Ada dua pohon pace (mengkudu – noni) ketika melewati jalan poros kampung saya, baru kali ini memerhatikan karena sedang olahraga jalan Ahad pagi (27/9)

Monggo pak mendet mawon, petik pace sampun mateng-mateng, monggo mboten menapa, bebas, kathah sing tiba (Silakan pak ambil saja, petik pace-nya sudah masak-masak tidak apa-apa, sudah banyak yang jatuh), kata seorang teman yang rumahnya bersebelahan dengan pohon pace (mengkudu) ini.

Mboten pak, niki mendet gambare mawon, tapi kapan-kapan tak metik (tidak pak, ini hanya mau ambil gambarnya saja, tetapi lain waktu saja saya akan memetik”, balasku.

Lalu istri saya yang kali ini kami jalan-jalan berempat bertanya “kangge napa tha bi (untuk apa buah ini pak?)”.

Saya jawab, “oh pace iki akeh manfaate lho… (buah pace ini banyak manfaatnya)” jelasku.

Saya sambil potrat-potret (maksudnya memfoto) yang kebetulan dibawahnya pohon ini ada sebuah mobil yang menghalangi sesi pemotretan kali ini, bukan salah mobilnya sih, karena kebetulan jalan-jalannya lewat jalanan tersebut.

Marilah kita lanjutkan mengenali buah yang jika masak baunya (aromanya) tidak sedap ini.

Mengkudu

Mengkudu bahasa ilmiahnya Morinda citrifolia, Linn dan sinonimnya Bancudus Latifolia, Rumph merupakan familia dari Rubiaceae.

Buah Pace – Noni – Mengkudu yang sudah masak

Mengkudu termasuk jenis kopi-kopian, dan dapt tumbuh di dataran rendah sampai tinggi sekitar 1500 mdpl.

Mengkudu merupakan tumbuhan asli Indonesia, yang orang Jawa menyebutnya Pace, Kudu, atau Kemudu.

Masyarakat Sunda menyebut mengkudu dengan nama Cengkudu, sedangkan bagi orang Madura menyebutnya Kodhuk. Orang Bali bilangnya Wengkudu.

Khasiat dari Pace – Mengkudu – Kudu- Wengkudu – Kodhuk – Cengkudu diantaranya.

  • hipertensi
  • sakit kuning
  • deman
  • influenza
  • batuk
  • sakit perut, dan
  • menghilangkan sisik pada kaki

ternyata banyak manfaatnya ya…. (Kitab Tanaman Obat Nusantara).

Ada salah satu nama desa dimana saudara saya ini aslinya dari desa ini, namanya Dusun Kudu, mungkin disini dahulunya banya Kudu (Pace). Nanti saya tanyakan, ya…

Pohon pace (Mengkudu – Noni)

Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3 – 8 meter. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20 – 40 cm dan lebar 7 – 15 cm.

Bunganya berbentuk bunga bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya hijau mengkilap dan berwujud buah buni lonjong dengan variasi tronjol-tronjol.

Jika sudah masak, buah mengkhudu agak sedikit keputih-putihan dan membawa aroma yang kurang sedap.

Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah.

Buah Pace – Noni – Mengkudu yang belum masak

Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan.

Adapun kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, damnachantal, metil asetil, asam kapril, dan sorandiyiol.

Buah Pace (Noni, Mengkudu) masak pohon (Doc. Kissparry)

Khasiat untuk Kesehatan dan Cara Pemakaian

—ditunggu ya— sari kasiat sudah disebutkan diatas —-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.