Candi Borobudur dan Anjangsana Jogja Sehari Bersama Tokoh (RW.IX) Tegalsari Semarang

Kissparry Semarang pagi ini (15/7) mendapat undangan dari pengurus RW.IX Kel. Tegalsari Kec. Candisari Kota Semarang untuk anjangsana dan halal bihalal ke Jogjakarta bersama dengan tokoh masyarakat RW setempat.

Anjangsana hampir sama dengan gathering (Inggris) atau rihlah (Arab), dengan menggunakan kata anjangsana maka tentu ada tujuannya seperti juga rihlah, sementara gathering itu cenderung bebas.

Dikarenakan Kissparry Wea ada kegiatan lain di kantor tempat sehari hari mencari nafkah alias bekerja, maka kepesertaannya diwakilkan Kissparry Jr2 Taufik, tentu dengan ditemani Ny Kissparry Wea atau Weanind’s.

03Andrian_ 2018-07-15at065943_cop
Suasana Perjalanan dari Semarang ke Jogjakarta dan Borobudur dalam rangka Anjangsana Silaturahmi

Kalau begitu Kissparry Semarang termasuk tokoh masyarakat wilayah setempat ya…, mungkin bisa dikatakan seperti itu, setidaknya juga pernah jadi Ketua RW di wilayah ini, meskipun bisa di katakan kurang berhasil.

Menurut pengakuannya hanya satu misi, yaitu jalan harus tembus antara Elisabeth hingga Sriwijaya terhubung sehingga lalu lintas lancar, kalau ada tamu bermobil bisa masuk, akunya.

Disamping itu warga harus mulai berfikir mandiri dan bisa perupaya untuk maju bersama, lanjutnya bapak yang biasa dipanggil abi ini, yang saat ini didapuk sebagai Kepala TPQ di mushola terdekat.

Perjalanan Semarang – Yogyakarta

Suasana selama perjalanan tentu merupakan suasana yang riang gembira, setidaknya untuk refreshing dalam hati yang gembira dengan meninggalkan beban pekerjaan sehari-hari, sejenak.

a_bus_Nugroho_IMG_20180715_072850
Bus Pariwisata NUGROHO, tetangga saja, pemiliknya juga sudah kenal karena Saudara dari tetangga Kissparry

Setelah berdoa bersama, sekitar pukul 06.33 perjalanan dimulai dari tempat berkumpul di depan Rumah Sakit Elisabeth Semarang, dengan dua bus pariwisata besar Nugroho yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Perjalanan akan terasa nyaman sekali dikarenakan bus besar ini hanya berisi 41 tempat duduk, penumpang benar benar dimanjakan, nyaman dalam segala suasana.

Nampak juga hadir bersama rombongan bus pertama, Lurah Tegalsari beserta jajaran pimpinan kelurahan, jajaran pengurus RW dan pengurus RT, masing-masing sekalian atau sarimbit.

Lurah Tegalsari (Sri Martini, SSos,MA) berserta jajaran pimpinan kelurahan lainnya ikut dalam rombongan tersebut, menambah hangat suasana, di samping juga tentunya ada kebanggaan tersendiri.

02-lurah-2018-07-15-at-065612.jpeg
Lurah Tegalsari beserta jajaran pimpinan kelurahan lainnya dalam Anjangsana ke Jogjakarta

Selama perjalanan diharapkan semua peserta dapat menikmati perjalanannya, yang biasa bernyanyi boleh bernyanyi riang, sarana dan prasarana tersedia. Sebagai contohnya Ketua RW.IX Tegalsari (Satimin) pun melantunkan beberapa buah lagu.

Menurut informasi peserta kumpul 05.30 dan berangkat sekitar pukul 06.00 waktu setempat, namun sepertinya sudah menjadi kebiasaan dalam hal waktu pasti ada toleransi kedepan yang berarti molor.

Memang yang namanya anjangsana atau rekreasi dan atau wisata itu dapat dipastikan seperti itu, tidak perlu tergesa-gesa, apabila ada peserta yang terlambat maka agenda acara cepat bisa juga disesuaikan secara cepat. Sampai terjadi pembatalan salah satu agenda acara bahkan lebih.

01 Karaoke_2018-07-15 at 065338
Ketua RW.IX Tegalsari melantunkan beberapa lagu sebagai contoh agar yang lain nggak usah sungkan-sungkan selama perjalanan

Kabarnya dilanjutkan nanti, ditunggu ya… foto-foto dan cerita menarik sehari di Jogjakarta ini. Eh… maaf, nggak ada kiriman foto baru yang jelas, terkait anjangsananya…. kontributor masih asyik dengan jreng-jrengnya kata orang Malaysia. Disamping juga, karena bukan panitia, jadi fotonya bisa dibilang sekenanya.

