Agama Badko TPQ Candisari Berita Utama mutiara Ragam

Puluhan Asatidz TPQ Badko LPQ Candisari Ikuti Penguatan Karakter pada Ramadan 1442 H

Setidaknya sekitar seratus orang asatidz (ustadz/ustadzah) se-Kecamatan Candisari mengikuti kegitan pembinaan asatidz sekaligus buka bersama yang diselenggarakan oleh Badko LPQ Kecamatan Candisari bertempat di Wisma P4G UPGRIS Jl. Sriwijaya Kota Semarang.

Badan Koordinasi (Badko) Lembaga Pendidikan alQuran (LPQ) Kecamatan Candisari Kota Semarang menggelar pembinaan asatidz di wilayah Kecamatan Candisari sekaligus buka bersama, bersama Ustadz Muhammadun Alwani dari Mranggen Demak, bertempat di Wisma P4G Jl Sriwijaya 33 Tegalsari Kota Semarang.

Sejumlah 99 orang ustadz/ustadzah (asatidz) yang mewakili dari 58 TPQ/LPQ di Kecamatan Candisari Kota Semarang, antusias mengikuti pembinaan asatidz di wilayah tersebut yang diselenggarakan dalam rangka kegiatan bulan Ramadan 1442 H – 2021 M.

Kegiatan ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang pernah diselenggarakan oleh Badko LPQ Kecataman Candisari, biasanya pembinaan untuk santri dalam bentuk Ramadan Ceria, dan kali ini untuk ustadz/ustadzah, ungkap Ustadz Muh Zamroni dalam pengantar kegiatan pembinaan kali ini.

Tahun kemarin 1441 H Badko tidak menyelenggarakan kegiatan semacam ini dikarenakan wabah pandemi Covid-19, bahkan rencana manasik haji seribu santri juga batal, lanjutnya.

Ustadz Zam juga menyampaikan berkenaan dengan perubahan peraturan bahwa LPQ harus benaung dibawah lembaga berbadan hukum atau yayasan, kemudian Izin Operasional berubah menjadi Tanda Daftar, oleh sebab itu bagi TPQ yang izin operasional sudah lebih dari 5 tahun, nanti akan kami koordinir oleh sekretariat Badko Kecamatan, paparnya.

Ketua Badko LPQ Kecamatan Candisari, Ustadz M Zamroni

Kegiatan pembinaan bertempat di Wisma P4G Jl. Sriwijaya Tegalsari Kota Semarang tersebut diawali dengan registrasi peserta. Adapun pendaftarannya menggunakan formulir secara daring melalui Google Formulir, dan masing-masing TPQ hanya boleh mengirim 2 orang asatidz saja, ungkap Ustazh Muchibin selaku penanggung jawab kegiatan.

Rangkaian acara pada hari ini, setelah registrasi peserta yakni pembacaan Ayat Suci Alquran, menyanyikan bersama Lagu Indonesia Raya, kemudian pengantar oleh Ketua Badko LPQ Kecamatan Candisari, dan selanjutnya acara inti, dan diakhiri dengan doa kemudian buka bersama.

Ustadz Muhamadun Alwani sebagai narasumber dalam pembinaan kali ini, mengajak seluruh asatidz guru-guru TPQ Kecamatan Candisari untuk menjadi guru TPQ yang baik, dengan cara terus belajar Alquran dan kadungannya dan selalu cara belajar kepada orang-orang terdahulu yang terbaik, terangnya.

Peserta pembinaan asatidz Badko LPQ Kecamatan Candisari 2021 di Wisma P4G UPGRIS Jl Sriwijaya Semarang

Sebagai guru TPQ jangan berhenti belajar, sehingga yang di sampaikan kepada anak didik para santri TPQ merupakan suatu yang benar, dan jangan mengajarkan hal yang keliru kepada para santri tentang Alquran.

Bagaimana agar berhasil mengajari Alquran kepada anak-anak, maka kita harus dengan tetap menggunakan kaidah-kaidah yang diajarkan orang terdahulu sembari tetap mengembangkan sesuai dengan perkembangan budaya dan zaman yang ada. Mental merupakan kata kuncinya, dan telinga merupakan kuncinya hati, sehingga harus ada pembinaan sejak dini kepada anak-anak kita.

Sistem akan berhasil jika budaya diperhatikan dengan baik-baik dengan cara mengkokohkan dipermulaannya, sehingga akan berhasil. Maksudnya, TPQ itu termasuk permulaan dalam mempelajari Alquran, sehingga TPQ harus dikokohkan.

Bahwa guru-guru TPQ yang hadir disini merupakan pilihan Allah SWT dan bukan pilihan Anda, sebab kalau Anda yang memilih pasti tentu akan memilih menjadi pengusaha. Untuk itu jangan berhenti belajar sebagai guru TPQ, terutama kepada orang-orang terdahulu yang telah sukses sebelumnya.

Ustadz Muhammadun Alwani menekankan bahwa niat para guru-guru ini menjadi kunci yang penting dalam menjadikan Alquran sebagai permulaannya dalam kehidupan yang akan datang.

Bukan berarti para ustadz / ustadzah harus kembali ke pondok pesantren lagi, tetapi bisa dengan membentuk kelompok-kelompok belajar dan saling berbagi pengetahuan antara satu dengan yang lainnya, tandasnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Salam

oleh Eswede Weanind
editor Lik Kasjo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: