Hanya “PENTIL..?”, Jangan Salah Baca

Berbagi Renungan. Maaf, jangan salah membaca dan memahaminya. Adakah saudaraku warga PATRI yang punya pengalaman seperti ini? Jalanan becek, berlumpur, dan lengket.

Tempat tambal ban masih jauh. Dan, masya Allah, sepeda atau sepeda motor kita kempes bannya. Kesal harus menuntun. Untung kalau sendirian? Bagaimana kalau motor sambil mengangkut pupuk atau sedang bawa obrok isi kambing? Wow.

Tahu penyebabnya? Hemm. Hanya benda kecil. Ternyata pentilnya kendor. Pentil adalah alat kecil yang menyalurkan angin dari pompa kedalam ban kendaraan.

Banyak pelajaran dari pentil ini. Benda kecil, murah, dan sepele. Tapi berpengaruh besar. Orang juga ada yang bersifat seperti pentil.

Ada yang pernah berjumpa orang sombong? Angkuh, merasa paling berjasa, paling penting? Tinggi hati. Sebaliknya ada juga, karena status sebagai wong cilik, merasa tidak berguna. Akhirnya menjadi rendah diri (minder). Atau mungkin malah sebaliknya. Walaupun orang itu banyak berjasa, tetapi tetap rendah hati.

Mari kita kembali membayangkan sebuah motor atau mobil. Tentu, pada kendaraan bermotor ada bagian yang paling penting dan mahal. Dialah blok mesin.

Tapi, kendaraan bermotor tidak hanya ada butuh blok silinder saja. Dia membutuhkan komponen lain. Seperti: busi, roda, lampu, rem, bahan bakar, dan yang pernik-pernik kecil seperti: kaca spion, pentil, dan lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyaksikan, dan bahkan mengalami sendiri. Tanpa disadari kita sering khilaf. Karena merasa paling berilmu, paling kaya, paling senior, dan berkuasa, maka timbul perasaan tinggi hati.

Mungkin jika blok mesin bisa bicara, dia akan mengatakan: “Sayalah paling hebat, karena saya paling mahal”. Tapi, busi akan segera protes. Demikian pula rem, roda, dan tentu saja pentil.

Bisa jadi, hal seperti ini masih menyelinap pada diri kita. Mungkin diantara kita ada yang tidak merasa PD (percaya diri) sebagai anaknya transmigran. Mungkin diantara kita masih ada yang merasa minder (rendah diri), karena “hanya” menjadi anggota atau pengurus suatu organisasi “kecil” seperti PATRI.

Sehingga kita lebih nyaman bergabung bersama ormas lain. Apa? Transmigrasi? Apa hebatnya PATRI?

Siapa yang membuat sesuatu yang kecil menjadi penting? Kita. Beranikah kita memastikan, sesuatu yang kecil itu tidak ada harganya?

Saudaraku, masih ada waktu. Marilah kita rapatkan barisan, meluruskan niat, tekad, dan arah kehidupan.

Kita wajib bersyukur kepada Allah, karena masih diberi kesempatan menghirup nafas kehidupan. Marilah bersama-sama kita tunjukkan, bahwa PATRI bukan perkumpulan remeh-temeh.

Bukan kecil sembarang kecil. Bukan pentil sembarang pentil. Tanpa pentil….?
Aduwww.

KoDe, 16/03/2015
Hasprabu Patri

Kissparry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.