Bonsai Buah bunga Ekonomi Keterampilan Pertanian dan Agribisnis Ragam tanaman hias tanaman pangan

Penghijauan di Desa Tawangsari Teras Boyolali agar Desanya Semakin Ijo Royo-royo dan Segar

Penghijauan dilaksanakan di Desa Tawangsari dengan memanfaatkan bantuan bibit tanaman dari pemerintah melalui Dinas Kehutanan, dipimpin oleh Kades Yayuk Tutiek S agar desanya semakin ijo royo-royo.

Baru-baru ini Desa Tawangsari Kecamatan Teras yang terkenal dengan obyek wisata Camp bell 2, mendapatkan 9 (sembilan) macam bibit tanaman terdiri dari tanaman buah, tanaman bunga, dan tanaman keras untuk penghijauan diwilayah setempat.

Ketujuh jenis tanaman tersebut yaitu jambu merah (buah), tabebuya (bunga, pohon besar), pucuk merah (hiasan/bunga), ketepeng kencana, gayam (besar/berbuah), beringin (besar), kendal, bunggur, dan trembesi.

Bantuan tanaman penghijauan untuk Desa Tawangsari Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali

Alhamdulillah hari ini (11/1) dapat bibit gratis jambu merah, tabe buya, pucuk merah, ketepeng kencana, gayam, ringin, kendal, dari Dinas Kehutanan, tutur Kades Tawangsari Yayuk.

Lanjutnya, begitu sampe di rumah meskipun hujan masyarakat semangat menurunkan dan langsung menanam.

ilustrasi – jambu merah biji

Kami menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kehutanan, semoga nanti Desa Tawangsari semakin ijo royo-royo, katanya.

Bahkan dengan Tabebuya bunganya mirip dengan Sakura dan bunga pucuk merah, membuat desanya nanti juga berbunga-bunga.

Tabebuya, Tabebuya kuning atau Pohon terompet emas adalah sejenis tanaman yang berasal dari negara Brasil dan termasuk jenis pohon besar. Seringkali tanaman ini dikira sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura. Dikutip dari Wikipedia.

Ilustrasi, bunga Tabebuya di Surabaya (dok. MerdekaCom)

Pucuk merah atau daun pucuk merah adalah spesies tumbuhan yang dikenal sebagai tanaman hias yang berasal dari genus Syzygium.

Warna tunas daun yang baru muncul memiliki warna merah menyala sehingga tumbuhan ini memiliki sebutan Pucuk Merah. Warna daun akan berubah perlahan menjadi hijau seiring berjalannya waktu.

Sudah banyak orang mengenal pucuk merah, biasanya tumbuhan yang dikategorikan bunga ini sebagai pagar taman-taman mereka, atau ditanam di pot berjajar didepan rumah.

Bunga Pucuk Merah – koleksi Kebun Bunga Bonsai Marsudi Ngemplak Desa Tawangsari

Kepala Desa Tawangsari yang memiliki nama lengkap Yayuk Tutiek Supriyanti juga mengungkapkan bahwa pohon-pohon ini baru tahap pertama, dan masih ada tahap-tahap berikutnya. Jumlah bibit pohon yang akan ditanam di desanya berjumlah 2.000 batang pohon.

Adapun rincian bibit tanaman tersebut, terdiri atas:

  • kendal, 300
  • beringin, 200
  • tabe buya, 200
  • pucuk merah, 300
  • jambu merah, 150
  • gayam, 250
  • ketepeng kencana, 200
  • bunggur, 200
  • trembesi, 200

Ketapang kencana adalah sejenis tumbuhan peneduh berwujud pohon. Tajuknya yang mendatar dan berlapis-lapis, sebagaimana kerabat satu marganya, ketapang T. catappa, membuatnya juga menjadi penghias taman rumah dan kebun. Wikipedia.

Ketepeng Kencana (tukang taman)

Gayam adalah sejenis pohon anggota suku polong-polongan yang dapat tumbuh setinggi 20 sampai 30 meter dengan diameter 4 hingga 6 meter. Nama lainnya adalah gatep, atau Tahitian chestnut. Pohon ini pada umumnya ditanam di pedesaan sebagai peneduh pekarangan.

Anda mungkin sering melihat pohon yang satu ini, tapi tidak mengenalinya sebagai tanaman gayam. Apalagi, pohon gayam merupakan flora identitas kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) dan Kota Cirebon (Jawa Barat).

Dalam bahasa Jawa, gayam memiliki makna sebagai pohon yang ayem alias tenang, damai, dan bahagia. Secara fisik, tanaman ini memang kerap digunakan sebagai peneduh di taman-taman kota karena tinggi pohon yang bisa mencapai 30 meter, diameter batang 65 cm, serta percabangan dan daun yang banyak sehingga membuat teduh area sekitarnya.

Pohon gawam, buah, dan hasil olahannya (keripik gayam) – dok Cakrawala

Pohon gayam berbuah dan disebut sebagai buah gayam, yang banyak manfaat diantaranya untuk menyehatkan sistem pencernaan, mengatasi masalah kulit, mengatasi peradangan di dalam tubuh, dan meringankan gejala sakit gigi dan tulang. Sumber SehatQ.com.

Beringin, yang disebut juga waringin atau ara, dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.

Beringin sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Pohon yang satu ini bisa hidup beratus-ratus tahun lamanya.

Baca juga | Inilah Beda Kendal Inggris dan Kendal Indonesia, Ternyata di Britania Raya ada Kota Kendal

Pohon kendal atau Cordia dichotoma, merupakan tanaman semak (pohon kecil) yang mungkin mempunyai ikatan sejarah dengan kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sehingga tidak mengherankan jika kabupaten tersebut menetapkan pohon ini sebagai flora identitas kabupatennya. Dikutip dari alamendah.

Kendal daunnya berseling berbentuk lonjong hingga bulat telur dan berwarna hijau. Ujung daun dan batang daun meruncing atau lancip hingga membulat dengan tepi agak berombak.

Bunga kendal berupa bunga majemuk yang terdapat di ketiak daun. Warna bunga mulai putih kekuningan hingga hijau. Buahnya berbentuk bulat telur berwarna putih kekuningan hingga orange dan menjadi berwarna merah muda ketika matang. Buah kendal berukuran kecil dengan panjang sekitar 0,5-1,5 cm.

Selain di Indonesia pohon kendal juga dapat ditemukan mulai dari India, China bagian selatan, Asia Tenggara, Australia, hingga Kaledonia Baru. Kendal (Cordia dichotoma) tumbuh di bukit-bukit pantai, di pinggir hutan bakau, juga di hutan terbuka, belukar dan savana.

Semak yang menjadi flora identitas Kabupaten Kendal ini dapat tumbuh sampai ketinggian 500 m dpl. Bahkan jika dibudidayakan mampu hidup hingga ketinggian 1500 m dpl, sebagai pohon tepi jalan.

Pohon-pohon besar seperti beringin, tabebuya dan gayam akan ditanam di dekat sumber air, misalnya dekat Kali Pepe, yang kemudian pohon-pohon tersebut dapat menyimpan air di masa mendatang.

Salam dan tetap semangat.

oleh Eswede Weanind
editor Kissparry

1 komentar

Tinggalkan Balasan ke martunis Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> blogger menyukai ini: