The Miracle of June

Barangkali orang bisa berteriak, ”Wah, hebat banget!” Atau, ”Bukan main!” Bahkan, ”Luar biasa!” Apanya? Kali ini, akan saya kemukakan keluarbiasaan bulan Juni dalam sejarah Indonesia. Siapa mau menyanggah dasar negara kita, Pancasila, nyata-nyata diluncurkan presiden pertama, Ir Soekarno, 1 Juni, pada pidato ”Lahirnya Pancasila”?

Setelah terjadi perbedaan paham mengenai kapan lahir Pancasila, akhirnya secara resmi Presiden Joko Widodo pada 2016 memutuskan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan menyatakan pula sebagai hari libur nasional. Apa ora hebat? Selanjutnya saya buka rahasia sebagian besar presiden Indonesia yang lahir bulan Juni, meski dengan zodiak berbeda-beda. Mau tahu?

Soekarno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901, dan berzodiak Gemini. Dialah presiden pertama yang diangkat KNIP. Presiden berdasar UUD RIS juga kelahiran Juni. Siapa? Soekarno! Presiden kedua atas dasar UUD Sementara 1950 juga Soekarno — presiden RI setelah kudeta yang dilakukan Soekarno atas dasar kudeta 1959. Saat itu yang jadi ketua MPR pun dilahirkan Juni, yaitu Bung Karno, sang pemimpin besar revolusi. Hara, apa tumon?

Siapa presiden pertama pada masa Orde Baru?

Soekarno digulingkan Jenderal Soeharto atas nama Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Lalu, sang jenderal diangkat MPR di bawah pimpinan Jenderal Nasution. Presiden itu pun dilahirkan Juni, 8 Juni 1921, dan berzodiak Gemini. Sama dengan Bung Karno. Apa ora hebat? Juni lagi kan? Presiden berikutnya, yang dipilih MPR selama enam kali pemilihan umum berturut-turut, dijabat tokoh dengan hari lahir dan zodiak yang sama. Ternyata orangnya sama.

Believe it or not? Hebat juga bulan Juni. Setelah Soeharto dilengserkan MPR yang sebelumnya selalu memilih dia sebagai presiden, kedudukan presiden dijabat wakil presiden, BJ Habibie. Siapa beliau? Dia pun dilahirkan Juni 1936, tetapi berzodiak Cancer (25/6).


istana2
Istana Kepresidenan

SUDAH berapa presiden RI kelahiran Juni? Hitung saja. Sejak presiden pertama berdasar UUD 1945, berdasar demokrasi liberal, berdasar demokrasi terpimpin, berdasar Supersemar, pilihan MPR hasil pemilu berturut-turut, dan pada zaman awal reformasi. Yang masih hebat presiden yang sekarang menjabat. Dia hanya disebut presiden ketujuh. Padahal bukan, melainkan yang kebeberapa belas.

Dia tak lain tak bukan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, Ir Joko Widodo. Dia juga lahir 21 Juni 1961. Zodiaknya pun sama dengan presiden masa Orde Lama dan Orde Baru, yakni Gemini. Juni lagi, Juni lagi. Wallahu’alam.

Akan tetapi yang lebih hebat lagi pada bulan Juni, siapa pun sang presiden, telah menempatkan Pancasila sebagai dasar negara yang dilahirkan pada 1 Juni 1945 di bawah kepemimpinan presiden siapa pun, baik Juni maupun bukan. Ternyata ada beberapa negara menggunakan angka sebagai dasar utama kehidupan berbangsa seperti yang kita kenal sebagai Pancasila.

Misalnya, Prancis, yang dianggap mampu mendirikan negara demokrasi pertama di Eropa setelah peristiwa pembongkaran Penjara Bastille. Mereka mendasari pembangunan bangsa dengan semboyan liberte, egalite, fraternite yang berarti kemerdekaan, kesamaan, dan persaudaraan.

Memiliki Pancasila sebagai dasar ideologi dan perjuangan, sebagian pejuang di negeri China yang tak menyukai ideologi komunisme, mendirikan negara nasionalis yang dipimpin Sun Yat Sen. Mau tahu namanya?

Mereka mendirikan negara baru di Taiwan dengan semboyan Sun Min Chu I yang berarti Tiga Prinsip Perjuangan Rakyat. Pertama, minzu, nasionalisme. Kedua, minquan, demokrasi. Ketiga, minsheng, prinsip yang berkait dengan kesejahteraan rakyat atau sosialisme. Satu hal penting, mereka menyatakan bukan negara agama.

Prinsip-prinsip itu sudah kita rumuskan bagi Indonesia, yakni Indonesia yang hendak dibangun untuk menjawab permintaan penjajah Jepang dalam sebuah kongres kesepakatan bernama Dokuritsu Junbi Cosakai. Apa isinya?

Kita semua hafal, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kemudian kita tahu, negara tetangga, Malaysia, yang tetap berbentuk kerajaan, memiliki juga dasar negara: Lima Rukun Negara, yang terdiri atas Kepercayaan kepada Tuhan, Kesetiaan kepada Raja dan Negara, Keluhuran Perlembagaan, Kedaulatan Undang-undang, serta Kesopanan dan Kesusilaan.
Hidup Pancasila!
Bravo Juni!
Sayang, saya tidak lahir bulan Juni.
Jadi tak mungkin jadi presiden. Ha-ha-ha-ha…

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. (44)

GAYENG SEMARANG : Oleh Abu Su’ud (Prof. Dr.)
Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/the-miracle-of-june/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s