Rasanya Menginjakkan Kaki di Negeri Paman Sam, Pengalaman Pertama Banyak Hikmah

Setelah saya mengisahkan Seperti Berjalan di Lorong Waktu, dalam Kegelapan Malam Tampak Sinar Matahari Dikejauhan saat Pesawat ke San Fransisco, kali ini merupakah pengalaman selanjutnya.

Malam itu terasa seperti mimpi saja, pertama menginjakkan kaki di Bandara Internasional yang sangat megah, yang mungkin hanya lewat film-film bisa melihatnya. Kali ini benar-benar saya berada disini. Saya sudah sampai di Negeri Paman Sam.

Memang terasa berbeda, tidak seperti ketika ke Singapore yang sudah sangat sering, bahkan kadang sebulan sekali atau dua kali, seperti hanya pergi ke kota sebelah. Ya, karena memiliki kantor di Singapura.

International Airport San Fransisco

Alhamdulillah puji syukur atas nikmat dan keselamatan yang telah diberikan, sehingga perjalanan dari Changi, Singapore sampai ke San Fransisco akhirnya mendarat dengan selamat pada jam sekitar pukul 21.00 waktu setempat dan tanggal yang sama.

Kelihatan aneh berangkat pada tanggal 20 Oktober 2019 pukul 21:00 sampai nya juga pada tanggal dan jam yang sama.

Tiket Perjalanan Changi SGP menuju San Fransisco, CA

Lihat dan perhatikan dalam tiket penerbangan saya, Departure: 20 October 21:00 Changi Singapore (terminal 2) lalu kedatangan atau tiba, Arrival: 20 October 21:05 San Fransisco Intl San Francisco.

Namun, lamanya terbang yaitu 15 jam dan 5 menit, meskipun disini tampak hanya terbang 5 menit saja. Hal tersebut dikarenakan perbedaan waktu yang ada.

Didalam pesawat ini kebetulan saya duduk di deretan kursi tengah paling belakang dimana sebelah kanan adalah orang Vietnam dan sebelah kiri orang Meksiko tepatnya kursi No. 40B sehingga bisa leluasa melihat seluruh kondisi penumpang didepannya.

United Airlines, Boeing 787-9

Hal yang mungkin belum pernah saya lihat selama naik pesawat yaitu etika dan disiplin yang yang patut diacungi jempol.

Pesawat sudah landing dan sudah berhenti saya segera melepas sabuk pengaman, pikirku segera ambil tas di kabin. Kok semua pada diam, kenapa ya ?. 

Ternyata, semua penumpang paling depan (group A) beranjak sambil membawa tas keluar, dilanjutkan bagian belakangnya (group B) baru group C atau bagian kami secara urut beranjak satu baris ambil barang di kabin terus berjalan rapi dari depan sampai pada bagian saya yang kategori paling belakang.

Dalam benak saya, kenapa budaya sebaik ini susah untuk kita ditiru?, Dan biasanya kami sebagai penumpang pada berusaha mau turun duluan tanpa memperhatikan penumpang lain, padahal kalau saya pikir toh semua juga akan menuju pintu keluar bandara.

Setelah keluar dari pesawat, 2 teman saya sudah menungguku karena memang kursi saya paling belakang, sehingga kami harus sedikit agak panik karena terlalu besarnya bandara hanya untuk mencari tempat keluar.

Baca juga : Time to Travel “Fremont – California USA”, Cara Mengurus Visa Amerika Serikat

Bro, Sis…. Kita sampai San Fransisco… kalian sadar gak sih ??? ledek kami bertiga sambil tersenyum menuju salah satu tulisan untuk berfoto sejenak.

Welcome to San Fransisco

Itulah teman-teman yang siap bertempur dan belajar di negeri Paman Sam. Dari paling kiri adalah Mbak Miranti dari bagian Supply Chain dan yang paling kanan adalah Mas Kristanto dari bagian Maintenance. Saya sendiri Udin Elvisalvito.

Berjalan menyusuri lantai dengan karpet tebal membawa kami sampai pada bagian pintu keluar, kami pun harus antri dengan tertib untuk melakukan administrasi dan stampel passpor.

Hal yang mungkin sedikit menggelitik saat saya menyodorkan passpor untuk di stempel ke petugas imigrasi bandara, dengan sapaan ramah ala Amerika, sedikit nasehat darinya bahwa disini sangat dingin tidak seperti Asia dan ditutup dengan kalimat “happy holiday”.

Setelah ambil bagasi, kamipun beranjak menuju pintu keluar, langsung disambut dengan pria kulit hitam rapi dengan jas dan dasi nya memegang tab bertuliskan nama salah satu dari kami. Waduh, kami kok disambut begini ya pikirku.

Sudah tidak lagi memikirkan kami harus mencari jalan menuju penginapan yang sudah dipesan sebelumnya.

Perjalanan Bandara Int’l San Fransisco ke Homewood Suites by Hilton

Dalam perjalanan dari Bandara menuju tempat menginap membutuhkan waktu sekitar 30 menit sesekali candaan kami berbisik, kalau kita kesasar kira-kira gimana ya?

Hampir pukul 22.00 waktu setempat, tibalah kami di tempat tujuan yaitu “Homewood Suites By Hilton” tepatnya di Newark, Fremont CA.

Senyum ceria kami disambut teman-teman yang sudah terlebih dahulu berada disana bisa sampai dalam keadaan sehat dan selamat, tak lupa sambutan suhu udara yang saya tidak tau waktu itu suhu berapa, yang jelas sangat kedinginan sekali.

Administrasi dibagian penerima tamu, langsung kami diarahkan menuju kamar masing-masing dan saya kebagian kamar 250.

Foto diambil pada pagi hari nya jam 11.00 dengan suhu 10 derajat

Lelah perjalanan kami sudah berlalu, perjuangan malam pertama di negeri paman Sam adalah menahan rasanya dingin dan menyadari bahwa kami kesini bukan untuk liburan, kami disini membawa beban tugas yang sangat berat untuk menimba ilmu dari negeri paman Sam untuk kemudian dibawa ke negeri sendiri.

Baca juga : Daylight di California USA Pertama, Bangun Tidur Sedikit Panik

Pesan yang disampaikan sebelum berangkat adalah “Selamat berjuang, Kalian kesana berada di hutan belantara, hanya diri sendiri yang harus mencari jalan keluar saat kamu tersesat”.

Pesan yang sangat dalam dan saat itu saya benar-benar belum mengerti maknanya hingga akhir perjalanan ini.

Dengan sedikit keyakinan bahwa di daerah yang baru kita harus menyesuaikan diri secepatnya, apalagi hidup di negeri orang, kita pelajari budayanya, terutama budaya kerja, sebab status bepergian bukan ‘holiday’ tetapi sebagai utusan perusahaan untuk menimba ilmu, belajar sambil bekerja.

Yang lebih membuat tenang, karena ada beberapa Warga Negara Indonesia ada disini ditempat yang sama, meskipun karakteristik bidang kerjanya berbeda-beda.

Sahabat Kissparry, inilah sekelumit pengalaman saya menginjakkan kaki pertama di Negeri Paman Sam di Negara Bagian California.

Semoga ada manfaatnya.

Salam.

oleh Elvisalvito Udin
editor Eswedewea

3 replies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.