komunikasi

Intan dan Transmigrasi, Sebuah Renungan PATRI

Kali ini renungan kader, tentang intan yang dikirim oleh Ketua DPP PATRI melalui Medsos, yang kemudian kami arsipkan disini, masih berada di post.

Sebenarnya sudah dikirim beberapa hari yang lalu, tetapi baru kali ini kami terbitkan.


Intan dan Transmigrasi

Bahan asalnya sama, kayu. Kayu jika hanya dibakar biasa, untuk masak, hasil akhirnya abu. Untuk abu gosok.

Kayu dibakar, kemudian ditimbun. Jadilah arang. Harganya lebih mahal. Tidak untuk sekedar masak. Tapi untuk memanggang sate, kueh, penyaring air, dan lainnya.

Kayu tertimbun tanah. Lebih jutaan tahun. Akibat proses geokimia dan geotektonik, berubah menjadi arang batu. Batu bara. Harganya lebih mahal lagi. Kegunaannya juga makin banyak. Untuk industri, pembangkit energi, dan lainnya.

Batuan magma, tertimbun jauh di dalam tanah. Lebih lama lagi dibanding batu bara. Jutaan milyar tahun. Maka berubah ekstrim. Sangat keras, hingga skala hardness 10. Besi pun kalah. Namanya intan, diamond. Makin dicari dan dihargai. Harganya? Amat mahal.

Transmigran awalnya juga penduduk biasa. Bahkan dianggap kaum marginal. Ora direken. Pidak pedarakan. Jika tidak berani mengalami proses tirakat yang panjang, jangan bermimpi menjadi intan. Cukup hanya jadi kayu bakar. Mudah hancur. Untuk abu gosok saja. Kadang gampang diadu domba.

Transmigran yang berpikiran maju akan bekerja keras. Agar sukses, segala daya upaya, doa, dan pasrah kepada Allah Sang Maha Kuasa harus ditempuhnya. Semoga kelak secara bertahap terus meningkat nilainya. Karena semakin berat perjuangan hidup dan semakin mendekat kepada-NYA, maka akan semakin tinggi pula mutunya.

Anak keturunan Transmigran? Anggota PATRI, jadi apa maunya?

KRL Depok, 20.03.2019
@hasprabu


Danau Ranau, Ranau, Ogan Komering Ulu Selatan (dok. Kissparry-LikKasjo)
Saudara Kissparry ada yang bertempat tinggal di Ranau (Kissparry OKUS)

Kontributor: Hasprabu
Diunggah oleh: Lik Kasjo
Editor: Eswedewea

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.