Toleransi di Tengah Masyarakat Majemuk (Khutbah Iedul Fitri 1438)

Dalam rangka Idul Fitri 1438 Hijriyah / 2017 M, Kissparry dengan bangga menayangkan khutbah Iedul Fitri, kiriman dari ustadz Muh Qomari, S.Ag. dari Boyolali dengan judul `Toleransi di Tengah Masyarakat Majemuk’.

Masjid Bening Ati GP2-2017-06-24 copy
Masjid Bening Ati GP2 Boyolali

KHUTBAH ‘IEDUL FITRI 1438 H

“TOLERANSI DI TENGAH MASYARAKAT MAJEMUK”
Oleh Muh Qomari

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنَّ الحَمْدَ لِلهِ الَّذِىْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِهِ وَكَفَى باِللهِ شَهِيْدًا الَّذِى نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَلَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا وَالحَمْدَ لِلهِ الَّذِىْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرُ الصِّيَامِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِلصَّائِمِيْنَ وَفَرْحَةً لِلْمُتَّقِيْنَ
أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَامَعْبُدَ إِلاَّ إِيَّاهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَ بَعْدَهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ أَللَّهُمَّ صَلِ وَسَلِمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا قَالَ اللهُ تَعَالَى يَااَيُّهَالَّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ أَيْضًا فِى اَيَةِ الْاُخْرَى :
يَٰأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلنَٰكُمۡ شُعُوبا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ
الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله الله اكبر الله اكبر ولله الحمد الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لااله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده. لااله الا الله ولانعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون لااله الا الله و الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyirol Muslimin
Sidang Jamaah Sholat ‘Iedul Fitri yang dimuliakan Allah SWT.

Pagi yang sejuk indah nan cerah ini, tiada untaian kata yang lebih indah untuk terucap dari lisan kita selain untaian rasa syukur kehadirat Dzat yang Maha Agung, Allah SWT. Dialah yang memberikan karunia dan rahmat yang sangat dahsyat sebelum kita meminta. Pagi ini Allah telah memberikan karunia lagi kepada kita berupa sebuah kemenangan umat Islam setelah melalui tahapan diklat kehidupan di bulan suci Romadhan yakni yaumul ‘ied al fitri, hari kemenangan Umat Islam.

Malu rasanya ketika kita tidak mampu mengimplementasikan ayat-ayat Al Qur’an khususnya Surat Ibrahim ayat 7. Kita yakin dengan penuh hati ikhlas ketika kita tidak memenuhi perintah Allah dalam ayat tersebut tentu hanya adzab lah yang pantas untuk kita terima. Semoga Allah Yang Maha Besar memasukkan kita sebagai umat yang mampu bersyukur kepadaNya. Amin Ya Robbal ‘Alamiin.

Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita nabi agung Rasulillah Muhammad SAW. Hanya beliaulah yang mengajarkan dan menjadi tauladan kita dalam segala aspek kehidupan umat manusia di muka bumi yang terhanpar luas ini. Dialah yang pantas kita jadikan sebagai sumber utama, contoh tauladan bagi kita untuk mengarungi lautan yang dalam dan luas yakni lautan kemasyarakatan.

Khususnya di tengah masyarakat kita, bangsa Indonesia yang sangat majemuk ini, beliau telah memberikan contoh bagaimana kita harus hidup damai di tengah masyarakat yang sangat majemuk.

Di pagi yang cerah penuh rahmat ini perkenankan saya menyampaikan khutbah ‘Iedul fitri dengan tema Toleransi di tengah masyarakat majemuk.

Tidaklah terlalu berlebihan kiranya jika kita mengatakan bahwa bangsa Indonesia merupakan sebuah potret yang nyata dari ayat-ayat Allah SWT. Khususnya dalam surat Al Hujurat ayat 13.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ ١٣

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal

Sebagai bangsa yang penuh ragamnya, coraknya, identitasnya dan ragam segala-galanya, maka kita harus mampu menorehkan kebijakan dalam segala lini. Baik itu berupa kebijakan personal, kebijakan sosial maupun yang lainnya. “Damai” merupakan cita-cita bersama dalam menjalani komunikasi antar sesama. Mewujudkan kedamaian di tengah masyarakat majemuk sesungguhnya telah diberikan contoh oleh junjungan kita nabi agung Muhammad SAW dan para sahabatnya. Ketika beliau berkomunikasi dengan masyarakat pada saat itu beliaulah yang mencetuskan dan mencontohkan sikap toleransi dengan sesama manusia.

