Berita Utama

Cara Melepas Kepiting Yuyu yang Mencapit Kemaluan, Kisah Nyata

Pernahkan Anda mendengar YUYU, kalau orang Jawa biasanya ngerti apalagi orang Jawa Tengah karen Yuyu adalah sejenis kepiting air tawar dan untuk tulisan ini selanjutnya saya sebut Kepiting Sawah atau kepiting yuyu. Dan pernahkan Anda mendengar kalau mengigit lewat capit-nya kadang susah dilepaskan.

Ini khusus orang-orang yang tinggal di pedesaan kalau di kota jarang ditemukannya, kalaupun ada di kali atau sungai biasanya masyarakatnya banyak tidak turun ke sungai.

Sebagian besar pedesaan terdapat sungai atau persawahan tempat hidup hewan kepiting sawah atau yuyu tersebut.

Tahukan Kamu Bila Yuyu Kepiting Menggigit dengan Capitnya kadang Susah Dilepaskan

Ternyata hewan yang satu ini kalau sudah marah karena kaget misalnya, ia akan menggunakan capit-nya sebagai benteng pertahanan, dengan mencapit yang dianggap memusuhi.

Kepiting air tawar yang sering disebut Yuyu (Jawa) atau Kepiting Yuyu (pic. ilmubudidaya)

Ini merupakan kisah nyata dari kisah seorang teman di daerah Wonogiri ketika dia masih kecil dahulu. Jika mendengar langsung mungkin bisa geli dan tertawa, juga bisa kasihan, oleh sebab itulah kisah ini saya abadikan di blog ini (kissparry.com).

Anak di desa zaman dahulu belum mengenal celana dalam seperti sekarang ini, karena zaman memang semakin maju, anak dahulu masih memakai celana kolor biasa.

Pada liburan sekolah, teman saya namanya Nimras (bacanya dibalik) pergi ke kali (sungai) untuk mencari ikan dengan teman-temannya di sungai yang tidak jauh dari rumahnya yang terkenal banyak ikan-nya, dengan cara gogo.

Dikarenakan celananya khas sepakbola Maradona beserta kaosnya kotor maka celana dia cuci dan dijemurnya di atas batu biar cepat kering. Sambil menunggu celana kering, teman saya itu bermaksud mencari ikan dengan gogo (cara tradisional mencari ikan dengan jaring atau tanpa jaring).

Ikan yang mudah tertangkap biasanya ikan-ikan yang berada di sudut-sudut bebatuan.

Namun naas didapatnya, pada saat gogo dikemaluannya terasa sakit, dan setelah bangkit berdiri ternyata di capit sama kepiting yuyu, dan celakanya susah sekali dilepaskan. Teman-temannya tidak berhasil melepaskan, sehingga perlu minta bantuan kepada orang tua terdekat.

Sambil jalan ke tempat yang ramai dengan kepiting masih mencapit kemaluannya ia berteriak minta tolong agar yuyu kepiting dilepaskan. Saat ditarik berusaha dilepaskan semakin erat capitannya dan menambah rasa sakitnya.

Kebetulan ditempat terdekat kejadian tersebut ada sawah yang sedang ditanami padi, sehingga banyak ibu-ibu yang sedang menanam padi (Jawa=tandur) menertawai teman saya Nimras tersebut. Meskipun demikian ibu-ibu yang tandur ini tidak berhasil melepaskan juga.

Ada satu bapak yang ndaut (mengambil bibit padi untuk ditaman) yang bergegas membopong teman saya tersebut kemudian didudukkan dengan dilepaskan dari bopongan bapak tersebut ke dalam persawahan (sawah) dimana ibu-ibu itu tandur, ternyata tidak lama berselang si kepiting yuyu itu melepaskan capitannya dan lari.

Wah lega rasanya temanku itu, sambil masih menahan rasa sakit karena sedikit berdarah ia pulang ke rumah, sesampainya dirumah diberi obat tradisional.

Jadi, apabila Anda dicapit oleh kepiting yuyu cara melepaskannya dengan cara ke tempat yang becek.

Semoga kisah ini bermanfaat menambah pengetahuan kita.

Eswedewea, dari kisah nyata narasumber langsung
Editor Kissparry

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.