Hikmah

Pengalaman Mangatasi Serangan Jantung, Inilah Tipsnya

Sobat KissParry, semoga pengalaman pribadi ini dapat menjadi pembelajaran, dan bagaimana cara pertolongan pertama pada serangan jantung yang pernah saya alami.

Namun semua gejala yang saya alami belum tentu sama dengan sobat-sobat lain yang sudah pernah terkena serangan jantung, atau sobat yang belum terkena serangan jantung. Usahakan jaga pola makan dan jangan sampai terkena serangan jantung.

Ilustrasi serangan jantung (dok. beritagar)

Saya harap tulisan ringkas ini semoga dapat bermanfaat, tujuan kami berbagi informasi dan pengalaman saja.


Pagi itu (20/3) seperti biasanya menjalankan aktivitas sebagai karyawan. Tempat saya bekerja, setiap pagi melaksanakan apel pagi. Tahu kan, kira-kira dimana ada instansi yang setiap pagi adakan apel pagi.

Pada saat mengikuti apel pagi, dada saya serasa sesak seperti ada tekanan dari luar, dan sakit hingga ke punggung, bahu kanan dan kiri, bahkan leher kaku serta diikuti keringat dingin.

Yang ada dalam pikiran saya “masuk angin”. Setelah izin, dengan sisa tenaga kupacu brompit pulang, waktu tempuh dari tempat kerja kerumah adalah sekitar 10 menit.

Setibanya dirumah langsung minta dikerokin, langkah ini belum meredakan gejala diatas bahkan saya muntah.

Sekitar 15 menit berselang gejala semakin kuat rasa tubuh ini lunglai, langsung istri menghubungi “Pakde”, sebutan salah satu atasan saya, untuk minta bantuan mengantar ke IGD RSUD Kabupaten dengan waktu tempuh sekitar 10 menit dari tempat tinggal saya, alhamdulilah cukup dekat, karena saya tinggal di kota.

Setiba disana, beberapa dokter dan perawat langsung menangani dengan cepat, beberapa peralatan medis mulai pasang pada dada setahu saya alat perekam jantung dan satu alat lagi untuk monitor tekanan darah dan denyut nadi, atau sering disebut alat kontrol pasien yang sakit keadaan darurat.

Kemudian dipasang infus, diperkirakan kena serangan jantung sehingga dipanggilnya dokter jantung, saya lihat cairan infus tersebut seperti berbusa terdengar berfungsi untuk mengencerkan darah, dan diberi beberapa pil untuk di minum diantaranya diletakkan dibawah lidah, serta suntikan.

Saat itu melalui monitor tekanan darah saya 150/130. Tekanan darah yang terbilang cukup tinggi untuk bawahnya 130, saya bisa memerhatikan.

Dari mulai gejala hingga penanganan saya dalam keadaan sadar, sehingga dokter langsung mendengarkan keluhan atau yang rasa yang saya alami. Hal ini yang mempercepat proses diaknosa.

Dokter menyatakan serangan jantung

Saat itu saya dinyatakan terkena serangan jantung. Setelah pertolongan pertama berhasil, sambil menunggu kondisi stabil dokter mempersiapkan rujukan ke RSUP Provinsi untuk penanganan selanjutnya, peralatam di RSUD mungkin kurang memadahi.

Persiapan Rujuk selesai karena saya pemegang Kartu Indonesia Sehat atau BPJS Kesehatan dulu namanya Askes, jadi tidak terlalu ribet administrasi, mudah dah cepat. Dengan ambulan kami berangkat, di dampingi Istri dan Simbok (Parry) dan satu mobil (Pakde, Budhe dan Pak Haji).

Entah mengapa saya tidak tahu Simbok (ibuku) saat itu menengok cucu dan anaknya yang bertempat tinggal lebih kurang 2 jam perjalanan Tenggulang ke Sekayu tempat saya tinggal, mungkin naluri orang tua terasa, kalau anaknya nggak enak badan meriang bahasa Jawa nya.

