Babat Supat

Banjir Tenggulang Baru dari Sudut yang Berbeda

Seperti kabar banjir sebelumnya, pagi ini (29/4) debit air banjir di Desa Tenggulang Baru Kec. Babat Supat tidak semakin surut dan sebaliknya semakin naik, tetapi banyak kisah lain yang terjadi dari banjir ini.

Salah satunya seperti yang dialami kawan kita TPN, saat bangun tidur dan keluar rumah benda kesayangannya yang semula berdapingan setiap saat dijumpai tinggal satu, tidak tau terbawa arus kemana, dicari ke sekitar belum tampak. Padahal itu benda kesayangannya yang mengantarkan kemana-mana dengan aman tidak takut duri dan tajamnya kerikil di jalan. Ialah telumpah (Jawa) atau sandal (Indonesia).

Dua hari sebelumnya 1 ember (bak) pakaian yang biasanya diletakkan di tempat mandi, saat bangun tidur sudah tidak ada ditempatnya, pencarian pun dilakukan setelah beberapa saat diketahui ember (bak) tersebut terdampar di rumah tetangga, ia bergerak sendiri mengikuti arus air yang kelihatannya tenang tetapi ternyata bergerak dan mengalir.

Satu ini yang fenomena yang berbeda, dengan santainya seorang duyung terdampar di salah satu warga menikmati siaran televisi, apa tidak takut masuk angin, weleh-weleh!.

Menjadi wahana kolam renang dadakan bagi anak-anak, dengan suka cita mereka bermain air, berenang kejar-kejaran tanpa berfikir resiko yang akan terjadi, karena daerah ini merupakan daerah pasang surut yang setiap depan rumah terdapat parit dan kolam yang dalam untuk mengontrol air yang pasang.

Prosesi shalat jenazah yang terpaksa dilakukan di atas genangan air banjir, seperti yang dilaksanakan di rumah duka Blok I Tenggulang Baru kemarin pagi, klik beritanya Shalat Jenazah Diatas Genangan Air, Banjir, di Tenggulang Baru, Sangat Mengharukan.

Harapan warga banjir segera surut, dan solusi normalisasi parit Primer, sekunder serta pihak perkebunan kelapa sawit melakukan hal yang sama, sehingga kalau hujan air tidak meluap ke perkampungan penduduk.

Parit primer adalah sungai buatan prinsipnya sebagai parit dengan lebar sekitar 8 – 10 meter, oleh sebab itu bisa disebut sungai. Sedangkan parit sekunder adalah saluran air merupakan parit pembatas blog, parit tersier berada ditiap-tiap depan rumah warga , parit primer lebarnya sekitar 8 – 10 meter.

Salam,

oleh Lik Kasjo
editor EswedeWea

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.