masuk Jalan Tol Trans Jawa, tepatnya di Loket Tol Pungkruk (Sragen – Gemolong), yang setidaknya beberapa obyek wisata yang ada di Sragen dapat menjadi persinggahan pemakai jalan tol setelah berjam-jam berada di jalan tol.

Sekilas tentang Kabupaten Sragen

Sragen adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya terletak di Sragen, sekitar 30 km sebelah timur Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan di utara, Kabupaten Ngawi (Jawa Timur) di timur, Kabupaten Karanganyar di selatan, serta Kabupaten Boyolali di barat.

Sragen terbagi ke dalam 20 kecamatan, dan terdiri atas 196 Desa dan 12 Kelurahan total desa dan kelurahan ada 208. Desa dipimpin oleh Kepala Desa (Kades) dan Kelurahan dipimpin oleh Lurah.

Peta wilayah Kabupaten Sragen Jawa Tengah (Google Maps), Tol Trans Jawa melewati wilayah Sragen

Ibukota Kabupaten berada di kecamatan Sragen yang berada hampir ditengah-tengah wilayah, dapat memudahkan pembagian zona wilayah obyek wisata di daerah ini.

Sragen juga dilalui sungai Bengawan Solo, merupakan salah satu sungai terpanjang di pulau Jawa, utara Bengawan Solo ada 11 Kecamatan, 116 Desa dan 4 Kelurahan, dan selatan Bengawan Solo ada 9 Kecamatan 80 Desa dan 8 Kelurahan, sebelah selatan tanah relatif lebih subur.

Transportasi dan Akomodasi

Sragen dilewati Jalan Tol Trans Jawa, dan di Pungkruk Sragen (Jalan Raya Sragen – Gemolong) terdapat pintu keluar – masuk tol ke jalur tol Soker (Salatiga – Solo – Kertosono).

Jalan utama Sragen juga merupakan Jalan Raya Solo – Ngawi menuju Surabaya kalau ke barat menuju Semarang atau ke selatan menuju Jogjakarta, jalan utama itu membelah sebagian kota Sragen (karena jalan dibelokkan melingkar di jalur luar kota. Jalan tersebut dilalui bus AKAP Jurusan Surabaya – Solo – Jogjakarta dan sekitarnya dan bus AKDP tentunya.

Di sebelah barat atau wilayah barat Sragen terdapat Jalan Raya utama Solo-Purwodadi yang dilalui bus AKDP jurusan Solo – Purwodadi, maupun AKAP Solo – Purwodadi – Jakarta.

Jalur utama inilah penghubung perjalanan Anda ke wilayah Kabupaten Sragen.

Jalur penghubung di tengah bagian utara diantaranya Jalan Raya Sragen – Gemolong, dari Sragen terhubung di Pungkruk yang merupakan pintu keluar masuk Tol di Sragen. Jalan jalur tengah ini akan bertemu di perempatan Pasar Tanon, ke arah barat menuju Gemolong, lurus menuju Sumber Lawang, kalau ke timur menuju Mondokan.

Jalan penghubung paling timur disebelah utara melalui jalan raya Made – Sambung Macan.

Jalan penghubung di tengah bagian selatan (dari kota Sragen) yaitu melalui Jalan Raya Sragen – Balong, dari sini akan ketemu jalan Ring Road utara dan Jalan Sragen – Kedawung.

Angkutan udara yang melayani Sragen melalui Bandar Udara Adi Soemarmo Solo di Kab. Boyolali (Kec. Ngemplak).

Jalan utama sisi barat (Solo – Purwodadi) akan melalui Kalijambe, Kaliyoso, Gemolong, Sumber Lawang, dan tentu daerah terdekat kearahnya, seperti perempatan Gemolong ke barat menuju Karanggede Boyolali dan ke arah barat seterusnya melalui Tingkir, di daerah Tingkir terdapat pintu keluar masuk Tol Salatiga.

Kissparry tetap akan menampilkan obyek wisata, rute, dan kuliner perwilayah, yaitu wilayah barat, pusat kota, wilayah timur, wilayah selatan, dan wilayah utara, dan akan kami awali dari pusat kota Sragen. Namun Anda tetap memerhatikan dari arah mana memasuki Sragen, jangan langsung ke pusat kota apabila Anda dari Purwodadi akan ke Gunung Kemukus, misalnya.

Akomodasi berkaitan dengan kuliner dan penginapan (tinggal selama di Sragen). Untuk hotel berbintang, karena lokasi berdekatan dengan Kota Solo, maka Anda bisa memilih hotel di Solo.

Hotel di Sragen dengan harga terjangkau, sampai saat ini belum ada hotel bintang 4 atau bintang 5, bila menginginkan itu silakan menginap di kota Solo.

Graha Hotel Sragen (Hotel bintang 3), Jl. WR. Supratman No. 145, Magero, Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57211 • (0271) 893699
  • Graha Hotel Sragen (***),
    Jl. WR. Supratman No. 145, Magero, Sragen Tengah, Kec. Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57211 Telp (0271) 893699
  • Hotel Sukowati Sragen (*),
    Jalan Ring Road Utara, Kebayanan Demakan, Pilangsari, Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57252
  • Hotel Surya Sukowati (**),
    Jalan Raya Sragen – Solo KM. 03, Sidoharjo, Kebayan 2, Jetak, Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 92712•(0271) 8823000
  • Palma Hotel (**),
    Jl. Dr Sutomo, Ring Road Utara Desa Bangak Sine, Gambiran, Sragen Kulon, Kec. Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57212•(0271) 894119

Obyek Wisata Wilayah Tengah
Sragen

Dimaksudkan wilayah tengah Sragen adalah yang berada di Kecamatan Sragen atau Sragen kota, atau pusatnya pemerintahan di Kabupaten Sragen.

Termasuk dalam lingkungan wilayah tengah dengan batas radius 5 – 6 km, sehingga Kecamatan Sragen ada yang diluar wilayah tengah, namun beberapa kecamatan yang berdekatan dengan Alun-alun Sragen masuk ke dalam wilayah tengah.

Alun-alun Sragen

Alun-alun Sragen terletak di pusat kota Sragen, ada berada di Kelurahan Sragen Tengah, terletak di Jalan Sukowati atau Jalan Raya Solo – Ngawi. Ditengah alun-alun terdapat air mancur.

Taman Kridoanggo dan 
Tugu Pancasila

Kedua obyek ini masih berada di Jalan Sukowati, berdekatan dengan Rumah Dinas Bupati Sragen.

Taman Rekreasi Air Tirta Sari dan 
Taman Bunga Sukowati

Taman Rekreasi Air Tirta Sari dan Taman Bunga Sukowati letaknya berdekatan, terletak di Jl Dr Sutomo atau Jalan Raya Gesi – Sragen, bertemu dengan Jalan Ring Road Utara.

Kolam Renang dan Obyek Wisata 
Kartika

Kolam renang dan obyek wisata Kartika, melalui Jl Veteran sebelah timur Alun-alun Sragen, melewati perempatan Kartini silakan terus saja. Lokasi ini sudah dalam wilayah Karangmalang, tetapi masih di tengah Sragen.

Kolam Renang Tirto Widoro

Kolam renang ini terletak di Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Sragen Wetan. Untuk sampai ditempat ini bisa melalui Jl Ahmad Yani (setelah pasar) atau melalui Jl Letjen Sutoyo (sebelum Tugu Adipura).

Elok Waterpark

Obyek wisata ini terletak di Pilangsari RT.17 RW.V, Kec. Ngampal, di Jl Kauman, sebelah timur Sragen sebelum terminal Sragen (tentu ini dari arah barat), kalau dari arah timur berarti setelah jalan menuju terminal.

Obyek wisata ini masih dekat dengan Jalan Raya Solo – Ngawi (Jl Raya Sukowati), dari Alun-alun kota sekitar 3,5 km kearah timur mengikuti jalan raya utama.

