Arsip

Kenangan Perjalanan ke Aceh Maret 1998, Transmigrasi

Bulan Maret silam tepatnya di tahun 1998, keluarga Kissparry memutuskan ke Aceh dengan mengikuti program transmigrasi.

Setelah dua hari di transito Semarang, 6 – 7 Maret, keluarga kami diberangkatkan ke Aceh ikuti program transmigrasi ke Aceh, setelah sebelumnya transmigrasi ke Sumatera Selatan, Ogan Komering Ulu.

Tanah dan pekarangan di Sumatera (Ogan Komering Ulu) terpaksa kami jual untuk membiayai ayah yang sakit keras, saat itu belum ada Kartu Indonesia Sehat seperti sekarang ini yang di kelola oleh BPJS, jadi apa yang dipunyai harus dijual untuk memperoleh kesehatannya bila sakit. Padahal tanah di kampung dulu juga sudah dijual untuk menyokong biaya pengobatan juga.

Tidak ada cara lain kecuali berangkat transmigrasi lagi, dengan mengikuti program pemerintah, karena berangkat sendiri terganjal di biaya. Dengan bertransmigrasi maka pemerintah akan memberi hibah tanah untuk berkebun dan pekarangan. Ini adalah jalan yang harus kami tempuh.

Berangkat ke Aceh dari Tanjung Emas

Berangkat ke aceh dengan kapal motor milik TNI Angkatan Laut, dari Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang menuju Pelabuhan Banda Aceh.

Berangkat dari Semarang 8 Maret 1998 dan sampai di Aceh 16 Maret 1998, selama 8 hari kami berada di lautan. Meskipun kami berusaha seperti di daratan tetapi ketika ombak tinggi, kami pun hanya bisa komat kamit berdoa agar gelombang tidak menenggelamkan kami.

Jadi mabuk laut banyak dialami oleh teman-teman rombongan yang berangkat ke Aceh kali ini.

Kami tetap semangat, sudah tergambar harapan baru ditempat yang baru yang kami belum tahu seperti apa. Kami hanya mendengar kalau Aceh ini tanahnya subuh banget, ibaratnya gemah ripah loh jinawi.

Berlabuh di Pelabuhan Banda Aceh

Setelah seminggu lebih ikuti naik turunnya gelombang laut, liyut… lhiyut…, alhamdulillah akhir mendarat juga.

Setelah semua menurunkan barang, kemudian kami diangkut menuju penampungan dalam beberapa hari, biar untuk pemulihan setelah berada di lautan. Setelah itu baru diberangkatkan menuju lokasi.

Tiba di Lokasi, 19 Maret 1998

Ya… dari Banda Aceh menuju Kecamatan Geumpang kurang lebih 6 jam Perjalanan darat, dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi, walaupun jarak tempuhnya dekat namun menajak dan berkelok. Lokasi SP. 3 Geumpang berada di kaki gunung Peuet Sagoe.

Sungguh perjalanan yang tidak terlupakan, pada awal perjalanan menuju lokasi transmigrasi, seluruh transmigran dan keluarganya masing-masing dengan ceria (sekitar pukul 07.00 WIB), ada yang memanggul, memikul, menggendong barang bawaan, juga sebagian ibu-ibu menggendong, menggandeng anaknya.

Dengan langkah pasti dan keyakinan yang mendalam di atas sana ada rumah baru kita, untuk masa depan yang gemilang.

Separuh perjalanan kaki mulai letih, badan mulai gemetar karena beban bawaan, dari pengeras suara petugas Trasmigrasi yang mengawal para transmigran menginstruksikan supaya meninggalkan barang bawaan di pinggir jalan jika sudah tidak mampu membawanya, dan bawa secukupnya atau yang berharga dijamin aman dan nantinya akan ada mobil yang mengangkutnya (mobil angkut yang di sana hanya 4 WD atau yang sering disebut dobel gardan), sejurus suara itu, di pinggir jalan berjajar barang bawaan.

Yang semula diperkirakan tiba di lokasi sebelum pukul 12.00 WIB dan pembagian ransum makan siang di lokasi, akhirnya dibagi ransum makan siang diberikan disepanjang perjalanan.

Ternyata, bahkan ada yang tiba di lokasi kurang lebih Pukul 19.00 WIB, sangat melelahkan tapi menyenangkan. Berangkat pukul 07 pagi tiba pukul 07 malam, ini karena mabuk laut belum pulih.

Perjalanan seharian yang melelahkan itu terlupakan setelah warga transmigran mulai berbenah rumah dan menggarap lahan pekarangan sekitar rumah. Bibit pertanian bekal dari Kementerian Transmigrasi sebagai modal awalnya.

Hari demi hari mulai menuai hasil dari bertanam cabai, karena suburnya lahan tanaman cabai rawit dapat mencapai 1 meter tingginya dan dalam 2 minggu sekali dapat dipanen (2 kg per batang hasilnya), luar biasa…. ya…. LUAR BIASA.

Pemukiman Transmigrasi (Kimtran)

Kami memperoleh rumah Nomor 63, alamat lengkapnya Geumpang II S.P.3 No. 63 Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie, DI Aceh, Kodepos 24167.

Lokasi di kaki gunung membutuhkan penyesuaian, tetapi dimana pun kami cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Hampir Setengah Bulan di Perjalanan

Ini adalah perjuangan kami yang sangat luar biasa, hampir setelah bulan berada diperjalanan yang cukup melelahkan. Berangkat 8 Maret tiba di lokasi 19 Maret 1998.

Perjalanan panjang ini tentu membawa hikmah tersendiri.

Hari Ini Mengenang Perjalanan ke Aceh

Hari ini (19/3) kami mengenang perjalanan ke Aceh.

Salam

by Lik Kasjo
Editor Eswedewea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.