Ultah ke-97 Usmar Ismail Dirayakan Google Doodle

Siapa yang dirayakan ulang tahunnya hari ini oleh Google, Dialah Usmar Ismail yang lahir di Bukit Tinggi Sumatera Barat, 20 Maret 1921, berarti mestinya hari ini beliau berulang tahun yang ke-97. Usmar Ismail terkenal sebagai sastrawan dan budayawan, dan terkenal sebagai sutradara film. Oleh sebab itu Google Doodle mengenangnya, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang satu ini.

Ilustrasi oleh Google Doodle, Usmar Ismail yang lahir 20 Maret 1921 (Ultah ke 97) masih ditampilkan dalam wajah gambar hitam putih alias belum full color sedang memegang kamera shoting film. Tentu hal tersebut, sesuai keadaan masa itu, pada masa kejayaannya dari sinematografi Usmar Ismail, yang dikenang kelahirannya hari ini dikenang oleh Google Doodle dan masyarakat dunia.

Usmar Ismail
Google Doodle – Perayaan Ulang Tahun Usmar Ismail ke 97

Sejarah singkat Usmar Ismail seperti dikutip dari ensiklopedia.kemdikbud.go.id, bahwa Usmar Ismail mula-mula dikenal sebagai penyair kemudian sebagai penggiat di bidang sandiwara, dan aktif di bidang perfilman.

Dia lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 20 Maret 1921 dan meninggal secara mendadak karena stroke pada tanggal 2 Januari 1971 di Jakarta.

Usmar Ismail _merahputih
Usmar Ismail (foto merahputih.com)

Pendidikan yang pernah ditempuhnya adalah HIS, MULO B, AMS-A II sampai tahun 1941. Pada tahun 1952 Usmar Ismail mendapat beasiswa dari Yayasan Rockefeller untuk belajar film di Amerika menjadi Sarjana Muda Jurusan film di UCLA (University of California in Los Angeles) 1953. Sajak-sajak Usmar Ismail dikumpulkan dalam Puntung Berasap dan naskah sandiwaranya dalam Sedih dan Gembira (Jakarta: Balai Pustaka, 1948).

Pada masa pendudukan Jepang ia menjadi wakil kepala bagian Drama di Pusat Kebudayaan. Di situ ia melakukan langkah-langkah pembaharuan di bidang sandiwara. Bersama kakaknya, Dr. Abu Hanifah, dan para seniman dan intelektual, serta seniman muda masa itu, seperti Cornel Simanjuntak, mereka mendirikan perkumpulan sandiwara “Maya”. Para pemainnya, antara lain, adalah Rosihan Anwar dan H.B. Jassin.

darah-dan-doa
Film Darah dan Doa (Usmar Ismail) – foto citymagz – Istimewa

Karya film Usmar Ismail, antara lain, adalah Darah dan Do’a (1950), Enam Djam di Yogya (1951), Kafedo (1953), Krisis (1953), Lewat Djam Malam (1954), dan Tamu Agung (1955).

Melalui filmnya yang berjudul Darah dan Doa, Usmar Ismail mendapat tanggapan yang baik dari kritikus dan dunia kesenian sebagai tokoh pembaharu seni film Indonesia. Salah satu filmnya yang berjudul Kafedo mendapat pengaruh Amerika.

Lewat-Djam-Malam-Usmar-Ismail
Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail (foto job-like.com – Istimewa)

Film berikutnya yang menggambarkan perubahan sosial dan mendapat sukses komersil berjudul Lewat Djam Malam (1954). Film ini dibuat berdasarkan cerita/skenario Asrul Sani. Melalui film ini, Usmar Ismail berhasil mengubah permainan artis dan aktor ke dalam gaya akting yang terbebas dari gaya sandiwara yang sangat mempengaruhi akting film Indonesia saat itu, dan menghasilkan akting yang kreatif.

