TV Analog Mati, TV Digital Mulai | Inilah Cara Pindah dari TV Analog ke TV Digital, Apa Bedanya

Di Jakarta, beberapa stasiun TV sudah mematikan siarannya dalam format analog dan berpindah ke digital, diantara TV tersebut adalah Indosiar, dalam kampanyenya Indosiar menuliskan TV Analog Mati | TV Digital Mulai dalam warna merah menyala.

Mulai 2 November 2022 ini beberapa stasiun TV mulai menarik tayangan analog dan berpindah ke tayangan digital, dimulai dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).

“Wis dina iki aku ora bisa nonton TV maneh”, kata saudara saya, yang beralamat di Kota Semarang, dan rupanya sejak pagi pada tanggal 2 November tidak menyalakan TV.

“Lha niku kan Indosiar wilayah Jakarta mriko pakdhe, menawi Semarang taksih saget lho” balas saya kepadanya. “Apa hiya”, ia memastikan lagi. “Nggih pakde, njenengan cobi nyetel TV” jawab saya lagi.

Kemudian saudara saya tersebut menuju ke meja TV dan menyalakan TV, dan yang dipilih ternyata kanal Indosiar, seperti yang kuduga, masalahnya Indosiar termasuk TV saluran Piala Dunia. “Ooo… hiya… TVne isih urip”, kata Saudara saya.

TV saudara saya itu merupakan TV jenis analog yang harus ditambah STB.

“Pakde TV ne njenengan kedah di tumbaske STB ketoke iku Set Top Box ngono lho, niku ngge mindah saluran TV analog dadi TV Digital, ndisik awale regine awis tapi sakniki pun rada murah katah pilihan” saya katakan padanya.

Beda TV Analog dan TV Digital

Ternyata banyak masyarakat yang masih awam dengan TV Digital, saya pun juga masih kurang tahu apa itu TV digital, dan saya tidak terlalu memusingkannya karena sudah lama menggunakan antena parabola.

Namun, saya semakin penasaran dengan STB yang mengalihkan TV analog menjadi TV digital, bahkan saya sampai mencari-cari apakah TV saya ini jenis Analog atau Digital, yang jelas TV saya ada colokan HDMI dan RCA.

Saya menyimpulkan sementara, jika TV ada colokan kabel RCA-nya berarti TV Analog, namun bingung juga karena TV Digital akan dapat mensuport analog, sehingga mungkin TV digital juga tersedia RCA.

Beberapa referensi yang saya baca di Google, ternyata perbedaan yang penting pada TV Digital yaitu terpasang alat yang namanya DVB-T2 atau alat penerima siaran digital.

Apabila TV belum ada DVB-T2 berarti harus ditambah perangkat set top box (STB), dikutip dari bola.net.

DV Digital dipastikan lebih jernih daripada TV Analog, ini dapat dimengerti karena selama saya belum menggunakan antena parabola dapat dipastikan siaran TV yang diterima gambarnya kepyur tidak jernih.

Lihatlah spesifikasi TV Anda, termasuk jenis Analog atau Digital, terletak adanya informasi keberadaan alat namanya DVB-T2.

Apa itu DVB-T2?

Digital Video Broadcasting – Second Generation Terestrial, disingkat DVBT2 disematkan pada TV Digital, dan inilah yang membedakan TV Analog dan TV Digital.

Cirinya bagaimana? Mungkin akan tampak di televisi berkenaan dengan alat DVB=T2 tersebut, pasalnya TV saya masih televisi lama yang sepertinya tidak ada perangkat ini.

Namun, buat saya tidak ada masalah terkait siaran digital atau analog, karena, sudah lama menggunakan antena parabola dan dapat dipastikan sudah menggunakan receiver.

Kelak bermasalah atau tidak, jika TV tanpa DVB-T2? Belum tahu, mungkin saja tidak bermasalah karena sudah ada resiver.

Apakah receiver bisa untuk TV digital?

Hasil gambar untuk Receiver TV Digital

Bagi Anda yang memiliki parabola lama (jaring, solid maupun parabola mini), sebaiknya jangan buru-buru menjual perangkat seperti receiver dan antena parabola.

Sebab, ternyata receiver parabola lama termasuk antena parabola tetap bisa dipakai untuk menangkap sinyal siaran TV Digital. Inilah hasil pencarian di Google berkenaan dengan reseiver parabola.

Mengutip dari suaramerdeka.com, STB (Set Top Box) hanya dibutuhkan untuk televisi jadul seperti TV tabung ataupun TV LCD yang belum dilengkapi alat penangkap sinyal siaran TV Digital.

Fungsi STB (Set Top Box) mirip dengan receiver parabola.

Yakni menangkap frekuensi sinyal yang dipancarkan satelit dan dihantarkan ke pesawat televisi sehingga siarannya bisa ditonton jernih.

Karena mempunyai kesamaan fungsi itulah, beberapa jenis receiver parabola lama ternyata bisa digunakan untuk menangkap sinyal siaran TV Digital.

Ciri utama receiver parabola lama yang bisa digunakan untuk menangkap sinyal TV Digital adalah ada colokan antena UHF di receiver tersebut.

Jadi, silahkan dicek receiver parabola lama Anda seperti apa. Kalau ada colokan untuk antena UHF (antena TV biasa) berarti bisa dipakai sebagai STB TV Digital,

Berikut ini daftar receiver parabola lama yang bisa digunakan sebagai STB TV Digital :

  1. Skybox A1 Combo HD
  2. Nex Parabola Combo
  3. TNT Star X01

Salam

-masih dilengkapi-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.