Sahabat Kissparry, bagi Anda yang sudah berada di era 1980an maka akan mengenal lagu Sahabat Pena dari Boy Sandi, yang kali ini lagunya jadi bonus tulisan.

Seperti kita tahu bahwa kemajuan teknologi informasi di dunia akan terus berkembang, dan ini tentu tidak lepas dari kemajuan elektronika sederhana hingga sekarang kita kenal yang namanya digital.

Kala itu komunikasi dengan saudara yang bertempat tinggal berjauhan satu-satunya adalah dengan surat menyurat melalui layanan jasa kiriman kantor pos, perusahaan jasa swasta belum ada. Begitu pula sahabat pena!

Ayanaz Gedongsongo, Bandungan di area Candi Gedong Songo,
Dok. Kissparry 2020, model Amalia Rindu Dihati (ARD)

Sewaktu di desa dahulu, ibu saya diceritani sama ibunya (berarti nenek saya), ndok nanti ana radio sing metu gambare. Ini kan di desa, kala itu mungkin di kota-kota besar memang sudah ada televisi, atau setidaknya ada kabar yang beredar ada radio yang keluar gambarnya.

Maksudnya mungkin akan mengatakan kelak disini juga ada radio yang ada gambarnya.

Pasalnya televisi dan siaran komersial sudah dikembangkan pada tahun 1920-an, tentunya di negara-negara maju.

Sabahat Pena

Dahulu era sebelum 2000, hubungan teman sekolah, teman ketemu di perjalanan, dan lainnya dilanjutkan dengan surat menyurat, dan dikenallah sebagai sahabat pena.

Persahabatan itu biasanya bisa mandeg lantaran surat nggak nyampai-nyampai ditempat tujuan dan entah kemana, bisa hanya sampai kecamatan atau di desa.

Itulah yang bikin kita dibuat deg-degan menunggu balasan surat yang pernah kita kirimkan.

Berhentinya mungkin sahabat pena kita itu sudah pindah alamat dan suratnya berhenti untuk beberapa waktu lamanya, bisa tahunan atau lupa membalasnya, saat pindah alamat maka akan putus sudah komunikasi dengan mereka.

Setelah sekian lama tidak komunikasi, tiba-tiba disuatu kesempatan dapat nyambung lagi, ternyata memang saling mencari, terlebih era sekarang ini.

Itu akan berbeda dengan sahabat pena yang tinggalnya di perkotaan, mungkin bisa akan berlangsung lama banget, contohnya seorang teman yang bercerita yang menginspirasi tulisan ini, Ia masih komunikasi dengan sahabat penanya lebih dari 50 tahun …. wah ini luar biasa. Mungkin sudah jadi kakek-nenek…. iya benar.

Namun saya sendiri memiliki sahabat bahkan saudara yang saya cari sampai sekarang tidak ketemu.

Setelah era 2000an ada telepon genggam, tetapi belum meraja lela seperti sekarang, kemudian komunikasi sudah berubah dengan pesan singkat atau yang dikenal dengan SMS. Ini sampai sekitar tahun 2015an.

Lagu Sahabat Pena oleh Boy Sandi, penyanyi ganteng di era 1980an – MP3 diambil dari Selekta Pop TVRI. JK Record.

Sahabat SMS

Sahabat SMS adalah lanjutan dari sahabat pena, mulai tahun 2000 – 2014 an, dimulai dari lingkup terbatas hingga kemudian meluas, mungkin tahun 2000 – 2005 masih ada sahabat pena.

Ada pula yang generasi mulai sahabat SMS tanpa melalui sahabat pena, namanya saja dunia komunikasi semakin maju dan berkembang.

Sahabat Medsos

Sahabat Medsos adalah lanjutan dari sahabat SMS, dan generasi milinial mungkin hanya mengenal sahabat medsos.

Itu tandai dengan kemunculan Android dan WhatsApp. Sementara Facebook yang didirikan tahun 2004 belum berefek seperti sekarang ini.

WhatsApp berdiri 2009 dan sampai Indonesia beberapa tahun kemudian itupun di kalangan terbatas, karena harga smartphone selangit, baru mulai akhir tahun 2015 sudah ada Android yang murah.

Android dirilis 2008 dan sampai di Indonesia yang hampir semua orang punya belum lama, sedang diera sekitar 2015 – 2016.

2016 lebih meluas lagi, dan semakin meluas era 2018 hingga sekarang. Maka mungkin persahabatan semakin samar-mamar, jika boleh dibilang istilahnya yaitu sahabat medsos.

Oleh karena itu kemudian ada istilah Japri (jalur pribadi) —-

Video konferen bisa semakin mudah, sehingga komunikasi dengan saudara atau dengan sahabat bisa semakin cepat.

Purbalingga – Bengkulu – Jakarta – Semarang
melalui video panggil WhatsApp

Melacak Kerabat yang Putus Komunikasi

Saat ini dengan berbekal smartphone dan aplikasi medsos, mulailah pelacakan keberadaan sahabat, teman, dan saudara yang mungkin hilang kontak atau kehilangan jejak.

Dalam pelacakan dan pencarian tersebut, bisa ketemu dan bisa tidak ketemu, namun dengan adanya Medsos hal-hal seperti ini sangat terbantu.

Semoga bermanfaat.

oleh Eswedewea
editor LikKasjo

1 Komentar »

  1. Saya era Sahabat SMS saja tidak nemui, tapi berarti Sahabat Medsos
    Tidak masuk ke Sahabat SMS karena waktu itu nggak boleh pakai HP saat sekolah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.