Marilah Kita Belajar Menghafal Nama2 Surat Dalam Al Qur’an Dengan Cepat Melalui –Cerita sebagai berikut.
Lanjutkan membaca Belajar Menghafal Nama Surat dalam Al-Qur’an melalui CeritaArsip
Baygon vs Kompor Gas
Maaf copas lagi, sebagai pengingat
Baygon vs Kompor Gas
❌♨♨❌♨♨
PENTING UTK DIBACA
Kecelakaan mengejutkan terjadi. Seorang ibu rumah tangga tewas akibat luka bakar berkelanjutan di dapur. Suaminya juga dirawat di rumah sakit, cedera karena terbakar saat mencoba menyelamatkan istrinya.
Kronologi kejadian :
Kompor gas menyala saat memasak. Istri melihat kecoa berada di cucian piring dekat kompor. Secara naluri sang isteri ambil semprotan pembunuh serangga lalu disemprotkan. Tiba-tiba terjadi ledakan!
Dalam waktu singkat tubuh wanita malang tersebut diselimuti api, terbakar dengan kondisi luka bakar 65%. Sang suami mendengar ledakan bergegas menghampiri dan mencoba untuk memadamkan api dan… Namun pakaiannya ikut terbakar.
Pertolongan datang dari tetangga dan langsung di evakuasi ke RS.
Suami terbaring di RS, krn luka bakar, tidak mengetahui kalau istrinya telah meninggal saat tiba di RS.
Pelajarannya :
Bahwa semua semprotan pembunuh serangga mengandung pelarut yang sangat mudah menguap dan terbakar. Nano partikel semprot yang dikabutkan dpt menyebar dengan sangat cepat dan satu percikan api sudah cukup untuk meng-eksplosir “kandungan” dengan Oksigen yang terdapat di udara.
Peringatan ke 2 :
Saat listrik padam jangan sekali-kali menyemprot nyamuk di dekat lilin yg menyala. Dalam hitungan detik akan terjadi ledakan dan dapat menyebabkan tabung semprotan serangga ditangan meledak juga.
Hal yang sama untuk pewangi ruangan yang disemprotkan. Pelarutnya mudah menguap dan eksplosif. Agar dibaca petunjuk keselamatan di kemasannya, dapat meledak pada suhu 50 derajat celcius.
Jangan simpan saja info ini. Silakan berbagi. Siapa tahu Anda dapat menyelamatkan orang lain………🐞🐜🕷
Jgn lupa peringatkan org2 yg di rmh, terutama yg sering didapur..
Semoga Bermanfaat….
Post: Entik @baakk
Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan
Begini Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan._
Sebarkan ya…
_Biar penipunya pada kapok !
Seringkali kita mendapat SMS penipuan yg menyatakan :
- Anda menjadi pemenang kuis
- Segera transfer ke ATM terdekat
- Papa/Mama kok belum pulang
- SMS yang pura2 nyasar tentang transfer uang
- Mama minta pulsa
- Anak kecelakaan
- Anak sakit
- Agen pulsa super murah
- dll…
Jgn kita biarkan, saat ini ada cara utk menanggulanginya :
- TELKOMSEL Format SMS : penipuan#nomor penipu#isi SMS tipuan dan kirim ke 1166
Contoh : Penipuan#0812123456#selamat anda mendptkan 1 unit mobil Avanza dari Telkomsel poin dst…
…lalu kirim ke _1166
- XLFormat SMS : Lapor#Nomor yg di gunakan utkmenipu#kasus yg di keluhkan lalu kirim ke _5883
-
INDOSATFormat SMS : SMS(spasi)Nomor pengirim SMSpenipuan(spasi)isi SMS penipuan, kirim ke _726
Jika sudah lebih dari 2 orang yang melaporkan SMS penipuan, maka nomor tersebut segera diblokir secara permanen oleh operator.
Layanan ini GRATIS !
Kemudian
Jika Anda mengalami penipuan dalam _“TransaksiONLINE” cukup kirim kronologis dan No. Rekening si penipu ke email :
_*cybercrime@polri.go.id*
POLRI akan langsung bertindak dengan memblokir ATM si penipu & melacak keberadaannya untuk di tindak sesuai hukum.
Share ke teman2 yg lain utk membantu mencegah maraknya penipuan dengan Modus Online dan simpan BC ini setiap minggu kalo sempat kita kirim BC ini ke keluarga, teman2 di contact kita, supaya mereka tidak menjadi korban penipuan.
Semoga bermanfaat… 🙏🙏🙏
Post: Endang @Kondhe
HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA
HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA
(Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania)
Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.
Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.”
Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.
Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tsb mengerti benar, pukulan dari guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.
Peristiwa yang terjadi di Jordania pada pekan lalu dan dimuat di salah satu surat kabar Malaysia ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi kita semua sebagai orangtua. Meskipun kita tidak tahu persis kejadiannya secara detil, tetapi ada hikmah yang bisa kita petik bersama.
Dulu, saat kita “nakal” atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah “memukul” kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani. Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.
Lalu saat kita menjadi orangtua di zaman sekarang… tak sedikit berita orangtua melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai. Bukan mendidik…… Fungsi pendidikan sudah hilang karena tidak adanya kerjasama antara guru, orang tua dan masyarakat.
Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh wali murid seperti yang dialami teman-temannya. Sudah beberapa guru di Sumatera Selatan dilaporkan wali murid hingga harus berurusan dengan polisi.
Di bantaeng guru disel…. di Jawa Tengah guru sd mencubit siswanya dipidanakan… semuanya atas nama HAM… Undang2 perlindungan Anak…. tapi ketika moralitas hancur akhlak generasi bobrok pernahkan HAM dan dedengkotnya membuat aksi nyata menuntut perbaikan moral & akhlak anak bangsa ???.
Semoga tulisan ini, bagi kita para orangtua atau wali murid, bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan sebuah generasi masa depan. Bukan hubungan atas dasar transaksi yang rentan lapor-melaporkan.
Mohon di share ke grup lain.. Kalo ada cuma di grup yg banyak gurunya gak bakal ada gunanya.. Bukan mencari pembenaran Tapi hanya membuka fakta.. tuk Indonesia Raya yang Berjaya dan Berdaulat….
Post: Endang Asih @baakk_Unnes
Generasi yang LIMITED EDITION
Golden Memories…
Yang lahir/Angkatan Tahun 1960-1970 an
(yang umur mendekati 50 tahun juga masih masuk)
Sekadar Anda tahu.
Kita yang lahir di tahun 1950-60-70an, adalah generasi yang layak disebut generasi paling beruntung.
Karena kitalah generasi yang mengalami loncatan teknologi yang begitu mengejutkan di abad ini, dengan kondisi usia prima.
Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati riuhnya suara mesin ketik.
Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari laptop kita.
Kitalah generasi terakhir yang merekam lagu dari radio dengan tape recorder kita.
Sekaligus kita juga menikmati mudahnya download lagu dari gadget.
Kitalah generasi dengan masa kecil bertubuh lebih sehat dari anak masa kini, karena lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, galasin, gobak sodor yang adalah permainan tiap hari akrab dengan kita.
Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game di gadget.
Masa remaja.
Kitalah generasi terakhir yang pernah mempunyai kelompok/geng yang tanpa janji, tanpa telepon/sms tapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi.
Karena kita adalah generasi yang berjanji cukup dengan hati.
Kalau dulu kita harus bertemu untuk tertawa terbahak-bahak bersama.
Masa Kini.
Kini kitapun tetap bisa ber “‘wkwkwkwk”
😄😃😀😝😛😜😂”
Di grup Facebook/whatsApp.
Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana.
Juga bersepeda motor menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala.
Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik yang membayangi kita.
Kitalah generasi terakhir yang pernah merasakan nikmatnya nonton TV dengan senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah channel sana sini.
Kita adalah generasi yang selalu berdebar-debar menunggu hasil cuci cetak foto, seperti apa hasil jepretan kita.
Selalu menghargai dan berhati-hati dalam mengambil foto dan tidak menghambur-hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil wajah yang jelek.
Saat itu hasil dengan wajah jelek kita menerimanya dengan rasa ikhlas.
Ikhlas dan tetap ikhlas apapun tampang kita di dalam foto.
Tanpa ada editan camera 360 photoshop atau beauty face.
Betul-betul generasi yang menerima apa adanya.
Kitalah generasi terakhir yang pernah begitu mengharapkan datangnya Pak Pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati.
Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tapi kita adalah generasi yang LIMITED EDITION.
Kita adalah generasi yang patuh dan takut kepada orang tua (meskipun sembunyi-sembunyi nakal) tapi kita generasi yang mau mendengar dan komunikatif terhadap anak cucu.
Itulah kita…. selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita terima
Anda generasi itu?
Bagikan ini…
Biar yang belum tahu menjadi tahu. Biar yang pernah tahu tetap ingat kalau mereka tahu dan menikmati lagi indahnya masa lalu yang tidak semua generasi tahu….
Indahnya waktu itu…
Post: Indah @kodhe @kissparry