Anjangsananya ke mana? Salah satunya, yaitu ke salah satu Ketua RW periode sebelumnya yang memiliki tempat tinggal di Jogjakarta.

Baca Juga :

Sampai di Tempat Anjangsana

Sekitar pukul 10.25 waktu setempat sampai di Jogjakarta dimana disinilah tujuan anjangsana, silaturahmi, dan halal bihalal. Dikediaman tokoh masyarakat RW.IX Tegalsari yakni Drs. H. Soegiyanto SMS (Ketua RW.IX ke-5).

Rombongan dari Semarang terdiri atas Lurah Tegalsari dan pimpinan lainnya, Ketua LPMK Tegalsari, Ketua RW dan tokoh masyarakat setempat, disambut hangat penuh kekeluargaan dan keakraban.

aIMG_20180715_102551
Pendopo rumah tinggal di Jogjakarta

Acara anjangsana silaturahmi dimulai, dan berlangsung dengan hikmah, diakhiri pemberian cinderamata, dan acara ramah tamah.

aIMG_20180715_110229_BURST1
Pemberian Cinderamata kepada Tokoh yang di Kunjungi
tampak dari kiri gambar Ketua RW.IX Tegalsari (Satimin), Soegianto SMS, Lurah Tegalsari (Sri Martini), dan Ketua LPMK Tegalsari (Satiman). 15/07/2018 Pendopo

Wisata Alam Sekitar dan Wisata Belanja

Tetap asyik jalan-jalan di tepian sawah, dengan air gemericik, terlebih airnya sangat jernih. Akan tetapi karena ini air irigasi tentu berbeda dengan air gunung yang sama-sama jernihnya.

a_Sawah_Selokan_irigasi_Sleman_IMG_20180715_113302
Berjalan-jalan di tepian sawah dan ladang yang sedang menghijau, dengan air jernih gemericik

Setidaknya suasana semakin asyik dan santai, untuk memanjakan mata sejauh mata memandang warna hijau alami, sawah dan ladang disekitar sini.

aSawah_parit_Sleman_IMG_20180715_113252

Sambil melihat-lihat pohon salak pondoh dari dekat, namun sayang tidak bisa memetik langsung karena harus berjalan ke tengah. Pohon salak banyak berduri, sehingga harus hati-hati.

a_Pohon_Salak_pondoh_sleman_IMG_20180715_113136
Pohon Salak Pondoh, wisata alam
a_Salak_Sleman_IMG_20180715_113525
Pohon Salak Pondoh yang terkenal, dan memang banyak durinya

Masing-masing peserta dapat satu bungkus salak pondoh sebagai oleh-oleh, dan apabila ada yang membeli tambahan, maka ditempatkan pada wadah yang sudah dipersiapkan oleh panitia.

a_Salak_pondoh_IMG_20180715_115634
Buah Salak Pondoh yang dipersiapkan untuk rombongan, sedang yang dimasukkan dalam wadah (karung beras) adalah milik peserta yang menambah belanja sendiri
Kissparry Weaninds juga termasuk yang belanja tambahan

Untuk memudahkan koordinasi, tidak belanja sendiri-sendiri, setiap peserta sudah diberikan satu kantong salak pondoh. Bila berangkat berdua, maka juga dapat 2 kantong.

Wisata ke Candi Borobudur di Magelang

Siapa yang tidak kenal Borobudur, ya… tentu ada, namun sebagai orang Jawa Tengah tentu tidak asing dengan Candi Borobudur.

Untuk masuk ke kawasan Candi Borobudur termasuk menerapkan peraturan ketat, dan setiap barang bawaan diperiksa oleh petugas keamanan.

a_Borobudur_IMG_20180715_153945
Kawasan Wisata Candi Borobudur, Desa Borobudur Magelang Jawa Tengah

Salah satu yang tidak boleh dibawa masuk ke lokasi kawasan candi adalah makanan dan minuman. Apabila membeli makanan dan minuman di dalam candi diperbolehkan, tapi mesti ekstra harganya karena termasuk kontribusi harga untuk kebersihan dan pajak-pajak.

 

a_Borobudur_sisi_depan_IMG_20180715_155151
Candi Borobudur sisi Depan, tampak Kissparry Jr2 (lagi main gadget) dan Kansa yang tidak tau kalau diambil gambarnya

Candi Borobudur masih banyak dikunjungi oleh turis mancanegara, atau orang Jawa bilang untuk mereka adalah orang-orang bule, berkulit putih.

a_temple_borobudur_central_Java_IMG_20180715_162208
Turis Asing di Candi Borobudur

Itulah sekilas anjangsana kali ini, semoga informasi ini bermanfaat.

Oleh Kissparry
Editor Kissparry Wea
Gambar koleksi pribadi Weanind

Baca Juga :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s