Sore itu (6/9) cuaca sekitar Bandungan cerah meskipun ada sedikit mendung, namun mendung inilah yang menambah keindahan suasana yang sejuk khas dataran tinggi ini terasa.

Bandungan memang sejak lama terkenal di dunia wisata tanah air, terutama masyarakat Jateng dan DIY, dan Didi Kempot sang maestro Campursari juga menyinggung Bandungan lewat lagunya berjudul “Klengkeng Bandungan“.

Ada lagi lagu “KANGEN BANDUNGAN” oleh Didi Kempot juga, yang juga dinyanyikan oleh penyanyi kondang lainnya seperti Sentot.

Kalau musim liburan jalanan diseputar Bandungan itu mengular alias padat merayap, karena pernah suatu kali saya beserta keluarga ketika hendak kembali ke Kota Semarang mesti harus putar-putar gang kampung.

Masa pandemi Covid-19 ternyata masih ramai, meskipun tidak seperti dulu.

Dan kami sudah sering ke Bandungan, tetapi ke Avanaz ya baru kali ini, dua tahun lalu saat sudah sampai di Taman Bunga Celosia Bandungan akan naik ke Candi Gedong Songo katanya mobil sudah tidak boleh masuk sehingga harus jalan kaki sekitar 3 – 4 km urunglah jadinya.

Sore ini waktu setempat di smartphone baru menunjukkan pukul 15.15 berarti kurang dua jam lagi lokasi Ayanaz Gedongsongo akan ditutup, tutupnya pukul 17.00, dan sebelum ini kami di Pemancingan Putri Gading Jimbaran Bandungan.

Ayanaz Gedongsongo Bandungan di Candi Gedong Songo

Waktu kurang dari dua jam akan kami gunakan secara maksimal mengeksplorasi Ayanaz Gedongsongo, sedapatnya karena ramainya pengunjung jadi harus rela antri.

TIket Masuk dan Lokasi Ayanaz

Tiket ketempat Ayanaz harus melewati pintu tiket sebelumnya, yaitu tiket masuk Candi Gedong Songo, besarnya tiket masuk CGS sebesar 10000 IDR perorang, kemudian ke Ayanaz tiketnya 10000 IDR untuk anak dan 25000 IDR untuk dewasa. (IDR = Indonesia Rupiah atau biasa ditulis Rp).

Jika sudah sampai ke Candi Gedong Songo tidak menghendaki masuk ke obye wisata Ayanaz maka cukup dengan tiket masuk ke Candi Gedong Songo Rp10000,-.

Gerbang Candi Gedong Songo menuju Ayanaz Gedongsongo, Bandungan Kabupaten Semarang

Gembira di alam terbuka

Tema yang diusung oleh Ayanaz Gedongsongo yaitu “Gembira di alam terbuka“, ya.. disini kita bisa menikmati hawa dingin sejuk khas kaki Gunung Ungaran, bisa melihat-lihat sebagian wilayah lembah, juga bersantai.

Kita bisa menjadwalkan ke Ayanaz lebih rileks dan santai adalah sore hari, disamping terik matahari sudah berkurang, jika beruntung dikejauhan sudah mulai tampak kabut menyelimuti.

Ayanaz Gedongsongo, Bandungan di Candi Gedong Songo

O..ya… daerah sini, sering ada kabut, apalagi naik sedikit ke arah Sumowono, mungkin senja akan menjumpai kabut sudah tebal.

Namanya saja wisata alam di alam terbuka, sehingga faktor-faktor alam yang kadang diluar prediksi sering dijumpai, terlebih wilayah Bandungan termasuk daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi.

Namun tidak perlu khawatir terhadap terik matahari disini, meskipun juga sering mendung bahkan hujan, untuk itu semua pengelola sudah menyiapkan payung-payung ukuran besar untuk berteduh jika merasa kepanasan.

Ayanaz Gedongsongo Bandungan Kabupaten Semarang 20200906

Ibarat berada di pantai, di sini panas pun kadang tidak begitu terasa dengan angin dingin sepoi-sepoi khas dataran tinggi. JIka perlu, anda menyiapkan lotion khusus untuk kulit anda, karena hal ini.

Sekilas tentang kursi-kursi itu kosong ya…, karena pengunjung kebanyak lesehan direrumputan, atau di area-area santai yang tersedia.

Kita bisa menikmati keceriaan bersama keluarga disini, fasilitas MCK juga tersedia, termasuk mushola.

Ayanaz Gedongsongo Bandungan

Pengunjung bebas menggunakan area dan wahana yang tersedia dengan tidak dipungut biaya lagi, dan sekali lagi saat padat dengan para pengunjung maka kita harus rela antri.

Yang paling itu jika pengunjung tidak terlalu padat, sehingga kita bisa lebih santai dan rileks menikmati suasana.

Rombongan kami pun ketika di sini sudah terpencar sesuai selera masing-masing atau ingin menikmati wahana yang diinginkan terlebih dahulu, biasanya memilih yang kosong.

Ayanaz Gesongsongo di komplek Candi Gedong Songo Bandungan Kabupaten Semarang (dok 20200906 Kissparry)

Kita disini paling tidak menyediakan waktu 90 menit, mungkin bisa lebih, dan yang paling aman itu sekitar 120 menit atau 2 jam.

Masih Bersama B Erl Cosmetics dan BeRLanja

Perjalanan wisata kali ini masih satu rangkaian dengan kisah sebelumnya di Pemancingan Putri Gading, dan masih bersama B Erl Cosmetics Distributor Semarang.

Harus cukup memang, waktu yang disediakan untuk mengunjugi Candi Gedong Songo yang mana tiketnya sudah kita beli bersama (mungkin) Ayanaz, kalau pun tujuan utamanya Ayanaz.

Jika ingin memanfaatkan luasnya area tidak dengan berjalan kaki, bisa menyewa kuda tunggang, kita bisa menunggang kuda untuk berkeliling di Candi Gesong Songo, saat keliling boleh sambil mengabadikan gambar dimomen paling menarik.

Berkuda di Gedong Songo Bandungan Kabupaten Semarang
B Erl Cosmetics perawatan kecantikan lokasi Ayanaz Gedongsongo Bandungan

Sekian dulu ya, informasi mengenai Ayanaz Gedongsongo di komplek Candi Gedong Songo di Krajan, Kelurahan Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50614.

BerLemon termasuk produk yang laris karena dari perasan lemon tanpa tambahan air, sehingga kita tinggal ambil dan tuang air kesukaan

Untuk menuju Bandungan, jika dari Temanggung, Wonosobo, Kendal bisa melalui Sumowono atau jika dari Yogyakarta bisa melalui Ambarawa, dan kalau dari Semarang dan Solo bisa melalui Langensari.

Semoga bermanfaat.

Salam

oleh Indarsih Weanind
editor Kissparry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.