Galeri

Time to Travel “Fremont – California USA”, Cara Mengurus Visa Amerika Serikat

Sahabat Kissparry, kali ini tentang pengalaman cara mengurus Visa perjalanan ke Negeri Paman Sam (USA – Amerika Serikat) yang dalam bayangan susah ternyata mudah, mungkin tips ini membantu Anda.

Kissparry Batam Udin menuliskan berkenaan dengan Time to Travel Fremont California USA, waktu dan cara mengurus izin perjalanan untuk ke Fremont California, bagaimana cara mendapatkan VISA USA, ya… dalam bayangan urusan VISA ke USA Amerika Serikat bisa dikatakan susah-susah gampang, ia pun menggunakan prinsip dasar dengan ibarat “aku iki mung wayang, kon mlaku yo mlaku kon mlayu yo mlayu“.

Sahabat Kissparry, tidak terasa, masa-masa proses tugas dari tempat kerja yang mengharuskan saya tetap berangkat menuju Negeri Paman Sam – USA – Amerika Serikat, tepatnya tugas di perusahaan yang berlokasi di Fremont Negara Bagian California.

Karena itulah perjalanan tersebut memerlukan izin masuk ke negeri Paman Sam berupa Visa USA.

Mengggurus VISA ke USA

Apa itu VISA ?

Untuk bisa bepergian ke negeri Paman Sam USA, juga negara yang lain, kita perlu yang namanya VISA atau surat izin berkunjung ke suatu negara tertentu tersebut. Jadi VISA bisa kita sebut sebagai dokumen yang dikeluarkan oleh suatu negara melalui konsulat atau perwakilan yang ditunjuk untuk memberikan izin kepada seseorang atau individu untuk memasuki negaranya. Kali ini Visa untuk berkunjung ke United States of America (USA) Negara Bagian California.

Seperti apa sih VISA itu ?

VISA sebenarnya hampir mirip dengan passport, hanya saja bedanya untuk mempunyai VISA kita harus memiliki passport terlebih dahulu. Dan VISA tersebut seperti berupa stempel yang akan di CAP pada passport asli atau bisa seperti sticker yang di tempelkan di passport kita.

Untuk VISA USA, sticker seperti diatas akan di bubuhkan didalam passport kita. Dimana yang perlu kita perhatikan adalah jenis Entries nya. 

  • Jenis Entries M adalah Multiple entry. Yakni anda bisa keluar masuk ke negara tersebut kapan saja kita mau sampai batas akhir visa kita.
  • Jenis Entries S adalah Single entry. Kita hanya bisa sekali masuk ke negara tersebut. Hal ini kadang bagi mereka yang melakukan perjalanan dengan keperluan sekali saja.

Proses Pengurusan VISA di Embassy

Perjalanan melakukan proses pengurusan VISA di Embassy bisa sangat melelahkan dan menantang, namun bisa juga sangat menyenangkan.

Sebenarnya tidak semua orang mengalami masa-masa sulit, bingung, stress atau apapun dalam melakukan pengurusan VISA. Namun disini saya hendak berbagi cerita, pengalaman dan kisah dari sisi pribadi. Saya yakin tidak semua orang mengalami masa-masa seperti saya ini.

Kenapa demikian ?

Pertama, saya ditugaskan dari tempat bekerja untuk melakukan permohonan VISA dimana sudah beberapa orang teman sebelumnya mengajukan permohonan VISA ke USA, tapi apa hasilnya? hanya beberapa orang saja yang lolos mendapatkannya, dan banyak sekali diantara mereka yang ditolak atau gagal.

Sebenarnya dimana sih penentu diterima atau ditolak pengajuan VISA kita? ya…, itu ada pada data-data yang kita submit ke online https://ceac.state.gov/ceac/ atau yang bisa kita sebut DS-160, disamping itu yang paling menentukan ialah pada saat wawancara.

Pengisian data online tidak seberapa karena kita masih bisa berkali-kali merevisinya. Namun pada saat sesi wawancara tersebutlah yang menentukan semua hasil dari pengajuan VISA kita nantinya, Gagal atau Sukses.

Saya bercerita dari awal pengisian DS-160 yang mana saya harus mengisi informasi-informasi yang di butuhkan oleh Embassy secara detail dan jelas, untuk isian uraian harus dibuat se jelas mungkin dan runtut tidak asal-asalan.

Disini, karena visi dan misi saya adalah tugas dari perusahaan, sehingga tentunya saya bertujuan utama untuk keperluan perjalanan business dan bukan wisata, meskipun saya menyebut keduanya yaitu bisnis dan wisata.

