Manfaat Kulit Buah Durian, Intermezo


Intemezo dan sungguhan tentang kulit durian, ayo simak ceritanya.

Lanjutkan membaca Manfaat Kulit Buah Durian, Intermezo

Mudik Gratis 2018 Bersama Kemenhub dengan 1130 Bus dan 70 Truk


Kissparry dapat kabar bahwa untuk mudik lebaran tahun 2018, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengajak warga masyarakat untuk mudik bersama dan Gratis. Lanjutkan membaca Mudik Gratis 2018 Bersama Kemenhub dengan 1130 Bus dan 70 Truk

Renungan Maljum (Malam Jumat)


RENUNGAN Maljum

Tidak ada
orang baik
yang tidak punya
masa lalu,
Dan tidak ada
orang jahat
yang tidak punya
masa depan.

Setiap orang memiliki
kesempatan
yang sama untuk
berubah menjadi lebih baik.

Bagaimanapun masa lalunya dahulu,
sekelam apa lingkungannya dulu,
dan seburuk apa perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk
berubah.

Karena,
seseorang yang hampir membunuh Rasul pun
kini berbaring di sebelah makam beliau. :
Umar bin Khattab.

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya..
Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun
akhirnya menjadi pedang-nya
Allah :
Khalid bin Walid.

Jangan memandang seseorang dari
status
dan
hartanya,
karena
sepatu emas fir’aun berada di neraka,
sedangkan
terompah Bilal bin Rabah terdengar di syurga.

Intinya,

Jangan memandang
remeh
seseorang karena
masa lalu
dan
lingkungannya,
karena
bunga teratai
tetap
mekar cantik
meski tinggal di air yang kotor.

Maka untuk jadi
hebat
yang diperlukan adalah
kuatnya tekad.

Tak perlu pusingkan masa lalu,
tak perlu malu dengan tempat asalmu,
jika kau mau.

Kau bisa menjadi laksana
bunga teratai
yang tinggal di air yang kotor namun tetap
mekar mengagumkan.

Berubah
dan
bangkit
jauh lebih
indah
dari pada
diam
dan hanya
bermimpi
tanpa melakukan tindakan apapun.

INGATLAH!!!

Jika semua yang kita
kehendaki
terus kita
miliki,
dari mana kita belajar Ikhlas…?

Jika semua yang kita
impikan
segera
terwujud,
darimana kita belajar
Sabar

Jika setiap
do’a
kita terus
dikabulkan,
bagaimana kita dapat belajar
Ikhtiar...

Seorang yang dekat dengan
Allah,
bukan berarti tidak ada
air mata…

Seorang yang tekun
berdo’a,
bukan berarti tidak ada
masa-masa sulit…

Biarlah
Sang Penyelenggara Hidup
yang berdaulat sepenuhnya atas kita,
karena hanya
Dia-lah/ ALLAH SWT
yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang
Terbaik..

Tetap
SEMANGAT…
Tetap
SABAR…
Tetap
IKHLAS…
Tetap
SYUKUR…
Tetap
BERDOA…
Karena kamu sedang kuliah di UNIVERSITAS KEHIDUPAN…

Orang yang
Hebat
tidak dihasilkan melalui
Kemudahan,
Kesenangan,
dan
Kenyamanan…

Mereka dibentuk melalui
KESUKARAN,
TANTANGAN

dan bahkan
AIR MATA..

Gantungkan hidup kita sepenuhnya hanya kepada
ALLAH AZZA WA JALLA

Barakallah fiikum.

By : Dr. Mardani Ali Sera
From : Ari Jakarta
Editor : Wea Kissparry

Kissparry

Anda Harus Tahu


Pertanyaan berikut “tahukah Anda” baru saja KissParry membaca kiriman dari Medsos (WhatsApp) kiriman salah satu anggota tentunya. Sekilas membaca pertanyaan itu langsung tertarik untuk mempublikasikannya. Oleh sebab itu pemilik artikel asli kami sampaikan terima kasih. Lanjutkan membaca Anda Harus Tahu

Suasana Puncak Lawu, Fajar dan Pagi Hari


Suasana di puncak Lawu, Hargo Dumilah benar-benar dinikmati, sambil melepas lelah. Biasanya ketika sudah sampai disini rasa lelah dan capai sudah mulai terobati.


