Hikmah

Doa dan Ikhlas dalam Menghadapi Cobaan, termasuk ketika Sakit

Sahabat Kissparry, ketika membaca judul tulisan ini apa yang Anda pikirkan, tentu doa dan ikhlas, baik, pertemuan dengan seorang teman yang lebih tua siang ini ada pesan yang dapat dibagikan.

Matahari terbit di Pulau Karimunjawa Kab Jepara Jawa Tengah 2019

Saat saya berjalan dari ruang kantor menuju ke tempat parkir kendaraan bermotor roda dua, yang berjarak lebih kurang 300m, saya berjumpa dengan seorang pria yang sudah setengah baya mungkin umurnya sekitar 63 tahun dan kami saling bertegur sapa karena saya kenal dengan bapak tersebut.

Saya langsung kasih hormat dengan sedikit menunduk, ternyata bapak tadi juga ikutan hormat, tidak lupa saya cium tangan beliau, “alhamdulillah semoga mas Eswede sehat dan kuat, tetap semangat”, ternyata bapak tadi menyapa terlebih dahulu.

“Aamiin… aamiin… aamiin… alhamdulillah… bapa”, ya…. maturnuwun (pangestunipun, dalam hati saya).

Kami pun berhenti sejenak berbincang-bincang sebentar, “Selasa …. jadwal kontrol ya….. Roemani” sapa pak Anwar, bapak tadi biasa dipanggil Anwar.

“Siap…. nggih…”, sambil berhenti saya menjawab, “kulo terusan”, …

“Monggo…. hebat… luar biasa, sehat dan kuat, silakan”

Saya langsung berjalan kearah yang berlawanan dengan pak Anwar, saya meneruskan ke arah barat tempat parkir, sedangkan beliau meneruskan ke arah timur, biasanya ke Masjid dahulu.

Belum sampai di tempat parkir, baru akan menyeberang dipersimpangan jalan, tiba-tiba ada seseorang yang berhenti dengan sepeda motornya, berhenti didepan saya, dan saya berfikir ini tamu atau orang yang ingin bertanya sesuatu.

Maka spontan saya katakan “Monggo… pak…”, saya menyapa bapak yang berhenti didepan saya, maksud saya adalah mungkin ada sesuatu yang bisa saya bantu, dia akan bertanya sesuatu kepada saya.

“Iya…..”, bapak tadi membuka kaca helmnya,
“Alhamdulillah…. panjenengan…. kemarin saya cari-cari pas di Kurantil nggak ketemu…, pripun sehat…..” saya menyapa sambil dalam pikiran saya, tadi pagi dan kemarin aku baru memikirkan bapak ini, saya mendoakan agar beliau tetap sehat, jadi hari ini saya sedikit terkejut… yang saya pikirkan ada didepan saya….

Spontan saya bersalaman sambil tidak lupa mencium tangan beliau tanda hormat, karena ia usianya lebih sepuh (dengan yang pertama), usianya 67 tahun.

“Ini hari Selasa, biasa saya rutin keluar, ada jadwal kontrol rutin RS Roemani Muhammadiyah” saya menyampaikan lebih dahulu.

“Masih rutin kontrol….. ya….” bapak ini menanyakan kepada saya,
“ya…. masih….., Bapak sehat…., alhamdulillah saya sehat, ya… seperti inilah aktifitas masih rutin” balasku

“Alhamdulillah sehat, yang penting ikhlas tentu kalaupun sakit jadi lebih terasa ringan”, dan saya juga ingat jika bapak tersebut pernah terkena serangan strok, namun alhamdulillah beliau sampai sekarang tetap bugar dengan kondisinya, jadinya ukuran sehat ya…

Ia pun menanyakan kondisi keluarga, anak saya, istri saya dan tentu saya jelaskan detil dan ringkas.

Lama di RS Roemani ya…., tanyanya
Biasanya selepas Maghrib sudah atau Isya di rumah.
Ini pulang dulu atau langsung, diantar atau sendiri, bertanya lagi
Aku jawab “pulang dulu naruh tas, makan, sholat, dan ke rumah sakit diantar oleh istri…, meskipun diantar tapi saya yang “nggoncengke

“yo… ora popo….”

Dadi sing penting ikhlas nglakoni ora mengeluh, insya Allah itu jalan memudahkan pengampunan dari Tuhan atas kesalahan, beliau memberi nasehat lagi, “dadi awake dewe kudu ikhalas marang Gusti, iku paringane Gusti Allah”

Nggih…. (ya….)

“Aku aktif di kegiatan sosial keagamaan, non profit, ikut ngurusi sekolahan” katanya.
“Ya… pak ada kegiatan dan aktivitas….”, saya mempertegas.

Kegiatan ngaji (pengajian) ya… aja lali…, koyo awakku ngono wis tuwo dadi kudu luwih sregep..

Nggih….. alhamdulillah saya ada kegiatan bulanan (mingguan)…

Ya… apik kuwi…, ya wis ya donga dinonga, seger kwarasan, salam kanggo keluargamu…

“Nggih donga-dinonga matur nuwun”

Jalan kampus dekat parkiran PKM (5 Nov 2019)

Saya kemudian menyeberang, tetapi ingat untuk ambil gambar dulu, “foto-foto….”
Oiya… bapak ini biasa dipanggil Indra, pak Indra.

Doa pun kita harus ikhlas, kita serahkan kepada yang Maha Kuasa akan hasilnya, namun jika pun harus ada usaha atau ikhtiar maka itu harus dilakukan.

Pentingnya doa adalah untuk memohon, yang terpenting adalah tidak lupa untuk memohon dan berdoa, dan tidak lupa memohon ampun.

Salam, semoga bermanfaat.

oleh Eswede Weanind
editor Kissparry

Iklan

Kategori:Hikmah

Tagged as: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.