Kolam Renang Doeng Cuo

Kolam renang ini berjarak sekitar 4 km dari pusat Sragen, meskipun berada di sebelah selatan Sragen, kami masukkan kedalam wilayah tengah. Lokasinya berada di Karangmalang, Jl Sumeni yang merupakan terusan dari Jl Setia Budi, atau Jalan Raya Sragen – Batujamus (KM4).

Obyek Wisata Wilayah Barat Sragen

Lokasi wisata yang berada di barat laut bisa dikelompokkan di sebelah utara ataupun sebelah barat, tergantung rute yang digunakan. Terkait dengan barat, tengah, timur, utara, selatan hanya berdasar peninjauan dari peta saja.

Seperti Watu Pawon Sambiroto, tempat ini berada di barat laut dari Sragen, dan dalam informasi ini kami masukkan dalam kelompok wilayah barat.

Lokasi sekitar Kecamatan Kalijambe ada Sangiran dan Ngebung, serta Bukuran

Museum Manusia Purba Sangiran

Museum Manusia Purba Sangiran merupakan salah satu ikon wisata di Sragen, disamping wisata disini juga ada pembelajarannya terkait dengan purbakala, biasanya tempat ini ramai dikunjungi oleh pelajar. Namun masyarakat umum yang berkunjung juga tidak sedikit.

Untuk sampai ke Sangiran, jalan raya utamanya adalah Jalan Raya Solo Purwodadi lebih kurang 15 KM dari Solo, sebelum Gemolong, tepatnya berada di Kalijambe.

Lokasinya berada di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Namun sebenarnya Sangiran berada di 4 Kecamatan, yaitu
Kalijambe, Plupuh dan Gemolong, serta Gondangrejo (Karanganyar).

Sangiran Museum Manusia Purba (Sangiran Early Man Site) termasuk situs yang dilindungi dunia melalui UNESCO dengan nomor sertifikat C. 593 tanggal 6 Desember 1996 dengan nama “The Sangiran Early Man Site”.

Situs Sangiran (fosil) yang boleh disentuh

Meskipun dilindungi yang sebagian besar tidak boleh disentuh atau dipegang, ada beberapa situs yang boleh disentuh oleh pengunjung, bahkan diberi petunjuk SENTUHLAH AKU.

Tiker masuk Rp 5.000,- perorang untuk pengunjung lokal, sedangkan untuk orang asing (wisman) Rp 11.500,-

Baca juga : Sangiran Museum Manusia Purba

Menara Pandang Museum Sangiran

Tidak jauh dari Sangiran Museum Manusia Purba terdapat menara pandang Museum Sangiran, yakni lebih kurang 1 KM sebelum masuk museum Sangiran. Ketika Anda akan sampai di Sangiran akan dijumpai penunjuk arah menuju museum atau menara pandang.

Uniknya menara ini berbentuk rumah moderen dengan anak tangga yang berliku untuk mencapai tempat tertingginya atau ke bagian atas yang dinamakan menara pandangnya, bahkan dilantai dasar terdapat mini studio yang dapat menayangkan berbagai dokumentasi berkenaan dengan Sangiran.

Di studio mini dilengkapi dengan pendingin udara yang membuat lebih nyaman, juga audio visual yang moderen. Kursi pengunjung terbuat dari kursi kayu khas tempo doeloe.

Menara pandang Sangiran yang tidak boleh terlewatkan

Sebaiknya ketika Anda mengunjungi museum juga tidak melewatkannya berkunjung ke menara pandang.

Tujuan berkunjung ke menara pandang yaitu untuk mengetahui keadaan sekitar Sangiran yang terkenal dengan Kawah Sangiran, yang kala itu merupakan area lautan yang akhirnya berubah menjadi daratan.

Bila Anda hendak menginap di Sangiran, dilakosi ini tersedia Wisma Sangiran, rumah joglo khas Jawa Tengah yang disiapkan beberapa kamar untuk tamu yang ingin bermalam atau bersantai.

Wisma Sangiran, rumah Joglo yang bisa disewa

Bila Anda rindu dengan rumah Joglo, ketika di Sangiran silakan mampir ke menara pandang.

Jadi jangan membayangkan seperti menara-menara yang terlihat menjulang dengan bangunan kecil tinggi, namun menara pandang disini berbentuk rumah tinggal.

