Babat Supat

Desa Tenggulang Baru menjadi Sentra Telor

Dalam rangka menggiatkan pertumbuhan ekonomi, pemuda Desa Tenggulang Baru, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan (Eks. UPT 5 Air Tenggulang), bergotong-royong membuat kandang ayam petelur.

Ini merupakan awal percontohan yang nantinya akan dilanjutkan ke seluruh warga Desa Tenggulang Baru.

Gotong royong membuat kandang ayam petelor, di Desa Tenggulang Baru, Kecamatan Babat Supat, Musi Banyuasin, Sumsel

Selain menambah kegiatan dan usaha berkebun kelapa sawit, usaha ternak ini sangat cocok di daerah ini.

Dengan 300 KK Desa Tenggulang Baru, pemasaran hasil telur yang diproduksi tidak harus keluar desa, akan tetapi kedepannya memungkinkan menjangkau desa-desa sekitar. Ada 4 (empat) desa terdekat disekitar Desa Tenggulang Baru, yakni Desa Sumber Jaya (berbatasan langsung dan hanya terpisahkan oleh saluran skunder), Desa Tenggulang Jaya, Tabuan Asri serta Bandar Tenggulang (+/- 5 km)

BUMDES akan berperan penting disini, selain sebagai pengepul dan pemasaran tuntunya sebagai mitra sekaligus manajemen usaha masyarakat baru tersebut.

Potensi usaha lain di Desa Tenggulang Baru diantaranya Budidaya Ikan Darat dan Ternak Sapi, kedua potensi ini sangat cocok dikembangkan disini, secara umum Desa Tenggulang Baru merupakan daerah pasang surut dan sudah didukung dengan parit baik tersier di setiap depan rumah warga, skunder sebagai pembatas blok, dan Primer merupakan muara dari parit tersier dan skunder yang dapat digunakan sebagai kolam keramba.

Parit Tersier Per KK : 2 m x 50 m, secara tidak langsung setiap KK (Kepala Keluarga) memiliki kolam 100 m2. Apabila parit-parit tersebut bersih dari rumput dampak dikelola maka sirkulasi air pasang akan lancar.

Memang tidak seluruh jenis ikan dapat berkembang baik disini, untuk blok J dan I kondisi air sedikit asam, di kedua blog ini dapat dijadikan kolam keramba dengan jenis Ikan Gabus, sedangkan untuk blog G, H, E, D, C, B dan A dapat dikembangkan beberapa jenis ikan.

Seperti kita tahu bahwa ikan gabus saat ini sudah memiliki nilai jual yang tinggi, sebagian masyarakat menyebut ikan gabus dengan ikan kotes, ada pula yang menyebunya ikan kutuk, karena ikan ini terbukti membantu menyembukan luka.

Sedangkan Ternak Sapi alasannya, rumput sebagai sumber makanan sangat melimpah disini. Sumber pakan lain yaitu limbah daun kelapa sawit.

Khusus untuk Ternak Sapi, dari kotoran dan air kecing sapi merupakan bahan untuk kompos dengan dipadu limbah pelepah sawit dan gulma. Dari kompos juga menjadi sumber pupuk perkebunan kelapa sawit serta dapat menjadi sumber penghasilan baru.

Sumber Foto : FB Samsul Muarifin

Diunggah Lik Kasjo
Editor EswedeWea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.