Waktu tempuh dari Kabupaten ke Provinsi lebih kurang akan ditempuh 3 jam apabila lancar. Ambulance biasanya dapat prioritas utama dari pengguna jalan yang lain, terlebih sirine terdengar meraung-raung, tanpa henti, kadang bunyi klakson khas ambulan, thet thet.

Masih melekat dibadan kabel monitor, diparuh perjalanan dada kembali terasa sakit, saya sampaikan kepada perawat yang mendampingi, keluhan saya tersebut, kemudian saya diberikan obat. Entah obat apa, aku ngikuti saja.

Serangan Jantung (dok. obatpenyakitjatungkoroner.com)

RSUP Provinsi di Palembang

Setibanya di RSUD Provinsi, beberapa perawat dan dokter langsung menangani saya, memang sebelumnya sudah ada komunikasi dengan dokter RSUD Kabupaten. Saya terus menerus berusaha untuk sadar dan mengingat.

Selama saya menunggu masuk Ruang intensif jantung, setiap kurang lebih 5 menit satu pasien masuk IGD RSUD Provinsi dengan berbagai macam penyakit dan kejadian,” kata Pak Haji yang mendampingi saya.

Setelah masuk ruang intensif jantung dan sudah memenuhi syarat tindakan baru masuk ruang tindakan, berjalan sekitar 45 menit, pemasangan ring jantung selesai.

Ini Tips Saya

Dari uraian diatas ada bererapa tip yang sudah saya lakukan diantara :

  1. Apabila ada gejala pada tubuh kita yang tidak biasa (greges-greges) terjadi salah satunya seperti diatas segera ke dokter, Puskesmas, Klinik Kesehatan atau Rumah Sakit.
  2. Simpanlah nomor-nomor penting yang dapat dihubungi seperti kerabat, tetangga terutama yang dapat mengemudikan kendaraan bermotor, dan ambulan
  3. Paling sederhana, nyeri dada disebelah kiri yang sering terjadi atau berlarut-larut, jangan dibiarkan, coba segera periksa ke dokter pribadi, untuk mendapatkan penanganan secara dini, itu sinyal dari jantung kita.

Keluarga Baru dalam Tubuh Kita

Dengan dipasang ring, berarti ada keluarga baru dalam tubuh kita, tentunya ada ponolakan alami yang dilakukan oleh sistim kekebalan tubuh, hal ini memerlukan waktu cukup untuk adaptasi.

Yang saya alami setiap ada gerakan badan selalu batuk, itupun sudah dilakukan dengan hati-hati. Setelah diam beberapa saat mulai reda.

Hal seperti ini biasa kata Dokter Jantung saya, jadi ada penyesuaian.

Wanti-wanti oleh Perawat

Beberapa perawat wanti-wanti ke saya jika BAB jangan dipaksa jika sampai keras, lakukan dengan santai tanpa menekan (ngeden), jika hal ini terjadi gunakan obat pengencer atau sejenisnya.

Lanjut perawat 60% pasien yang gagal mengatasi BAB, baik di ruang perawatan maupun di rumah, dengan berujung maut.

Sekarang ini harus mengikuti program DIET JANTUNG SEHAT dari dokter yang menagani saya. Apa diet tersebut ?

DIET RENDAH LEMAK DAN KOLESTEROL

Beberapa makanan dan minuman yang wajib dihidari.

  1. Lemak, otak, limpa, ginjal, hati, ham, sosis, babat, usus, cumi, sarden kaleng, kuning telur.
  2. Yang mengadung lemak jenuh seperti : minyak goreng >2x pemakaian, susu fullcream, keju, mentega.
  3. Makanan bersantan, kuah masakan padang.
  4. Minum beralkohol, arak, bir, dan soft dring.

Satu lagi yang harus dihindari yaitu merokok, karena saya tidak perokok jadi dokter tidak menegaskannya.


Sekian dulu sobat, tangan saya linu.

by Lik Kasjo
Editor Eswedewea

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.