Berita Utama

Istighosah dan Pengajian Akbar Sambut Ramadhan Forum Umat Islam RW.IX Tegalsari Semarang

Kissparry Weanind berkesempatan meliput aktivitas Istighosah dan Pengajian Akbar dalam rangka menyambut Ramadhan tahun 2019.

Acara ini dihadiri ratusan warga di wilayah RW.IX Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang, juga hadir Lurah Tegalsari dan perangkat kelurahan. Acara Istighosah dan Pengajian Akbar diawali dengan hiburan rebana moderen Al-Khoiriyah hingga peserta pengajian memenuhi area yang kebetulan diberi turun hujan rintik-rintik, yang sorenya didahuli hujan agak deras, padahal desain pengajian dengan lesehan.

Namun, acara tetap berjalan dalam kondisi hujan rintik-rintik, peserta tetap antusias, bahkan ada yang membawa payung. Alhamdulillah, tidak sampai hujan deras.

Istighosah dan Pengajian Akbar Forum Umat Islam RW.IX Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang (20/4/2019)

Acara istighosah dan pengajian akbar kemudian dimulai dengan bacaan Alquran Surat Yaasin, dilanjutkan tahlil dan bacaan Asmaul Husna, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup Rasulullah.

Dalam pembacaan ini juga masih diiringi rebana Al-khoiriyah, yang bermarkas di Masjid Al-Iman RW.IX, TPQ Al-Khoiriyah, binaan Ustadz Muh. Khoiri.

Qiroah dan Sambutan

Selanjutnya acara resmi dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang disampaikan oleh Ustadz Sulam Kasim, kemudian diteruskan sambutan Ketua Panitia.

Istighosah dan Pengajian Akbar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan

Rangkaian acara seremonial berikutnya adalah sambutan lainnya ialah Ketua Forum Umat Islam RW.IX sekaligus Ketua RW.IX Kelurahan Tegalsari, dan sambutan Lurah Tegalsari, Sri Martini SSos MA.

Dalam sambutannya panitia hanya menyampaikan terima kasih kepada hadirin dan seluruh warga yang telah membantu sehingga terselenggaranya acara tersebut, dan mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan.

Sementara itu Ketua FUI – RW, menyampaikan bahwa RW.IX sudah semakin berkembang maju dan sejajar dengan wilayah lainnya. Mari kita sambut Ramadhan dengan penuh harap mendapatkan ridho Allah SWT.

Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mensukseskan Pemilu dengan lancar aman, tutupnya.

Lurah Tegalsari Candisari, Sri Martini, menyampaikan penghargaan yang tinggi dan bangga atas terselenggaranya acara Istighosah Akbar, juga terima kasih atas terlaksananya Pemilu yang aman dan kondusif, tanggal 17 April yang lalu.

Lanjutnya, mohon seluruh warga meningkatkan dan menjaga kesehatan lingkungan, terlebih-lebih saat ini masih musim hujan.

Terkait dengan Kelurahan Tegalsari yang ditunjuk mengikuti lomba, kelurahan punya program satu rumah lima pohon jahe. Jahe merupakan salah satu taman toga, yang kita unggulkan, paparnya.

Tausiyah, Siraman Rohani

Beberapa lagu mengalun menghibur pengunjung sambil istirahat, juga menunggu penceramah yang masih dalam perjalanan.

Siraman rohani tausiyah agama Islam disampaikan oleh Ustadz Drs. KH. Muhammad Masrori dari Kabupaten Semarang, dengan pengantar menggunakan bahasa Jawa dengan sedikit campuran bahasa Indonesia.

Intisari dari ceramah yang beliau sampaikan yaitu mengupas tentang pentingnya mempersiapkan Ramadhan (yang menjadi tema dari panitia penyelenggara) melalui pendekatan ruh dan jasat, dikupas dari filosofinya (bahasa Arabnya ilmu ma`rifat).

Lebih lanjut, bahwa ruh juga berarti nyawa sedangkan jasat berarti juga raga atau badan, kalau bahasa umumnya jasmani dan rohani.

Dengan memiliki nyawa (ruh) maka seseorang memiliki cinta, senang, suka, duka, sakit, dan lainnya, sebaliknya bila manusia tidak memiliki nyawa maka semua hal diatas tidak ada, bahkan tidak berarti, dan ketika manusia meninggal dunia kemudian ditanya malaikat Mukar dan Nakir, berarti saat ditanya di alam kubur itu ada kehidupan.

Oleh sebab itu mari kita menyiapkan bekal untuk kehidupan yang akan datang. Jadi, ruh atau nyawa itu akan hidup terus dan hanya berpindah alam, sebut saja mulai dari alam kandungan lalu di alam dunia, kemudian ke alam kubur, serta alam akhirat.

Apabila raga (badan) diberi makan, maka ruh (nyawa) juga harus diberi makan, analoginya seperti itu, paparnya.

Sehingga, kalau raga atau badan tidak diberi makan sehari saja tubuh jadi lemas, demikian halnya ruh atau nyawa tidak diberi makan sehari tentu saja juga lemas.

Ruh perlu diberi makan sesuatu yang penting yaitu yang dapat digunakan untuk hidup dikemudian hari yang selamanya tersebut, yaitu ada tiga, pertama shodaqoh, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, da anak saleh yang mau mendoakan kedua orangtuanya.

Bahasa yang digunakan bahasa Jawa, ditunggu ya

Gambar akan disusulkan kemudian, semata-mata untuk loading yang enteng, mohon ditunggu.

Salam.

Iklan

Kategori:Berita Utama

Tagged as: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.