Museum Klaster Ngebung

Lokasi museum Sangiran Klaster Ngebung juga tidak terlalu jauh dengan museum Sangiran (Manusia Purba), bahkan wilayahnya masih menjadi satu dengan menara pandang Sangiran. Desa Ngebung Kecamatan Kalijambe Sragen.

Mengapa ada klaster tersendiri dan tidak menjadi satu dengan Sangiran, ya memang ada karakteristik di wilayah ini, meskipun masih satu komplek atau saling berdekatan.

Desa Ngebung dikenal sebagai “bengkel” sangiran Flakes Industry. Didesa ini ditemukan beberapa bukti bahwa manusia Jawa telah mampu membuat alat batu. Temuan alat batu pertama di Ngebung adalah serpih dari bahan Kalsedom dan Jasper, yang ditemukan tahun 1934 oleh G.H.R van Koenigswald.

Berikutnya R.P Soejono menemukan kapak penetak (choper) dalam ekskavasi tahun 1979. Penelitian tahun 1989-1994 oleh Tim Indonesia-Perancis menemukan Kapak Pembelah (Cleaver), Kapak Penetak, batu pukul (percuator), dan bola andesit (stone ball).

Museum Manusia Purba Klaster Ngebung (Desa Ngebung), masih disekitar Sangiran

Klaster Ngebung memiliki nilai sejarah yang signifikan, karena disanalah lokasi pertama kali dilakukan penggalian secara sistematis dengan hasil yang menakjubkan. Penemuan jejak manusia purba berupa mitos yang berkembang dimasyarakat dijelaskan dengan lengkap dan disertai display koleksi temuan-temuan fosil dari klaster Ngebung.

Museum Klaster Bukuran

Selain klaster Ngebung juga ada klaster Bukuran, yakni Museum Manusia Purba Klaster Bukuran. Museum ini terletak di Desa Bukuran Kecamatan Kalijambe Sragen.

Museum Manusia Purba Sangiran Klater Bukuran, Kalijambe, Sragen

Kehadiran Klasten Bukuran saling melengkapi dengan museum Sangiran dan Klaster Ngebung. Museum terdiri atas dua lantai.

Tema dari dari Museum 2 (dua) lantai ini adalah Evolusi Manusia. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan terhadap spesies disajikan secara ilmiah. Bukti-bukti berupa temuan tengkorak dari situs-situs paleoanthropology dunia ditampilkan sebagai gambaran mengenai posisi situs sangiran dalam peta evolusi manusia di dunia.

Dasar-dasar teori evolusi telah dipaparkan pada bagian awal Museum Manusia Purba Sangiran Kluster Bukuran. Diorama rekonstruksi 3 tipe Homo Erectus yang pernah hidup di jawa merupakan ujung dari informasi yang disajikan dilantai atas.

Lantai bawah Museum Klaster Bukuran menampilkan bukti-bukti peninggalan fosil manusia purba (replika) yang pernah ditemukan. Tidak hanya fosil yang berasal dari Situs Sangiran saja, melainkan fosil-fosil manusia purba dari situs-situs paleoantropologi di seluruh dunia. Sekitar 12 cetakan fosil tengkorak manusia disajikan agar pengunjung dapat mengenali dan membandingkan tahap-tahap perkembangan fisik manusia.

Selepas di sekitar Kalijambe perjalanan Anda boleh dilanjutkan ke arah utara yakni di Gemolong.

Gemolong Edupark

Gemolong Edupark merupakan taman terbuka hijau di wilayah Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen, tepatnya berada di Jl Candi – Gemolong, merupakan taman terbuka hijau Kabupaten Sragen yang letaknya di Gemolong.

Kedung Grujug

Dekat kantor camat Miri (Kecamatan Miri)

Bukit Cinta

Gunung Kemukus, Wisata Ziarah

Lokasinya berada di Kecamatan Sumber Lawang, dahulu sebelum dibangun jembatan untuk sampai ke Gunung Kemukus melalui Dermaga Kemukus. Bagian dari Waduk Kedung Ombo berada di wilayah ini.