Setelah melakukan pengisian DS-160 selesai, dan sudah di ajukan melalui online kita harus jelas mau mengurus VISA melalui Embassy Jakarta atau Surabaya.

Untuk embassy Jakarta beralamat di Jl. Medan Merdeka Sel. No.3-5, RT.11/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110, Indonesia

Sedangkan embassy Surabaya beralamatkan diJalan Citra Raya Niaga No. 2, Sambikerep, Kec. Sambikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur 60217, Indonesia.

Kedua, besaran biaya pengurusan Visa tidak dapat diminta kembali atau uangnya ditarik termasuk jika nanti gagal atau tidak diterima permohonan kita, jadi harus bersungguh-sungguh agar uang yang disetor tidak sia-sia atas usaha ini.

Disamping itu kita harus tepat menentukan melalui embassy yang mana agar lancar pengurusan Visa tersebut. Saya memilih Jakarta, yang secara historis mungkin bisa saja sulit tapi bisa jadi mudah.

Mengambil hari pertama pada minggu tersebut, menjadi pertimbangan paling rasional, dengan suasana kerja yang masih fresh selepas liburan akhir pekan.

Risikonya mungkin saja banyak antrian, tetapi secara personal kita khan bisa memilih sendiri waktunya.

Besar Biaya Berapa ?

Kita tentu harus melakukan pembayaran sebagai biaya pengurusan tersebut. Untuk saat ini tahun 2019 biaya per orang adalah IDR Rp 2.300.000 dan uang tidak bisa kembali meskipun hasilnya gagal.

Apa yang Dilakukan Setelah ini!

Setelah pembayaran dilakukan, kita akan diminta menunggu konfirmasi dari pihak konsulat melalui email.

Contoh email sebagai berikut.

Ada juga bukti konfirmasi dari pihak konsulat Amerika Serikat.

Setelah dapat Email terus Melakukan Apa?

Nah, email tersebut adalah bukti bahwa aplikasi pengurusan VISA kita sudah di terima, dalam arti termasuk pembayaran sudah tervalidasi dan lunas.

Jadi dari situ kita baru akan melakukan proses selanjutnya yaitu sesi wawancara. Sesi wawancara adalah kita yang menentukan, dan lebih enaknya adalah kita bisa memilih jadwal sendiri.

Meskipun membuat jadwal sendiri tetapi jadwal yang resmi kapan waktunya wawancara akan di keluarkan oleh pihak konsulat, tanggal berapa dan jam berapa, biasanya berdasarkan pilihan pemohon, tetapi bisa saja tidak sesuai tetapi mendekati.

Disini kita yang memilih serta bisa melihat jumlah pesertanya pada waktu tersebut untuk janji temu atau lebih tepatnya wawancara.

Jika kita berhasil memilih tanggal dan jam yang tersedia, kita akan mendapatkan surat konfirmasi (maaf bukti contohnya ketinggal dirumah) saat kisah ini ditulis, saya sedang berada di luar Indonesia. Adapun dokumen-dokumen yang perlu kita siapkan dan dibawa saat ke Embassy adalah sebagai berikut.

  1. Surat konfirmasi tanggal dan waktu yang telah ditentukan oleh Konsulat Amerika.
  2. Foto 5 x 5 = 3 lembar (jangan mengedit dan mencetak sendiri dengan kertas glossy, kecuali jika anda memang tidak niat mengajukan VISA ya tidak apa-apa, biasanya foto editan menjadi biang ditolaknya permintaan pemohon)
  3. Passport yang masih berlaku dan masa expired maksimal 9 bulan kedepan.
  4. Passport kita sebelumnya (jika ada)
  5. Dan dokumen-dokumen lainnya sebagai penunjang.

Dokumen-dokumen lainnya sebagai penunjang maksudnya apa ?

Maksudnya sebagai faktor persiapan apabila ditanya-tanya saat wawancara, kita sudah siap dengan dokumen yang kita bawa.

Bukannya pada surat konfirmasi diatas hanya disuruh membawa passport?

Iya memang itu minimal syaratnya, tapi apa kita harus ngotot padahal kita yang membutuhkan izin tersebut? jadi intinya “prepare well” untuk keberhasilan. Ingat !! biaya Rp. 2.300.000 tidak bisa ditarik kembali.

Hari menuju Sesi Wawancara

Saya saat itu memilih jadwal pada hari Senin tanggal 7 Oktober 2019 jam 9 pagi. Hari pertama diawal minggu saya memilih waktunya dengan pertimbangan suasana kerja masih fresh setelah liburan akhir pekan, meskipun mungkin resiko antrian banyak.

