Hikmah

Menjadi Orang yang Dermawan Suka Berbagi, dan Alkisah Bahrom

Dengan kemampuan yang ada perbanyak berbagi atau memberi kepada orang lain.

Ketika saya dan teman-teman berkunjung mengantarkan ke salah satu teman kerja yang hendak purna tugas atau pensiun ada beberapa pesan yang disampaikan teman saya tersebut, satu diantaranya yaitu berbagilah berikanlah sebagian rezeki kita untuk mereka.

Ia beralasan yang sangat simpel seperti ini, orang yang kita beri biasanya akan mendoakan si pemberi dengan semoga murah rezeki, semoga selalu sehat dan diberi keberkahan, semoga sukses dan berhasil, dan lain sebagainya.

Entah doa itu tulus atau tidak, tentu diantara sekian banyak dari mereka ada yang tulus dan doanya ada yang dikabulkan oleh Allah SWT, daripada kita sendiri kadang berdoa tetapi merasa kurang percaya diri dan mantap.

Apabila ini sedikit diperlebar pengertiannya maka sebenarnya teman saya tersebut mengajak menjadi orang yang dermawan dalam suasana apapun. Ketika punya sedikit rezeki, tentu memberi juga sedikit, tetapi tentu juga sebaliknya.

Makna Dermawan

Dermawan yaitu senang membelanjakan hartanya dalam hal hal yang terpuji menurut syariat.

Imam Al-Ghazali mengatakan dermawan adalah sedang atau tengah tengah antara berlebih lebihan dan terlalu hemat dan tengah tengah antara melepaskan sama sekali dan menggenggam yaitu memperkirakan pembelanjaannya dan pengekangannya menurut kadar kewajiban.

Alkisah tentang Orang yang Dermawan

Pada saat musim haji, ada seseorang yang bernama Abdullah bin Mubarok menunaikan ibadah haji. Pada suatu ketika ia tidur didekat makam Ismail kemudian bermimpi bertemu Nabi Muhammad Saw, dan dalam mimpinya Nabi berperan kepadanya.

Pesan beliau ialah kalau kamu selesai ibadah haji dan pulang ke Baghdad mampirlah ke kampung ini, kampung ini Nabi menjelaskan kepadanya, carilah orang yang bernama Bahrom yang beragama Majusi yang menyembah api dan sampaikan salamku kepadanya, dan katakanlah kepadanya bahwa Allah telah meridhaimu.

Kemudian terbangun dari tidurnya dengan membaca lahaula walaquwwata Illa billahil A’liyyil adzim dan mula-mula mereka berkeyakinan mimpinya itu dari setan, kemudian Abdullah bin Mubarok mengambil air wudhu lalu shalat, setelah shalat kemudian tawaf mengelilingi Ka’bah akan tetapi rasa kantuknya tidak dapat ditahan lagi sehingga dia tidur lagi.

Dalam tidurnya Abdullah bermimpi lagi sebagaimana mimpinya yang pertama, sehingga berlangsung tiga kali mimpi, dan barulah dia merasa yakin bahwa mimpinya itu benar.

Setelah Abdullah bin Mubarok selesai melaksanakan ibadah Haji dia pulang ke negeri Baghdad, dan bertanya-tanya dan mencari-cari desa dan kampung sebagaimana dalam mimpinya dan diperintahkan untuk mencari seorang yang bernama Bahrom.

Akhirnya Abdullah menjumpai dan menemukan seorang laki-laki yang sudah tua, lalu ia bertanya, apakah engkau bernama Bahrom yang beragama Majusi? Orang tua tadi menjawab, ya betul saya adalah Bahrom.

Kemudian Abdullah bertanya lagi, apakah engkau pernah melakukan perbuatan baik menurut Allah? Jawab Bahrom, ya saya pernah melakukan perbuatan baik itu, saya punya empat anak laki-laki dan empat anak perempuan, dan keempat anak perempuan itu saya kawini sendiri.