Makam Pangeran Samudro, Gunung Kemukus, Sumber Lawang, Sragen, Jawa Tengah

Gunung Kemukus terkenal di kalangan orang Jawa dan bahkan masyarakat Indonesia, karena di tempat ini terdapat makam Pangeran Samudra.

Akses menuju Gunung Kemukus sudah tersedia jembatan penghubung
(foto Kompas)

Seiring dengan perkembangan Kemukus yang dijadikan sebagai obyek wisata religi, kemudian pemerintah setempat membangun akses untuk memudahkan pengunjung, dengan membangun jembatan.

Dermaga Kedunguter Kemukus, Sumber Lawang, Kabupaten Sragen (foto: Google)

Apabila pengunjung ingin menikmati sensasi dengan berlayar memakai perahu, masih ada yang menyediakan jasa melalui dermaga Kemukus.

Waduk Kedung Ombo

Waduk Ketro

Watu Pawon Sambiroto

Obyek Wisata Wilayah Utara Sragen

Gunung Tugel

Gunung Banyak

Obyek Wisata Wilayah Timur Sragen

Beberapa obyek di tenggara Sragen kami masukkan kedalam wilayah timur, diantaranya yang berada di Kecamatan Sambirejo, seperti Waduk Segebyar, Pemandian Air Panas Bayanan, dan yang berdekatan.

Omah Londho Gondang

Waduk Segebyar

Pemandian Air Panas Bayanan

Air Terjun (Grojogan) Teleng

Pemandian Air Hangat Panguripan

Obyek Wisata Wilayah Selatan Sragen

Untuk obyek di wilayah selatan Sragen tidak banyak, tetapi cukup membuat Anda dan keluarga betah terutama di Taman Ndayu Alam Asri Sragen atau yang dikenal dengan Ndayu Park. Sedangkan obyek yang lainnya adalah waduk.

Ndayu Park (Taman Ndayu)

Salah satu obyek wisata yang berada di sebelah selatan Sragen adalah Taman Ndayu (Ndayu Park), lokasi ini hampir kami kelompokkan ke wilayah tengah atau pusat, tetapi karena jaraknya bila diukur dari Alun-alun Sragen lebih dari 5 KM maka digolongkan disebelah selatannya.

Obyek ini juga berada di Karangmalang tepatnya di Gembong RT. 08/RW. 04, Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57222. Sejajar dan berdekatan dengan kolam renang Doeng Cuo yang kami kelompokkan di wilayah pusat.

nDayu Alam Asri Sragen (Ndayu Park), water boom, minizoo, agrowisata, outbound

Ndayu Park menawarkan water boom dan wahana air, minizoo (kebun binatang mini), agrowisata, dan outbound.

Tiket masuk Ndayu park sangat terjangkau, tiket masuk Ndayu Park di hari biasa sebesar Rp 2.000,-. Apabila ada event-event khusus seperti pegelaran musik ataupun hari Raya maka harga tiket disesuaikan dengan kenaikan yang tetap terjangkau. Misalnya pada Lebaran harga tiket masuk sebesar Rp 5.000,-. Namun anda akan disuguhi berbagai hiburan musik dan atraksi budaya.

Setiap wahana ataupun tempat permainan, tiket diperoleh dengan harga Rp 3.000,- dan paling mahal Rp 10.000,-. Untuk tiket rombongan bisa dapat potongan (atau di nego).

Waduk Kembangan

Waduk Blimbing

Waduk yang juga bisa disebut danau Blimbing terletak di Sragen sebelah selatan, meskipun agak ke timur, tepatnya di Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo

Itulah beberapa obyek wisata di Sragen, yang sudah kami kelompokkan perwilayah dengan harapan memudahkan Anda ketika akan berwisata bersama keluarga atau handai taulan dan juga teman-teman.

Kissparry
(sambil dilengkapi)

Kissparry

Fortuga Kissparry, sebuah forum keluarga Kissparry. Blog ini ditujukan untuk dokumentasi dan arsip kegiatan. Namun dikarenakan latar belakang kami yang berbeda, sehingga blog ini sangat berwarna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.