Hal ini juga dinyatakan Allah SWT dalam surat At Taubah 128 yang menyatakan kesempurnaan sikap toleransi Rasulullah SAW.

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٢٨

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin

Dalam hadits riwayat Bukhori menyatakan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad SAW pernah berdiri untuk menghormati jenazah seorang Yahudi yang melewatinya lalu ditanya kenapa beliau berdiri. Beliau menjawab “apakah dia tidak seorang manusia?”.
Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa rasul bertoleransi dengan berdiri menghormati jenazah seseorang meskipun dia seorang Yahudi.

Contoh lain adalah ketika terjadinya Piagam Madinah yang terkenal dengan “Mithaq al Madinah” pada tahun 622 M. Pada saat itu terjadilah perjanjian antara kaum muslimin dengan suku-suku di kota Yatsrib (sekarang Madinah) dengan tujuan membangun sikap toleransi.

Salah satu bunyi dari piagam itu adalah “Orang-orang bani Auf adalah satu umat dengan orang-orang mukmin. Bagi orang-orang Yahudi adalah agama mereka dan bagi orang Mukmin agama mereka, termasuk pengikut mereka dan diri sendiri. Hal ini berlaku bagi orang-orang Yahudi selain bani Auf. Al Qur’an menyatakan “lakum diinukum waliyadiin”

Para khulafaur rosyidin pun mengikuti jejak Rasulullah dalam membangun sikap toleransi itu. Umar bin Khattab menaklukkan wilayah Aelia dengan damai tanpa kekerasan dan memberikan jaminan perlindungan bagi penduduk non muslim dan Yahudi di kota tersebut. Sehingga terbitlah perjanjian Aelia / piagam Aelia. (Aelia adalah wilayah Quds yang sekarang bernama Palestina).

Dua contoh tersebut merupakan fakta berabad-abad silam yang pantas untuk diberlakukan sampai akhir zaman. Melalui sikap toleransi itulah Islam mampu menunjukkan kedamaian di seluruh wilayah belahan dunia termasuk dalam wilayah kita Indonesia tercinta.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyirol Muslimin

Sidang Jamaah Sholat ‘Iedul Fitri yang dimulyakan Allah SWT.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Toleransi yang berasal dari kata “toleran” berarti bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) terhadap pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan sebagainya) yang berbeda dan atau yang bertentangan dengan pendiriannya. Secara etimologi toleransi yang berasal dari bahasa Arab “tasamuh” yang artinya ampun, maaf dan lapang dada.

Tasammuh harus dilakukan oleh siapa pun terhadap siapa pun jua. Dalam tataran wilayah Indonesia ini tasammuh menjadi sangat penting artinya bahkan boleh dikatakan sangat dominan posisinya dalam bermasyarakat maupun bernegara. Melalui sikap toleransi itulah bangsa kita akan senantiasa hidup dalam kedamaian. Islam telah mengajarkan sejak dini.

Toleransi Islam mempunyai makna yang luas mencakup sesama manusia, hewan dan tetumbuhan. Hablum minannaas dan hablum minal ‘alam. Prinsip dalam tasammuh Islam adalah hubungan seorang muslim dengan makhluk lainnya adalah rasa kasih sayang bahkan dalam hal menyembelih sekalipun. Toleransi Islam mempunyai makna, nilai dan kandungan yang jauh lebih dalam daripada mafhum kemanusiaan masa kini karena akan menembus dhohir maupun bathin di lubuk hati yang paling dalam.