Abdullah berkata, itu adalah haram, apakah masih ada lagi perbuatan baik lainnya? Jawab Bahrom, masih ada yaitu aku meramaikan perkawinanku dengan keempat anak perempuanku menurut agamaku Majusi. Abdullah menjawab, itu adalah haram, apakah masih ada perbuatan baik lagi?

Jawab Bahrom, ya masih yaitu salah seorang dari keempat anak perempuanku adalah orang yang paling cantik di negeri ini sehingga tidak ada orang laki-laki lain yang sejajar dan serasi dengannya, oleh karena itu aku kawini sendiri dengan walimah menurut agamaku Majusi.

Kemudian pada malam pertama aku menyetubuhinya tiba-tiba ada perempuan Islam tiba-tiba datang kerumahku dan menyalakan lampu rumahku, lalu lampu itu aku matikan lagi dan aku masuk ke kamar, tetapi perempuan Islam itu tadi datang lagi dan menyalakan lampu sebagaimana yang pertama, lalu aku matikan lagi sampai tiga kali.

Ketika itu aku berfikir mungkin perempuan yang datang dan menyalakan lampu rumahku sampai tiga kali itu mata-mata pencuri, lalu aku keluar rumahku dan aku melihat bahwa perempuan yang menyalakan lampu itu sudah pergi dan aku ikuti perempuan itu sampai dirumahnya.

Setelah perempuan Islam itu masuk rumah aku mengintainya dari luar dan aku melihat beberapa anak perempuan kecil yang sedang merengek-rengek kepada perempuan yang datang kerumah saya itu dengan berkata, wahai ibu! mana oleh-olehmu kami sudah tidak tahan lagi menahan lapar, kami lapar sekali.

Mendengar rengekan anak-anaknya, perempuan tadi menangis tersedu-sedu dan berkata, wahai anak-anakku saya malu kepada Tuhan-Ku Allah kalau saya ini minta kepada selain-Nya, apalagi kepada Majusi yang sudah jelas musuh Allah.

Mendengar rengekan anak-anak serta perkataan peremuan tadi, kemudian aku cepat-cepat pulang ke rumahku itu, setelah sampai di rumah aku mengambil penampan dan aku penuhi dengan macam-macam makanan, lalu aku bawa ke rumah perempuan tadi.

Setelah mendengar cerita dari Bahrom itu kemudian Abdullah bertaka, itu adalah perbuatan baik menurut Allah karena kau menolong dan menggembirakan orang yang dalam keadaan susah.

Kemudian Abdullah bin Mubarok menceritakan mimpinya sewaktu dia mengerjakan Haji kepada Baherom, mendengar cerita itu Bahrom langsung membaca syahadat : Asyhadu anla ilaha illallah waasyhadu anna Muhammadar Rasululullah.

Selesai membaca syahadat tiba-tiba Bahrom tertelungkup dan langsung meninggal dunia, kemudian Abdullah memandikannya, mengkafaninya, menyalatkannya, dan menguburnya.

Melihat kenyataan yang semacam itu kemudian Abdullah bin Mubarok berwasiat mengingatkan kepada manusia.
Wahai hamba-hamba Allah! Jadilah kamu semuanya orang yang dermawan terhadap makhluk Allah, sesungguhnya kedermawanan itu bisa menyebabkan musuh-musuh itu menjadi kekasih.

Orang dermawan adalah orang yang suka memberikan hartanya untuk kebaikan, baik kepada orang lain maupun untuk kepentingan agama Islam dengan tanpa mengharapkan imbalan dari manusia.


Syair:

Hormatilah orang-orang yang lebih tua dan kasihanilah anak-anak kecil, dan berbuat baiklah kamu dan damaikanlah orang-orang yang sedang berselisih dan saling diam-mendiamkan antara yang satu dengan yang lain, niscaya kamu akan menjadi mulia.


diunggah oleh Eswede Weanind
editor Eswedewea

Iklan

Kategori:Hikmah, mutiara

Tagged as: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.