Ingin Lumban ning Kedung (Mandi di Sungai) Airnya Jerih, Ayo ke Welo Asri Petungkriyono Kab. Pekalongan

Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan terdapat National Nature Heritage, didalamnya ada sungai (Kedung gedhe) Welo dengan air yang sangat jernih, diberi nama Welo Asri, dan kali ini saya akan tunjukkan kepada Anda lokasi tersebut.

Setelah kita menemukan tulisan National Nature Heritage, bersiaplah dengan jalan berliku naik turun, kemudian melalui seperti berjalan di kawasan hutan tropis, pokoknya asyik, tinggal menikmati indahnya alam sehingga sepanjang jalan kita bisa menikmati suasana kesejukan.

Pastikan kondisi kendaraan Anda juga sehat, atau setidaknya kondisi rem harus siap dengan jalananan menurun.

Bagi Anda yang ingin bernostalgia menemukan sungai yang jernih masa lalu, dapat digunakan untuk lumban (mandi) silakan berkunjung ke Welo Asi Petungkriyono.

Jalan (dalam) Menuju Welo Asri Petungkriyono

Welo Asri terletak di Desa  Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, dari Kota Pekalongan jaraknya sekitar 33 km ditempuh sekitar 70 menit.

Arahkan perjalanan ke Kecamatan, namun sebaiknya coba langsung cek di maps (peta) agar tidak bolak-balik. Misalnya akan ke Welo Asri ya langsung disebutkan di Welo Asri, jangan Petungkriyono setelah sampai baru diarahkan ke Welo Asri.

Perjalanan dapat ditempuh dengan beberapa rute, sebagai contoh saya dan rombongan dari Tegal (Slawi) kemudian mengambil jalan jalur tengah atau jalur selatan tidak menggunakan jalur pantura.

Selama perjalanan menuju lokasi (sudah di Petungkriyono) saya tidak menemukan hewan liar berkeliaran, namun kita tetap harus waspada apabila tiba-tiba ada binatang yang melintas didepan kita.

Dalam perjalanan menuju Welo Asri kita akan disuguhi grojogan-grojogan kecil yang jumlahnya banyak mencapai sekitar 10 buah, menjadikan kita semakin bersemangat untuk segera sampai di lokasi.

Jalanan naik turun berkelok terkadang ekstrim, mengharuskan pengendara tetap berhati-hati.

Menuju ke arah Welo Asri akan dihadapkan jalanan yang relatif sempit, sehingga tidak direkomendasikan bagi pengguna mobil besar.

Saya tidak mengamati secara langsung, apakah ada jasa angkutan semacam ojek, apabila ada pengunjung menggunakan kendaraan berbadan lebar (besar).

Sebagai contoh saat kita mengunjungi kawasan wisata Dieng dengan armada bus besar, harus dilangsir dengan kendaraan yang lebih kecil untuk sampai ke kawasan.

Saat tiba dilokasi suasana cukup cerah dengan sedikit mendung, sehingga kami diperbolehkan meneruskan masuk dalam kedung gedhe (sungai).

Hal ini mungkin akan berbeda, jika kondisi hujan atau cuaca sedang sangat mendung.

Disini juga ada peringatan dini jika di hulu sungai sedang turun hujan.

Tarif HTM Sangat Murah

Wisata lumban ning kedung gedhe Welo (Welo Asri) tidak dipatok dengan tarif yang mahal.

Kami, dengan motor 3 buah dan 4 orang hanya di tarik sebesar Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah) sudah termasuk biaya parkir.

Menurut saya, tarif ini diberikan untuk mengembangkan sarana prasarana, seperti taman, tempat ganti, dan sarana penunjang lainnya.

Mandi di Sungai (Lumban ning Kali/Kedung Gedhe)

Ditempat Anda mungkin tidak mendapati air sungai nan jernih, silakan mencoba berkunjung untuk menikmati kesejukan air sungai alami dari sumber mata air pegunungan disini.

Kita bebas memilih tempat untuk mandi, silakan mengatur atau menentukan sendiri.

Pada kondisi air yang cukup dalam telah disediakan tali melintang diatas sungai. Tali ini sebagai penanda jika kedalaman sungai lebih dari 100 cm, disamping itu tali juga bisa untuk pegangan.

Sebelumnya saat di Batang sedang turun hujan, dan saya memperkirakan disini juga habis turun hujan semalam, tetapi airnya masih sangat bersih.

Ini mungkin di hulu tidak ada persawahan dan permukiman, sebab jika ada persawahan dan permukiman sangat mungkin airnya menjadi keruh.

Atau pada saat ada tanah yang longsong akan mungkin airnya menjadi keruh.

Bebatuan yang ada di sungai tersebut, sangat mungkin dapat berfungsi sebagai penyaring, sehingga airnya tetap jernih.

Kami sangat menikmati kondisi ini, airnya jernih, segar dan bersih. Semoga kondisi ini terus terjaga.

Jika kita perhatikan, bebatuan disini dipakai sebagai pembendung (bendungan) yang menjadikan kedalaman sungai bisa lebih dalam lagi.

Perhatian…!

Kondisi musim penghujan harus hati-hati, dan selalu mengikuti arahan dari petugas, terutama apabila terjadi hujan di daerah hulu sungai.

Salam

oleh Alifiansyah
editor Eswedewea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.