Perkembangan zaman, SEKOLAH KEJURUAN, menarik memang sejak dahulu hingga sekarang. Hasprabu, Pak Lurah PATRI akan mengulasnya perkembangan itu.
Ulasan ini setidaknya mengingatkan kita semua untuk generasi emas (maksudnya orang yang umurnya berkisar 50-an), atau memberi tahu untuk generasi milenial (seumuran orang masa kini).

Perkembangan Zaman
SEKOLAH KEJURUAN
Terdorong keadaan,
Tahun 1970-1990-an anak trans biasanya setelah SMP ingin sekolah kejuruan. Syukur kalau ada sekolah kejuruan yang ikatan dinas (ID). Alasannya, supaya setelah lulus bisa cepat kerja.
Meringankan beban orang tua. Mandiri. Melanjutkan ke sekolah umum (SMA) sangat jarang. Kecuali yang bercita-cita kuliah.
Sekolah kejuruan yang favorit
Saat itu diantaranya: SPG (Sekolah Pendidikan Guru), SPK (Sekolah Perawat Kesehatan), SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas), PGA (Pendidikan Guru Agama), STM (Sekolah Teknik Menengah), SGO (Sekolah Guru Olah Raga), SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas), dan lainnya.
Seperti SPG, SPK, dan SPMA banyak peminatnya
Karena saat itu ada ikatan dinas. Walaupun masih muda, lulusan SPG saat itu langsung percaya diri jadi guru. Demikian juga yang lulusan SPK, langsung kerja di klinik atau rumah sakit.
Lulusan SPMA, langsung jadi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). Dapat inventaris sepeda motor trail. Gagah. Biasanya calon mantunya Lurah.
Zaman terus berkembang
Sekarang beda lagi. Untuk jadi guru, perawat, penyuluh, dan lainnya lulusan kampus. Lulusan sekolah kejuruan setingkat SLTA, tidak bisa lagi. Ada yang beda.
Lulusan SMTA sekarang tingkahnya masih kekanak-kanakan. Apa ya penyebabnya?
Dikemudian hari
banyak juga lulusan sekolah kejuruan yang akhirnya melanjutkan kuliah. Karena tuntutan syarat ditempat kerja. Untuk mengejar pangkat, atau penyesuaian golongan.
Sehingga, ada teman yang lulusan SPMA menjadi Sarjana Hukum, Sarjana Pendidikan, dan lainnya.
Bagus.
Begitulah roda zaman.
KoDe; 27.07.2020
Hasprabu – Lurah PATRI

Catatan Redaksi:
Pertama
Saat ini telah berdiri beberapa Akademik Komunitas yang menghasilkan/meluluskan para praktisi semakan Sekolah Kejuruan.
Kedua
STM dan SMEA, dan sekolah kejuruan lainnya sekarang berubah nama menjadi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) saja, sehingga SMK sekarang banyak sekali peminatan sesuai dengan asal mula sekolah tersebut.
Apa saja peminatannya, inilah daftarnya.
- Teknologi Konstruksi dan Properti, Teknik Geomatika dan Geospasial, Teknik Ketenagalistrikan, Teknik Mesin, Teknologi Pesawat Udara, Teknik Grafika,
- Teknik Instrumentasi Industri, Teknik Industri, Teknologi Tekstil, Teknik Kimia, Teknik Otomotif, Teknik Perkapalan, Teknik Elektronika,
- Seni Tari, Seni Karawitan, Seni Pedalangan, Seni Teater, Seni Broadcasting dan Film,
- Bisnis dan Pemasaran, Teknik Perminyakan, Manajemen Perkantoran, Akuntansi dan Keuangan,
- Logistik, Perhotelan dan Jasa Pariwisata, Kuliner, Tata Kecantikan, Tata Busana, Seni Rupa, Desain dan Produk Kreatif Kriya, Seni Musik, Pekerjaan Sosial,
- Geologi Pertambangan, Teknik Energi Terbarukan, Teknik Komputer dan Informatika, Teknik Telekomunikasi,
- Keperawatan, Kesehatan Gigi, Teknologi Laboratorium Medik, Farmasi,
- Agribisnis Tanaman, Agribisnis Ternak, Kesehatan Hewan, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Teknik Pertanian, Kehutanan, Pelayaran Kapal Penangkap Ikan, Pelayaran Kapal Niaga, Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan

Ketiga
Tulisan ini telah terbit di FB Grup PATRI
Berdasarkan pemantauan (28/07/2020) berikut ini tanggapan anggota yang lain:
Amin Soimin
Alhamdulillah Pak Lurah
Saya asli anak TRANSMIGRAN
Saya alumni sekolah kejuruan juga
SKMA (Sekolah Kehutanan Menengah Atas)
Pekanbaru, Riau.
SKMA ada 5 di Indonesia :
- SKMA Pekanbaru (Sumatera)
- SKMA Kadipaten (Jawa)
- SKMA Samarinda (Kalimantan)
- SKMA Ujung Pandang (Sulawesi)
- SKMA Manokwari (Irian/Papua)
Sekolah Kejuruan👍👍👍
Salam PATRI Yesss
Tanggapan:
Ibnu Sunarka (Hasprabu – Lurah PATRI),
ikon lencana,
Amin Soimin top markotop. Dari sekolah kejuruan menjadi ahli hukum, dan sekarang sebagai Camat.
Ubaedillah
Pak Lurah…. Saya juga Alumni sekolah kejuruan… SPMA Riau…
Saya tertarik masuk SPMA karena saya melihat pak Syafruddin PPL di desa kami UPT Siak I Paket B…
Kata beliau lulus SPMA bisa langsung bekerja jadi PPL… Penyuluh Pertanian Lapangan.
Tapi setelah lulus saya tidak langsung terjun ke desa seperti temen2 saya jadi PPL. Saat itu saya lulus Sipenmaru satu-satunya alumni SPMA yang bisa di terima di Perguruan Tinggi Negeri waktu itu…
Saya lulus sebagai Mahasiswa Fakultas Perikanan UNRI tahun 1984.
Yahh… Ga jadi deh cita2 jadi PPL nya ..
Alhamdulillah
Tanggapan:
M Nizar Patri
Nggak jadi PPL, jadi pejabat dan kebanggan PATRI jadilah, he…
Tanggapan kembali:
Ubaedillah
Hehe ga juga jadi pejabat Ketua … Gak jadi PPL tapi saya akhirnya kerja ngajar PPL… Jadi Widyaiswara di Balai Latihan Pegwai Pertanian (BLPP) Riau.

Sekian, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita.
Salam Kissparry
diunggah oleh LikKasjo
editor Eswedewea
SPMA sekarang masih ada, jika melihat peminatan/jurusan di SMK
Agribisnis Tanaman, Agribisnis Ternak, Kesehatan Hewan, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Teknik Pertanian, Kehutanan, Pelayaran Kapal Penangkap Ikan, Pelayaran Kapal Niaga, Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan
SukaSuka
Saya anak generasi sekarang, tahunya ya SMK tidak tahu dulu ada SPG segala, jadi ini nambah pengetahuan
SukaSuka