Suasana Puncak Lawu

Sekitar pukul 04.00 WIB pagi fajar, tim KissParry sudah berada di sekitar puncak Hargo Dumilah. Niat untuk melihat matahari terbit, tercapai, karena cuaca pagi itu sangat cerah.

Fajar Menyingsing dan Matahari Terbit

Sang fajar nampak mulai menyingsing, meskipun angin sepoi-sepoi masih terasa dingin, namun hati sudah sangat lega, karena sebentar lagi pasti sang surya akan menampakkan diri, artinya alam yang tadi nampak gelap akan terlihat terang-benderang.

aPagi_puncak_Lawu_WP_20150205_003
Jelang fajar di puncak Lawu

Suasana sudah mulai terang, pancaran sinar matahari pagi ke bumi sudah membuat suasana dingin menjadi lebih hangat.

Suasana Pagi di Puncak Lawu mode Foto Panorama (foto KissParry)

Fenomena yang menarik tentunya, ketika berada di tempat yang lebih tinggi kita bisa menyaksikan hadirnya matahari lebih awal dari pada yang berada di dataran rendah. Disamping itu sudah barang tentu kita bisa meyaksikan apa-apa yang terlihat dibawah dari kita, namun biasanya tertutup oleh awan, mengingat awan berada lebih bawah dari tempat berada.

Memandang awan disinari sang surya

Terpancarnya sang surya matahari pagi menyinari bumi membuat suasana terasa lebih damai dan lebih tenang juga senang, mengingat akan fenomena misteri menjelang matahari terbenam sangat berbeda rasanya. Bila sore itu terasa mencekam karena membuat takut dengan keanehan-keanehan yang dijumpai, ketika fajar menyingsing dan sang surya mulai hadir, seakan keanehan sore dan malam itu sudah terlupakan.

aIndahnya_Lawu_WP_20150205_026
Matahari pagi mulai bersinar terang, Puncak Lawu

Hargo Dumilah Puncak Gunung Lawu

Lega rasanya, ketakutan yang dialami hampir sepanjang sore malam hari terbayar sudah, dengan melihat tugu puncak Hargo Dumilah 3265 MDPL. Tim tidak segera berfoto di tempat tersebut, namun memilih untuk menelusuri area sekitar puncak, dengan menikmati alam dan keagungan Tuhan. Si burung masih terlihat di sini, entah yang lain melihat atau tidak, KissParry Jr tidak menanyakannya.

Suasana di puncak Lawu sangat ramai dengan kehadiran para pendaki yang terus berdatangan, namun sebenarnya banyak pendaki yang telah sampai di area sekitar puncak, entah di Hargo Dalem ataupun yang lainnya.

Hargo Dumilah Puncak Gunung Lawu

Tugu puncak Lawu di Puncak Hargo Dumilah, diberi penanda untuk memudahkan para pendaki menujunya, juga untuk berfoto ditempat tersebut. Untuk mengambil gambar harus rela antri.

Agro Dumilah Puncak Lawu 3265 M DPL

Di sekitar puncak Hargo Dumilah, tim tidak terlalu lama, hanya sekitar sampai pukul 07.00 WIB, karena masih banyak yang akan dikunjungi, misalkan Pasar Dieng atau Pasar Setan atau Pasar Bubrah, yang menjelang sore itu benar-benar seperti pasar.

Kissparry Junior Alif dan temannya di Puncak Lawu

Tim mampir ke warung Mbok Yem untuk sarapan pagi, dan setelah cukup beristirahat sambil menikmati teh panas, kemudian melanjutkan perjalanan ke area yang lainnya.

warung-mbok-yem-puncak-lawu
Warung Mbok Yem Puncak Lawu (Hargo Dalem)

Setelah itu segera untuk bergegas turun dari Gunung Lawu untuk menuju base camp di Cemoro Sewu.