Ingat!, pada hari dimana kita terjadwal wawancara jangan pernah datang mepet pada jam yang tertera. Karena jam tersebut adalah jam sesi wawancara sedangkan kita masih ada proses- proses sebelumnya. Jadi sangat diharapkan 1 jam sebelumnya sudah sampai ditempat wawancara.

Saat itu saya harus berangkat ke Jakarta satu hari sebelumnya dalam kondisi sendiri tanpa ada rekan kerja satupun. Jadi beban saat itu adalah stress berat, khawatir, takut gagal, takut ini dan itu.

Karena teman-teman sebelumnya sudah banyak (banget) yang gagal, dan tidak tau faktor apa yang menjadikan mereka gagal. Yang jelas dalam pemikiran saya, apapun bisa aja menjadi faktor kegagalan.

Mungkin dokumen kita yang tidak lengkap, mungkin keperluan kita yang tidak rasional atau mungkin juga pada saat wawancara kita yang justru menjadi penyebab utama. Nah itu semua tidak ada yang kami ketahui darimana penyebab kegagalannya.

Yang jelas, saya berfikir dan menganalisa, kawan-kawan ada yang dokumennya jelas dan lengkap hasilnya gagal, ada juga yang fasih bahasa Inggris, hasilnya juga gagal. Jadi saya mengambil kesimpulan, belum tentu karena saat wawancara dan belum tentu karena faktor dokumen.

Jadi faktor apa?? nah itu saya yang tidak bisa menjawab karena saya juga tidak tau. Tapi dalam hati saya yakin, semua atas kehendak Alloh. Dari situ saya yang awalnya stress khawatir ini dan itu, pada malam senin saat berada di kamar hotel “Aryaduta” saya menenangkan diri sambil berdoa dalam hati saya : aku iki mung wayang, kon mlaku yo mlaku kon mlayu yo mlayu, tekan tujuan kekarepane opo ora bagiku gak utomo, ki mung masalah kadonyan, sik penting ora lali karo sik kuoso panggonane nenuwun (saya ini hanya hamba. Disuruh jalan ya jalan disuruh lari ya lari. nyampai ke tujuan keinginannya atau tidak, bagi saya itu tidaklah penting, karena ini hanya urusan dunia, yang penting tidak lupa sama yang Kuasa tempat kita meminta).

Dari situ saya merasa mulai tenang dan tenang meskipun sebenarnya saya tidak bisa tidur sampai jam 3 pagi.

Kadang pertanyaan yang ringan dari penanya, tetapi karena tidak dapat menjelaskan secara runtut. Menjawab apa yang ditanya disertai penjelasan bila perlu, selebihnya diam dan tidak cemberut.

Saya mengambil penginapan “Hotel Aryaduta” yang dekat dengan kantor Embassy dengan harapan tidak terkena macet, dari Aryaduta sampai ke Embassy cukup dengan jalan kaki, dan suasana tentu lebih tenang karena tidak takut terlambat yang disebabkan macet dijalanan.

Pagi hari menuju Embassy USA di Jakarta

Jam 5 pagi saya sudah terjaga dan bangun. Karena takut kelewat maka langsung aja masuk ke “bath tub” berendam air hangat biar segar.

Jam 7 pagi saya turun untuk sarapan pagi. Hanya sebatas ambil secangkir jahe hangat, slice roti dan juga kentang, baru beberapa potong sudah rasanya kenyang. Mungkin efek kepikiran aja jadi selera makan hilang begitu aja.

Pada jam 7.50 saya langsung beranjak menuju ke Embassy, cukup 10 menit menuju Embassy dengan jalan kaki. Disetiap perjalanan hanya doa yang saya punya tidak ada yang lain yang bisa saya andalkan selain kekuatan doa. (Terimakasih Pak Arief yang selama ini selalu membimbing saya untuk selalu berikhtiar dan bermunajat hanya kepada Alloh).

Dalam perjalanan, kaki saya serasa seperti berat, kaku dan seperti mau kram. Namun saya tetap melangkah menuju Embassy (cerita ini bersambung disesi yang lain dimana H-2 mau terbang ke USA, ternyata kaki saya pincang akibat ada urat yang geser).

Proses Wawancara

Saat kita sudah sampai di Embassy USA Jakarta, kita akan ditanya oleh petugas, undangan jam berapa? jika kita datang telat dari undangan maka kita bisa-bisa di suruh pulang. Kalau kita datang lebih cepat dari jadwal, kita disuruh duduk menunggu.

