Sahabat Kissparry, tentang Rapid tes kita perlu mengetahui seluk beluk tentang tes Covid-19.

Istilah rapid tes ini menjadi ngetren berhubungan dengan pandemi Covid-19, padahal mungkin tes ini sudah sering dilakukan sebelumnya.

Bahkan, dengar-dengar tes semacam ini sudah dikenakan/diwajibkan sejak jauh hari sebelum merebaknya virus korona kepada pasangan calon pengantin baru yang akan melangsungkan pernikahan. Meskipun syarat tes kesehatan yang tidak ketat-ketat amat diterapkan.

Penyemprotan desinfektan didepan rumah dan jalan-jalan untuk memutus pandemi Covid-19 tahun 2020 (dok kIssparry)

RAPID TEST

Rapid test atau tes serologis adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel darah dari ujung jari.

Setelah itu, sampel darah akan diteteskan ke alat rapid test untuk mengetahui apakah darah mengandung antibodi yang menandakan orang tersebut sedang atau pernah mengalami infeksi suatu virus atau tidak.

Beberapa penyakit yang membutuhkan pemeriksaan jenis ini adalah penyakit demam berdarah, virus Zika, hepatitis B, chikungunya, dan COVID-19.

Rapid test tidak bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus Corona atau SARS-CoV-2 di tubuh Anda.

Oleh karena itu, pemeriksaan ini tidak bisa menjadi patokan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19.

Rapid test COVID-19 dilakukan untuk mendeteksi apakah di dalam darah terdapat antibodi IgM dan IgG yang bertugas melawan virus Corona atau tidak. Kedua antibodi ini diproduksi secara alami oleh tubuh ketika seseorang telah terpapar virus Corona.

Melalui pemeriksaan tersebut akan terdapat dua kemungkinan hasil, yakni positif dan negatif.

Jika hasil rapid test Anda positif, ada 4 kemungkinan yang sedang terjadi:

  • Anda sedang mengalami infeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dan daya tahan tubuh Anda sedang melawannya.
  • Anda sudah lama terinfeksi SARS-CoV-2 dan daya tahan tubuh masih berjuang melawannya.
  • Anda pernah terinfeksi SARS-CoV-2, namun daya tahan tubuh telah berhasil melawannya.
  • Anda terinfeksi virus lain yang berada dalam keluarga virus Corona, misalnya HKU1 coronavirus yang umum menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.

Akan tetapi, ini semua hanya kemungkinan dan tidak dapat dijadikan dasar diagnosis.

Untuk pemeriksaan yang lebih akurat, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan menggunakan metode swab dan tes PCR.

Bagaimana Selanjutnya bila Hasil Rapid Test Positif?

Bila rapid test Anda menunjukkan hasil positif, penanganan selanjutnya tergantung pada ada atau tidaknya gejala. Berikut adalah rinciannya:

Hasil rapid test positif dan tidak bergejala

Bila hasil rapid test positif namun tidak bergejala atau hanya bergejala ringan, Anda akan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Jika pernah ada riwayat kontak erat dengan pasien positif COVID-19, Anda dinyatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG).

Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan PCR sebanyak dua kali selama 2 hari berturut-turut untuk konfirmasi.

Sementara bila tidak memiliki kontak dengan kasus COVID-19, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Namun, Anda tidak memerlukan pemeriksaan PCR.

Selama di rumah, Anda tetap harus menerapkan physical distancing dan tidak melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya yang sehat, apalagi jika Anda memang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

Jika selama isolasi mandiri muncul gejala gangguan sistem pernapasan yang mengarah ke COVID-19, hubungi layanan kesehatan terdekat atau hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Hasil rapid test positif dan bergejala

Jika hasil rapid test positif dan pasien mengalami keluhan seperti demam ≥ 380 C, batuk, atau sesak napas, Anda akan dirujuk ke rumah sakit rujukan COVID-19.

Di sana, Anda akan melakukan tes PCR dan akan ditangani sesuai hasilnya. Berikut adalah kemungkinan yang bisa terjadi:

1. Tes PCR positif

Bila hasil tes PCR positif barulah diagnosis COVID-19 bisa ditegakkan.

Pasien yang memiliki gejala ringan dan tidak memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes atau hipertensi, mungkin boleh melakukan isolasi dan pengobatan mandiri di rumah.

Namun, hal ini harus berdasarkan keputusan dokter.

Sementara itu, pasien yang memiliki penyakit penyerta dan bergejala berat akan dirawat rumah sakit, tepatnya di ruangan isolasi khusus pasien COVID-19, dan mendapatkan perawatan yang intensif untuk meredakan gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Tes PCR negatif

Bila hasil tes PCR menyatakan pasien negatif dari SARS-CoV-2 atau virus penyebab COVID-19, pasien tetap akan diperlakukan sebagai pasien dengan gangguan pernapasan.

Bila gejala yang dialami cukup berat dan dokter menilai pasien perlu menjalani rawat inap, pasien akan dirawat di rumah sakit, namun terpisah dari pasien COVID-19.

Pemeriksaan rapid test tidak bisa memastikan ada tidaknya infeksi virus Corona dalam tubuh Anda. Jadi, terlepas dari hasil rapid test-nya, setiap orang tetap harus melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar dari virus ini.

Bila Anda sewaktu-waktu Anda mengalami gejala virus Corona, seperti batuk, demam, suara serak, dan sesak napas yang memburuk, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Perbedaan Rapid Test

Beda rapid test yang kit test (ambil darah dikit) dengan yang ambil darah banyak lewat lengan, biasanya kalau diambil darah lebih banyak itu nanti akan diambil plasma darahnya.

Darahnya akan disentrifuge (diputer-puter dengan kecepatan tinggi pake alat) terus nanti plasmanya akan keluar. Nanti ngecek rapidnya dari plasmanya itu. Lebih akurat. (dr. Aniek Said). Begitu perbedaannya.

Salam Sehat
kiriman Deddy R via medsos

diunggah oleh Eswede Weanind
editor Kissparry

1 Komentar »

  1. terima kasih bermanfaat, saya baru ngerti, mungkin aku pernah di rapid tes tetapi tidak diberitahu jika itu kegiatan rapid tes atau semacamnya, ngertinya ya tes laboratorium

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.