Macam Macam Tanda Waqaf (Pemberhentian Bacaan) dalam Alquran yang Harus di Pahami

Terdapat 14 tanda waqaf (pemberhentian bacaan) dalam Al-Quran! Ada beberapa yang bersifat khusus misalnya La (لا) ini tidak boleh berhenti, kemudian tanda mim ( مـ ) berarti wajib berhenti, sedang jika ketemu tanda tho ( ﻁ ) diharuskan sekali berhenti.

Seringkali masih banyak yang kurang memahami bahwa membaca Al-Quran tidak hanya harus memahami huruf hijaiyah saja. Akan tetapi, juga mengerti akan tanda baca dalam Al-Quran seperti halnya tanda titik dan koma pada abjad. Salah satunya yaitu mengenai macam-macam tanda waqaf (pemberhentian).

Peserta tahsin berfoto bersama tutor tahsin Badko LPQ Kecamatan Candisari Kota Semarang (23/2)

Agar lebih mengenal tanda-tanda waqaf ini, berikut penjelasan tentang macam-macam tanda waqaf yang harus diketahui dalam membaca Al-Quran.

1. Tanda La (لا)

Tanda ini disebut juga dengan waqaf la washal. Tanda waqaf ini mempunyai arti tidak boleh berhenti sama sekali. Sehingga, apabila menemukan tanda baca ini di tengah bacaan atau ayat, maka tidak boleh untuk berhenti.

Akan tetapi jika tandanya terdapat pada akhir ayat, maka diperbolehkan untuk berhenti pada akhir ayat tersebut. Contoh dari waqaf ini bisa dilihat pada surat Nahl ayat 32.

2. Tanda mim ( مـ )

Ini merupakan tanda dari waqaf lazim yang merupakan tanda yang mewajibkan untuk berhenti di akhir kalimat dengan sempurna. Lalu, tanda ini juga tidak memiliki kaitan dengan kalimat setelahnya.

Hal tersebut membuat kalimat sebelumnya tidak harus memiliki hubungan dengan kalimat setelahnya. Contoh tanda waqaf ini dapat dilihat pada sura Al-An’am ayat 20.

3. Tanda sad ( ﺹ )

Tanda sad dikenal sebagai waqaf murakhas yang menunjukan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti. Akan tetapi, tanda ini diperbolehkan untuk berhenti jika keadaan darurat tanpa mengubah makna dan artinya sama sekali.

Saat bertemu dengan tanda ini, boleh berhenti jika sudah kehabisan napas atau ayatnya terlalu panjang. Contoh dari waqaf ini yaitu seperti pada surat Al-Baqarah ayat 187 dan 189.

4. Tanda sad lam ya ( ﺻﻠﮯ )

Tanda waqaf keempat ini adalah singkatan dari kata al-wasl awlaa yang maknanya washal atau meneruskan bacaan maka itu lebih baik.

Apabila Mad bertemu waqaf ini di dalam bacaan, maka teruskanlah bacaan tersebut tanpa mewakafkannya dan itu jauh lebih baik.

5. Tanda qaf ( ﻕ )

Tanda qaf memiliki singkatan qeela alayhil waqf yang artinya telah dinyatakan boleh berhenti di waqaf yang sebelumnya.

Sehingga, akan lebih baik apabila Anda meneruskan bacaan meskipun boleh diwakafkan.

Baca juga : Belajar Tajwid Alquran Mulai dari yang Sederhana

6. Tanda sad lam ( ﺼﻞ )

Tanda sad lam adalah singkatan dari ‘qad yoosalu’ yang artinya kadang boleh diwasalkan atau boleh diteruskan (bersambung).

Sehingga, akan lebih baik apabila berhenti meskipun terkadang juga boleh untuk diwasalkan.

7. Tanda qif ( ﻗﻴﻒ )

Waqaf ini juga dinamakan waqaf mustahab. Ini merupakan tanda waqaf yang lebih diutamakan untuk berhenti.

Tanda ini biasanya akan ditemukan di kalimat saat pembaca meneruskannya tanpa harus berhenti.

8. Tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ )

Tanda waqaf sin mengartikan bahwa Anda harus berhenti seketika tanpa mengambil nafas terlebih dahulu.

Dengan kata lain, makananya yaitu pembaca harus berhenti seketika tanpa mengambil nafas yang baru agar bisa meneruskan bacaan kembali.

9. Tanda kaf ( ﻙ )

Tanda kaf adalah singkatan dari kadzaalika yang memiliki makna serupa. Waqaf ini ditandai oleh huruf kaf dan memiliki makna serupa dengan waqaf yang sebelumnya.

Sehingga, saat bertemu dengan tanda ini, sebaiknya menyamakannya dengan waqaf sebelumnya.

10. Tanda mu’anaqah/muraqabah ( … …)

Tanda waqaf satu ini disebut sebagai waqaf muraqabah (waqaf ta’anuq) yang artinya terikat. Biasanya wakaf ini muncul sebanyak 2 kali di manapun. Cara membacanya yaitu, harus berhenti pada salah satu tanda tersebut.

Sehingga, jika sudah berhenti di tanda pertama, maka tidak perlu berhenti di tanda kedua dan begitupun sebaliknya.

11. Tanda waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ )

Tanda waqfah ini memiliki maksud yang sama dengan waqaf saktah, dimana suatu tanda yang mewajibkan untuk berhenti sejenak tanpa harus mengeluarkan nafas terlebih dahulu (tidak bernafas).

Akan tetapi, untuk tanda waqfah ini, diharuskna untuk berhenti lebih lama tanpa adanya pengambilan nafas.

12. Tanda tho ( ﻁ )

Ini disebut juga sebagai waqaf Mutlaq. Saat bertemu dengan tanda ini, pembaca diharuskan sekali untuk berhenti.

Contohnya bisa dilihat pada surat Al-Qaashsash ayat 77. Bisa juga melihat contohnya pada surat Al-Mulk ayat 2, 3, dan 6.

13. Tanda jim ( ﺝ )

Tanda ini disebut sebagai waqaf jaiz. Saat bertemu dengan tanda ini, pembacanya boleh berhenti dan juga boleh melanjutkan.

Contohnya bisa dilihat pada surat Al-Baqarah dan Al-Qadar ayat 4.

14. Tanda zha ( ﻇ )

Tanda zha ini cara membaca akan lebih baik jika tidak berhenti. Namun, sebaiknya pembaca terus melanjutkan bacaan ke kalimat selanjutnya.

Peserta Mabit Ramadan dari TPQ Nur Hidayah (arsip)

Itulah penjelasan tentang macam-macam tanda waqaf yang harus diterapkan saat membaca ayat Al-Quran. Dengan adanya tanda waqaf ini, tentunya akan lebih memperbaiki dan memperindah bacaan kita.

Baca juga : Belajar Tajwid Alquran Mulai dari yang Sederhana

Dikutip dari Idntimes dan dari berbagai sumber

editor Eswedewea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.