Bisnis dan Wirausaha

Sarapan Bubur Lemu Sayur Lethok ala Boyolali

Pagi sarapan bubur lemu dengan sayur lothek masih panas, mak nyuos.

Bubur Lemu menjadi klangenan saat berada di desaku dahulu, yaitu Dukuh Ngemplak, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, terutama saat mudik lebaran. Bubur Lemu tanpa sayur lethok terasa ada yang kurang, meskipun hal ini tentu sesuai dengan selera dan keadaan penikmatnya, misalkan anak kecil atau balita mungkin saja menyantap tanpa tambahan.

Penjual bubur sedang melayani pembeli Bubur Lemu dengan Sayur Lethok (Keluarga Weanind) di Dk Ngemplak, Tawangsari, Teras, Boyolali

Saya, tentu saja berbeda karena saya yang suka sayur lethok (Jawa: jangan lethok). Apabila di kampung saya penjual Bubur Lemu libur, saya sering berburu Bubur Lemu ini yang pertama ke Lor Ketaon (Kec. Banyudono), dan kalau kosong ke Pasar Mojosongo (Kec. Mojosongo).

Ngiras (makan ditempat), itu adalah salah satu alasan saya mencari tempat yang agak jauh, disamping biasanya sambil jalan-jalan keliling kampung mencari udara segar pedesaan.

Menyantap Bubur Lemu Sayur Lothek pakai Suru, ngiras, di Dk Ngemplak, Desa Tawangsari, Kec. Teras, Kab. Boyolali (09/6)

Nikmat disantap menggunakan Suru, sendok terbuat dari daun pisang, di kebun belakang cakruk warung Bubur Lemu ini.

Bubur Lemu

Nama bubur ini saya tanya ke penjualnya, katanya namanya Bubur Lemu. Dan mungkin hampir sama dengan bubur yang lain, cara membuat Bubur Lemu yaitu beras dinanak (dimasak) dengan air yang berlebih sesuai dengan takaran membuat bubur.

Membuat bubur Lemu hampir sama dengan menanak nasi, karena terbuat dari beras, hanya saja airnya tentu lebih banyak ketika menanak nasi, makanya ada peribahasa “Ibarat nasi telah menjadi bubur”.

Adapun cara membuat bubur Lemu cukup simpel atau mudah, tetapi membutuhkan kesabaran, karena harus diaduk terus-menerus agar lumat menjadi bubur.

Bubur Lemu disini dimasak dengan menggunakan kayu bakar, sehingga rasa khas buburnya tampak.

Dimulai dari persiapan, kemudian menanaknya hingga siap disajikan.

Persiapan

Persiapan bisa dilakukan sore harinya, seperti merendam kelapa yang akan diparut, kemudian membersihkan beras dan merendam beras.

  • siapkan beras (biasa) sesuai takaran yang diinginkan,
  • cuci beras dengan air bersih dan kemudian direndam
  • siapkan panci untuk menanak (lengkap)
  • siapkan santan kelapa, secukupnya, lebih banyak santan menjadikan bubur semakin gurih
  • daun salam secukupnya
  • garam halus secukupnya
  • gula pasir secukupnya
  • campurkan santan kelapa yang cair dengan garam dan gula pasir (aduk-aduk hingga rata)
  • memeras santan kelapa dibuat dengan dua model yaitu yang pertama diambil santan yang kental, kemudian dibuat santan yang lebih cari.

Memasak atau Menanak

  • beras bersih dimasukkan ke panci dan diberi (tambah) air secukupnya (ingat masih akan ditambah santai cair)
  • letakkan diatas api (biasa) sambil diaduk-aduk
  • tambahkan garam halus dan gula pasir secukupnya (gula pasir hanya untuk mengimbangi)
  • tambahkan pandan wangi secukupnya
  • setelah dinanak dengan air biasa mulai mendidih, masukkan air santan cair yang sudah diberi garam dan gula, juga tambahkan daun salam sebagai pengharum secukupnya, dan tetap terus diaduk
  • aduk terus hingga lumat, dan tambahkan santan yang kental dan terus diaduk hingga masak (tanak) diatas api kecil atau arang panas.

Bubur terus dipanasi dengan arang (khusus) yang khas di Tawangsari ini, hingga saat disajikan masih panas.

Sayur (Jangan) Lethok

Sayur (Jawa: Jangan) Lethok adalah nama yang diberikan untuk sayur yang terbuat dengan komposisi krecek, tahu goreng kecil-kecil, kacang merah, tempe basi (Jawa: bosok) dimasak kental dengan santan kelapa dan sedikit pedas.

Sajian Bubur Lemu Sayur Lethok

Bubur Lemu dengan sayur Lethok disajikan pada piring biasa, dengan alat santap sendok, bisa juga dengan suru (semacam sendok terbuat dari daun pisang).

Salam

oleh: Eswede Weanind
editor: Eswedewea

Iklan

1 reply »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.