Jadi berapa lama yang cocok untuk datang ke Embassy Jakarta? Ya sekitar 30 menit sebelumnya.

Agar gampang membayangkan urutannya, mungkin saya mencoba membuat urutannya :

  1. Datang 30 menit ~ 60 menit sebelumnya
  2. Pengecekan passport oleh pihak keamanan bahwa kita ada daftar temu
  3. Masuk ke ruangan pertama, pengecekan barang-barang bawaan, mendapatkan tanda pengenal sebagai tamu, serta barang-barang HP, memory card atau sejenis logam lainnya harus ditinggal di ruang ini. Kita tidak diperbolehkan membawa apapun selain berkas pengurusan VISA.
  4. Setelah kita meninggalkan barang-barang kita selain berkas pengurusan VISA, kita akan dikasih nomor locker tempat barang kita disimpan.
  5. Kita akan diminta keluar ruangan dan masuk ke bagian ruangan berikutnya. Kira-kira kita berjalan sekitar 200 meter. Disitu kita bisa tarik nafas sebentar, ada toilet dan kursi duduk disitu, mungkin ada yang mau menghilangkan grogi atau panik, bisa mampir dan cuci muka disini.
  6. Setelah itu, kita akan masuk ke ruangan wawancara. Ada sekuriti disitu yang akan memandu kita dengan ramahnya karena pegawai-pegawai disitu selalu senyum dan ramah.
  7. Setelah itu kita akan mendapatkan nomor antri, sambil menunggu panggilan dari pegawai untuk melakukan sesi sidik jari.
  8. Setelah mendapatkan antrian sidik jari, kita tidak perlu menunggu panggilan. Disitu kita cukup berdiri di depan loket sambil menunggu orang didepan kita selesai.
  9. Kita akan mendapatkan nomor antrian dari proses sidik jari ini. Setelah kita mendapatkan nomor antri, kita cukup duduk sambil menunggu panggilan.

Babak Terakhir Pengurusan VISA

Nah. Disini bagian terpenting dari semua perjalanan permohonan VISA. Ingat, kita tidak bisa memilih siapa yang akan mewawancara kita, juga tidak bisa memilih mau ditanya apa. Semua hak sepenuhnya pihak Embassy.

Bisa jadi kita ditanya pakai bahasa Indonesia tapi bisa jadi juga dalam bahasa Inggris. Pertanyaan-pertanyaan tidak bisa kita tebak.

Untuk saya kemarin, dikarenakan saya mengajukan VISA B1/B2 (Bisnis dan turis), pertanyaannya adalah seputar dunia kerja :

  1. Your job, your position, your purpose to US ?
  2. What company ?
  3. How long you’ve been there ?
  4. Are you married ?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak mutlak, bisa jadi orang lain ditanya dengan pertanyaan lain. Disitu kita harus fokus memperhatikan, mendengarkan serta menjawab untuk meyakinkan pihak penanya.

Setelah itu, kita akan dikasih kertas. Nahh disini yang bikin dag dig dug.

Dapet kertas apa?? pink atau putih?

Apa itu pink apa itu putih?

Sebenarnya itu hanya warna kertasnya saja, tapi warna putih itu isinya adalah mengenai penjelasan dan informasi bahwa VISA anda disetujui, sedangkan kertas pink yaa sebaliknya.

Kalau kita mendapatkan kertas Pink, artinya kita ditolak. Maka passport kita langsung di kembalikan.

Kalau kita mendapatkan kertas putih, berarti kita di setujui. Sehingga passport kita akan kita tinggal di Embassy untuk proses berikutnya.

Pada waktu itu, saya mendapatkan kertas putih sehingga tanpa pikir panjang langsung keluar dan kembali ke hotel, dengan berjalan kaki lagi. Sesampainya di kamar hotel, saya baca isinya, passport saya akan di kirim melalui post setelah process selesai.

Kenapa dikirim melalui pos ?

Ya, karena saat pengisian DS-160 saya memilih untuk dikirim melalui pos. Sebenarnya kita juga bisa ambil sendiri dengan aturan-aturan yang sudah di tulis di kertas putih saat diberikan usai wawancara.

Sehari setelah wawancara, kita akan mendapatkan email sbb :

Email tersebut menginformasikan bahwa passport kita sudah di kirim melalui kurir yang sudah ditunjuk.

Dan ini sebagai akhir bahwa proces pengajuan VISA kita sudah selesai.

Terima kasih, Anda telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat, kalau ada pertanyaan silakan di kolom komentar.

Salam

by Kissparry Batam Udin
editor Eswedewea

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.