Lanjut ke konten

Light Trap Alat Perangkap Hama yang Multi Manfaat untuk Petani Bawang Merah

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura prospektif di Provinsi Bangka Belitung serta dapat menopang ekonomi rumah tangga, karena hanya dalam waktu 60 hari setelah tanam (HST) tanaman ini sudah dapat dipanen.

Namun demikian budidaya bawang merah ini juga tidak mudah karena adanya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Upaya peningkatan produksi sering terkendala serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa hama dan penyakit yang menyebabkan gagal panen atau hasil panen berkurang.

Salah satu tindakan pemeliharaan tanaman yang diyakini dapat mengurangi kerugian akibat serangan OPT adalah penggunaan pestisida. Keyakinan tersebut cenderung memicu penggunaan pestisida dari waktu ke waktu.

Pemakaian pestisida berlebihan dapat menjadi sumber pencemar bagi bahan pangan, air dan lingkungan hidup. Pestisida menjadi bagian tidak terpisahkan dari budidaya pertanian Indonesia, tak terkecuali di Bangka Belitung. Kecenderungan menggunakan pestisida kimia secara terus menrus akan berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan pendapatan petani.

Saatnya Petani Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan

Untuk mengurangi penggunaan pestisida pada kegiatan budidaya tanaman Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) telah menemukan teknologi berupa “Light Trap Alat Perangkap Hama yang Multi Manfaat” Model lampu perangkap yang ini biasa digunakan di lahan sawah maupun tanaman hortikultura lainnya seperti bawang merah, cabai, jeruk maupun tanaman hortikultura lainnya.

Dengan menggunakan Perangkap hama multi manfaat ini ternyata manfaat dari lampu perangkap ini tidak hanya semata-mata untuk memerangkap serangga hama yang aktif di malam hari saja, akan tetapi terdapat manfaat lainnya.

Apa saja itu? yuk kita simak bersama…

Lampu perangkap banyak digunakan untuk membantu monitoring atau pengamatan serangga hama di lahan pertanian. Dengan lampu perangkap ini kita dengan mudah dapat mengetahui keberadaan hama yang sudah menghampiri pertanaman kita.

Konfirmasi keberadaan hama pada tanaman sangat penting dilakukan sehingga pengendalian serangga hama atau hasil tangkapan hama dapat dilakukan secara optimal atau dalam jumlah yang cukup banyak.

Setelah diperoleh hasil konfirmasi dari pengamatan langsung di pertanaman, maka dapat diberikan rekomendasi teknik pengendalian yang tepat. Apabila hasil konfirmasi di pertanaman jumlah populasi hama telah melebihi ambang pengendalian, maka penggunaan pestisida kimia harus segera dilakukan.

Selain serangga hama, ternyata serangga lainnya yang aktif pada malam hari dan tertarik dengan cahaya turut tertangkap seperti halnya dengan beberapa jenis serangga yang berperan sebagai musuh alami hama.

Sepintas lalu sepertinya merugikan, akan tetapi kita akan memperoleh informasi penting lainnya yaitu keberadaan musuh alami di lahan kita. Informasi dinamika populasi hama dan musuh alami turut menentukan keputusan tindakan pengendalian yang tepat.

Manfaat lampu perangkap lainnya adalah untuk menentukan waktu semai atau tanam yang tepat. Rerekomendasi yang disampaikan oleh BB Padi adalah waktu semai padi atau tanam adalah 14 hari setelah puncak populasi hama dari hasil tangkapan light trap.

Strategi penentuan waktu tanam ini adalah untuk menghindarkan tanaman (escape) dari serangan hama, diharapkan ketika populasi hama tinggi di lapangan, tanaman sudah melewati fase rentan terhadap serangan hama tersebut.

Saat ini lampu perangkap hama ini telah dimodifikasi dengan solarcell untuk lokasi penempatan lampu perangkap yang jauh dari sumber listrik.

Tips yang perlu diperhatikan oleh adalah penempatan lampu perangkap sebaiknya tidak berada tepat di pertanaman tetapi ada ruang terbuka yang tidak ada tanamannya.

Hal ini untuk mengurangi resiko kerusakan tanaman yang berada di sekitar lampu perangkap. Setelah diperoleh hasil konfirmasi dari pengamatan langsung di pertanaman, maka dapat diberikan rekomendasi teknik pengendalian yang tepat.

Apabila hasil konfirmasi di pertanaman jumlah populasi hama telah melebihi ambang pengendalian, maka penggunaan pestisida kimia harus segera dilakukan.

Penggunaan lampu perangkap hama yang menggunakan tenaga solarcell ini juga telah digunakan untuk Budidaya Bawang Merah di Kelompok Tani “INDO TANI” di Desa Labu, Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka. Menurut Kordinator BPP Puding Besar Sarwani, hasilnya cukup efektif dari mengurangi penggunaan Insektisida.

Kontributor : Ahmadi

diunggah oleh Kissparry

Kissparry Lihat Semua

Kissparry, dokumentasi dan publikasi untuk kehidupan yang bermakna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: