Renungan kali ini merupakan percakapan antara emas dan tanah, menarik memang mereka memiliki peran sendiri-sendiri.

Si Emas merasa mereka lebih berharga daripada si Tanah, tetapi sebaliknya Tanah juga punya argumentasi mereka juga berharga.

Ini hanyalah sanepo atau semacam perumpamaan, namun mungkin saja karena kita tidak tahu apakah Emas bisa ngomong dengan Tanah dengan bahasa mereka.

Percakapan ringkas antara emas dan tanah ini disadur/dikutip dari medsos, dan mungkin Anda pernah membacanya juga diwaktu yang berbeda.

Emas berkata pada tanah,

Coba lihat pada dirimu,
suram dan lemah,
apakah engkau memiliki cahaya mengkilau seperti aku…….???
Apakah engkau berharga seperti aku……. ???

Tanah menggelengkan kepala dan menjawab,

Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah,
bisa menumbuhkan rumput dan pohon,
bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain,
apakah kamu bisa……. ???

Emas pun terdiam seribu bahasa……!!!

Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tidak bermanfaat bagi sesama.
Sukses dalam karir, rupawan dalam paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.

Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain.


Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”. (HR Thabrani dan Daruquthni).

Tanaman padi menguning (dok. Asep P – Kissparry)

Di antara memberi manfaat kepada orang lain adalah dengan tidak menyakiti orang lain, berderma, dan bermuka manis.

Tidak menyakiti orang lain baik menyakiti fisik, harta, maupun kehormatannya. Menyakiti orang lain itu dengan lisan, seperti menggunjing, mengadu-domba, memperolok-olok, menuduh dengan tuduhan dusta, saksi palsu.

Dapat juga menyakiti dengan perbuatan, seperti mengambil harta, menipu, berkhianat, merampas, mencuri, memukul, membunuh, memperkosa, korupsi, memakan harta anak yatim, menahan hak orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR Bukhari).

Termasuk tidak menyakiti orang lain adalah bermanis muka. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik sedikit pun, meskipun engkau berjumpa saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR Muslim).

Barakallahu fiik,
semoga bermanfaat

Pohon Kurma – dok. Komunitas ATM

kiriman kYN OKUT dan dari berbagai sumber

diunggah oleh Elvisalvito
editor Kissparry

2 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.