Betapa indahnya negeri kita ini jika tasamuh sebagaiamana diajarkan oleh Islam dapat dijalankan dengan baik. Tentu tidak akan kita jumpai angkara murka di antara sesama anak bangsa, namun yang muncul adalah rasa saling memaafkan antarsesama dan hanya berharap pada ridlo Allah semata dalam setiap hal.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyirol Muslimin

Sidang Jamaah Sholat ‘Iedul Fitri yang dimulyakan Allah SWT.

Toleransi hendaknya tidak hanya didengungkan kesana kemari dengan sasaran tertentu yang hanya akan memunculkan rasa kebencian terhadap orang lain. Sesungguhnya di dalamnya tidak pernah ada sebuah paksaan terhadap seseorang untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan kehendak orang lain. Al Qur’an menyatakan denga jelas dalam surat Al Baqoroh 256.

لَآ إِكۡرَاهَ فِي ٱلدِّينِۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَيِّۚ فَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَاۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ٢٥٦

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Maka siapapun yang hendak memaksakan orang lain sesuai dengan pendapatnya dan pahamnya bukanlah sebuah sikap tasammuh. Jika ini yang terjadi maka kita hanya akan terjauhkan dari keutamaan-keutamaan tasammuh, kita tidak akan mendapatkan maknanya yang lebih baik.

Sikap tasammuh mempunyai makna yang dalam. Diantaranya adalah akan menghapus dosa dan kesalahan seseorang. Tasammuh dapat menyebabkan turunnya rahmat Allah SWT bahkan akan menghindarkan seseorang dari ngerinya hari kiamat kelak dan menghindarkan dari api neraka.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyirol Muslimin

Sidang Jamaah Sholat ‘Iedul Fitri yang dimulyakan Allah SWT.

Pada akhirnya marilah kita merenungkan, merefleksi dan menghayati betapa pentingnya sikap toleransi sehingga mampu menghilangkan segala bentuk arogansi baik arogansi individual maupun arogansi jamaah. Islam telah mengajarkan sikap toleransi itu sejak berabad-abad yang lampau dan mampu mewujudkan kedamaian di mana-mana. Itulah maknanya Islam sebagai rahmatan lil ‘alamiin.

Islam bukanlah teroris, Islam bukan provokatif, Islam bukanlah radikalisme tetapi Islam adalah rasa kasih sayang, damai, kesejukan dan keindahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dengan demikian Islam bukanlah sesuatu yang ditakuti dimana-mana namun Islam akan mengayomi siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Islam telah meletakkan pondasi dasar bertoleransi dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Maka jika ada sebuah ungkapan yang menyatakan Islam intoleran adalah tidak benar sama sekali.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyirol Muslimin
Sidang Jamaah Sholat ‘Iedul Fitri yang dimulyakan Allah SWT.

Demikian khutbah ini saya sampaikan semoga bermanfaat untuk kita semua, mohon maaf segala khilaf dan kekurangannya. Akhirnya marilah kita akhiri dengan berdoa kepada Allah SWT.

ألحمد لله الذى جعلنا وإيّاكم عباده المتّقين وأدّبنا بالقران الكريم الذى أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِهِ وَكَفَى باِللهِ شَهِيْدًا اللهم صل وسلم على محمد واله أجمعين وارحمنا معهم برحمتك يا ارحم الراحمين
اَلحَمْدُ لِهَِحم رَبِّ العَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَامَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات يا قاضي الحاجات اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْا كَمَا رَبَّيَنَا صِغَارًا اَللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ وَنَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ وَنَعُوْذُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ. اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ بِالإِسْلاَمِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالإِيْمِانِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالْقُرْآنِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِشَهْرِ رَمَضَانَ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالأَهْلِ وَالْمَالِ وَالْمُعَافَاةِ لَكَ الْحَمْدُ بِكُلِّ نِعْمَةٍ أَنْعَمْتَ بِهَا عَلَيْنَا. اللهمّ ارنا الحقّ حقا وارزقنا إتباعة وارنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابة ربنا اغفرلنا ذنوبنا وكفرعنّا سيّئاتنا وتوفنا مع الابرار ربّنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار سبحان ربّك ربّ العزّة عمّا يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله ربّ العالمين

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Qomari2017-06-24 at 14.36.31
Keluarga Muh Qomari
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.