Sisi Lain di Puncak Gunung Lawu

Burung yang mengikuti tim, masih setia muncul, dan tim tidak berani berbuat yang aneh-aneh termasuk memetik bunga Edelweis.


Baca Juga : Tersesat di Gunung Lawu karena Segenggang Edelweis


Ada beberapa tempat yang bisa disinggahi di sekitar puncak Lawu, kegiatan di puncak boleh dikatakan dibatasi dan harus segera turun gunung. Meskipun seperti itu kita masih cukup waktu untuk mengunjungi beberapa obyek atau tempat yang ada.

Tempat-tempat yang dikunjungi setelah dari Puncak Hargo Dumilah yaitu diantaranya: Pasar Dieng yang dikenal juga Pasar Setan atau Pasar Bubrah, Gua Sigolo-golo, Telaga Kuning, Sendang Macan, dan beberapa puncak Lawu lainnya.

Warung Mbok Yem yang buka 24 jam sangat membantu dan menolong para pendaki, terutama yang kehabisan bekal, meskipun harganya sedikit lebih mahal, kalau dibanding harga makanan di kota mungkin hampir sama.

Mbok Yem juga menyediakan tempat istirahat, tidak memungut dengan menentukan tarif, namun pengunjung bisa memberi uang jasa seiklasnya saja.

Telaga Kuning Puncak Gunung Lawu (pagi masih agak gelap) Dok pribadi
Telaga Kuning Puncak Gunung Lawu (siang hari) Dok Google

Disamping itu flora dan fauna yang ada di gunung Lawu juga menjadi daya pikat tersendiri, antara lain bunga Edelweis. Disekitar puncak lawu juga banyak ditumbuhi pepohonan atau dedaunan sebagai bahan-bahan obat-obatan dan jamu, sehingga hampir setiap hari pula ada warga sekitar yang mencari bahan obat atau jamu disekitar lereng puncak Gunung Lawu.

Gua Sigolo-golo Gunung Lawu
View dari atas Gunung Lawu

Pendakian kali ini memang terasa lain, dengan beberapa pengalaman yang ditemuinya, termasuk beberapa hal misteri Gunung Lawu yang tentu tidak akan terlupakan.

Dengan berangkatnya lebih awal untuk pendakian ternyata membawa banyak pengalaman selama berada di Gunung Lawu.

View Panorama Gunung Lawu (Awe Kissparry)

Sekitar pukul 07.00 WIB tim (KissParry Jr Alif dan temannya) sudah meninggalkan puncak Hargo Dumilah untuk sarapan dan segera bergegas turun dari puncak Lawu, dan tentu sambil menghampiri tempat-tempat yang sudah disebutkan di atas.

Alhamdulillah sekitar pukul 15.30 WIB tim sudah berada di base camp Cemoro Sewu, dengan membawa sejuta kenangan yang tak terlupakan dari Gunung Lawu.

Catatan Perhatian

Sejak awal pendakian, begitu diikuti burung jalak, tim segera ingat dan menerapkan pesan pemangku wilayah di base camp, terutama agar tidak tersesat jalan. Dalam hal ini yang terpenting adalah meluruskan niat untuk tidak berbuat yang aneh-aneh dan macam-macam selama di gunung Lawu. Dan selalu waspada, karena godaan pasti ada.

Dalam kondisi yang waspada inipun masih menemukan kejadian yang dianggapnya misteri dan mencekam, meskipun hanya beberapa saat.

Selama berada di gunung berarti kita berada di alam raya bebas, karena bebas itulah sehingga banyak misteri yang terpendam, dan kita tidak boleh menyepelekan sesuatu yang ada di gunung, atau ketika menemui sedikit hal yang terasa janggal harus segera ingat kepada Sang Pencipta Alam Semesta.

Selesai

oleh Kissparry
editor EswedeWea