Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan selenggarakan Ujian Tulis berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 pada 5-14 Juli ini, diikuti 10.632 peserta.

Pelaksanaan UTBK SBMPTN kali ini memang sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, karena masih pandemi Covid-19 dan Unnes berkordinasi dengan pemerintah Kota Semarang terutama Gugus Covid-19 dan jajaran kepolisian dalam penyelenggaraan UTBK.

Dilansir dari RRI.co.id, Wakil Rektor Bidang Akademik Unnes, Prof Dr Zaenuri ketika jumpa pers dengan wartawan mengatakan, UTBK tahap I dilaksanakan mulai 5 sampai dengan 14 Juli 2020 dan tahap II (20-29 Juli 2020).

Pelaksanaan UTBK di bagi dalam 2 sesi, pagi (09.00-11.15 WIB) dan siang (14.00-16.15 WIB) dengan daya tampung sebanyak 590 peserta setiap sesinya.

Prof Zaenuri (tengah), Dr dr Yuni Wijayanti, dan Deddy Rustiono MSi

Diterangkan, lima lokasi telah disiapkan dengan 27 ruang dan 590 buah komputer untuk peserta  UTBK. Dikatakan, tahun 2020 Unnes akan menerima mahasiswa baru sebanyak 8.470, dengan rincian jalur SNMPTN sebanyak 2510, SBMPTN sebanyak 3.654 dan Seleksi Mandiri (SM) sebanyak 2.629 calon mahasiswa.

Kelima lokasi itu adalah Gedung Prof. Satmoko (LP3) dan Gedung Prof. Retno Sriningsih (LPPM) ini adalah gedung yang berhadapan-hadapan didekat pintu gerbang utama (gedung kembar), kemudian Gedung G Perpustakaan (lama) dari gedung LPPM ke arah timur sekitar 200 m. Masuknya dari gerbang utama pintu barat.

Gedung L, Fakultas Ekonomi dan Gedung K, Fakultas Hukum. Gedung L gedungnya tampak dari jalan raya tengah kampus berada di depan Gedung GSG yang gedungnya ada tulisan UNNES diatasnya. Sementara Gedung K adalah Fakultas Hukum yang ada disamping timur FE dan Fakultas Ilmu Sosial. Gedung L dan K berada dibelahan timur, masuknya dari pintu timur (tengah).

Sementara itu, Ketua Koordinator UTBK Unnes, Deddy Rustiono, SE, MSi mengatakan, telah berkordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan Kepolisian untuk kelancaran acara. Menurutnya, koordinasi diperlukan untuk antisipasi dari pencegahan Covid-19 dan mengurai kerumunan.

“Kami siapkan sekitar 200 orang panitia dilengkapi alat pelindung diri dan masker untuk peserta yang tidak membawa masker,” jelasnya.

Ditambahkan Ketua Satgas Covid 19 Unnes, Dr dr Yuni Wijayanti MKes menerangkan, telah mengkondisikan pelaksanaan UTBK dengan tatanan kehidupan baru. Diantaranya, dengan kordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan RSUP Dr Kariadi untuk pengawasan protokoler kesehatan.

“Setiap sesi ada 26 tim medis terdiri dari dokter, perawat dan pembantu kesehatan untuk ikut melakukan pengawasan dan membantu pelaksanaan UTBK dari sisi protokoler kesehatan,” imbuhnya.

Kapasitas 590 persesi dikalikan dengan 2 sama dengan 1180 setiap harinya, dan selama 10 hari berarti kapasitas Tahap I berjumlah 11.800 kursi, sehingga dengan peserta 10.632 orang akan tertampung semuanya di tahap I.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa semula setiap hari akan diselenggarakan dalam 4 (empat) sesi, tetapi setelah panitia mengadakan rapat dengar pendapat dengan DPR RI, mengerucut sehari menjadi 2 (dua) sesi.

Dalam kaitan hasil keputusan tersebut, kemudian seluruh peserta di relokasi atau di daftar kembali dan peserta UTBK 2020 ini semuanya harus mencetak ulang Kartu Peserta mereka.

Salam sukses selalu.
Telah terbit di RRI.co.id, tim-medis-dampingi-10-632-peserta-utbk-unnes

oleh Eswedewea
editor Eswedewea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.