Artikel-artikel yang pernah ditulis oleh Usmar Ismail antara lain adalah “Drive-In” Theatre: Tempat Muda-Mudi Bercanda dan Bercumbu” dimuat di Star News No. III, hal 17-19 (1953), “Film sebagai Media Dakwah”, “Sari Soal Dalam: Film Indonesia”,”Sejenak Dengan: Elia Kazan”, “Sejenak Dengan: Willdiam Wyler”, dan “Usmar Mengantar: Meninjau Dunia Film”.

Penghargaan yang pernah diterima oleh Usmar Ismail, antara lain,
(1) Piagam Diploma Di Partecipazionale Mostra Internazionale D` Arte Cinematografica yang dianugerahkan kepada Usmar Ismail oleh Presidente Biennale di Venezia pada tahun 1959;
(2) Piagam Widjajakusuma yang dianugerahkan kepada Usmar Ismail oleh Presiden Republik Indonesia (Soekarno) pada 17 Agustus 1962;
(3) penghargaan warga teladan yang dianugerahkan kepada Usmar Ismail oleh Gubernur DKI Djakarta pada tanggal 22 Juni 1971.

Penghargaan lain yang menggunakan nama Usmar Ismail sebagai tonggak perkembangan kebudayaan adalah
(1) Piala Citra Usmar Ismail dianugerahkan kepada Penulisan Kritik Film Terbaik oleh Panitia FFI pada tahun 1982,
(2) Piala Citra Usmar Ismail diberikan untuk Penulisan Kritik Film Terbaik pertama kali pada Festival Film Indonesia Tahun 1982,
(3) piagam Dewan Film Nasional (DFN) yang dianugerahkan kepada Usmar Ismail oleh Menteri Penerangan (Harmoko) pada 6 Agustus 1985,
(4) piagam Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Utama dianugerahkan kepada Usmar Ismail oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 30 Juni 1996.

Piagam Tanda Kehormatan Satyalencana Kebudayaan dianugerahkan kepada Usmar Ismail oleh presiden Republik Indonesia pada tanggal 06 Agustus 1997.

Sebagai penghargaan terhadap ketokohannya dalam dunia film pemerintah DKI Jakarta mendirikan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail yang diresmikan penggunaannya pada 20 Oktober 1975 dan organisasi pengelolanya ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Nomor D.III-4835/7/75 tanggal 24 Agustus 1975.

Biodata

Usmar_Ismail_Kesusastraan_Indonesia_Modern_dalam_Kritik_dan_Essai_1_(1962)_p30
Usmar Ismail (Wiki – Istimewa)
Lahir: 20 Maret 1921, Bukittinggi
Meninggal: 2 Januari 1971, Jakarta
Pasangan: Sonja Hermien Sanawi (m. 1944–1971)
Anak: Irwan Usmar Ismail, Fadia Ayesha Ismail, Heidy Hermia Ismail, Nina Surachman, Nureddin Ismail
Orang Tua: Siti Fatimah, Datuk Tumenggung Ismail

Karya Film Selengkapnya :

  • Harta Karun (diangkat dari karya Moliere) (1949)
  • Tjitra (berdasarkan naskah dramanya) (1949)
  • Darah dan Doa (1950)
  • Enam Djam di Djogja (1951)
  • Dosa Tak Berampun (1951)
  • Terimalah Laguku (1952)
  • Kafedo (1953)
  • Krisis (1953)
  • Lewat Djam Malam (1954)
  • Lagi-Lagi Krisis (1955)
  • Tamu Agung (1955)
  • Tiga Dara (1956)
  • Delapan Pendjuru Angin (1957)
  • Asrama Dara (1958)
  • Pedjuang (1960)
  • Toha, Pahlawan Bandung Selatan (1961)
  • Amor dan Humor (1961)
  • Anak Perawan di Sarang Penjamun (1962)
  • Bajangan di Waktu Fadjar (1962)
  • Holiday in Bali (1963)
  • Anak-Anak Revolusi (1964)
  • Liburan Seniman (berdasarkan naskah dramanya) (1965)
  • Ja, Mualim (1968)
  • Big Village (1969)
  • Ananda (1970)

Referensi :

  • ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Usmar_Ismail
  • id.wikipedia.org/wiki/Usmar_Ismail
  • Google

Kissparry (WN)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s