Tips Berkendara yang Aman dan Selamat, berdasar Pengalaman Jelajah

Kissparry Wea hanya ingin berbagi pengalaman tentang touring yang aman agar selamat, utamanya berkendara jarak jauh yang merupakan bagian dari pengalaman jelajah. Semoga bermanfaat bagi pembaca yang suka touring dan khususnya buat Kissparry juga.

Dalam suatu perjalanan di jalan raya faktor aman dan keamanan merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan dan ini bersifat perorangan atau individu, apa alasan sehingga dapat menjelaskan seperti itu.

Meskipun demikian tetapi bersifat kolektif dan tidak bisa mengabaikan dengan yang lainnya seperti halnya dalam perjalanan berkendara di jalan raya pasti tidak sendirian, ada lawan arah dan juga jalan yang searah.

Oleh karena itu bahasan ini mungkin akan sedikit memberikan informasi tentang keamanan di jalan raya yang pasti dambaan setiap pengendara, berjalan menuju tujuannya dengan aman dan selamat.

Faktor Utama pada Kendaraan

Pastikan kondisi kendaraan yang akan kita gunakan cukup memadai untuk keselamatan minimal

  • Rem Depan dan Belakang

Rem yang layak adalah rem yang dapat berfungsi dengan baik. Catatan Kissparry pernah berkendara tiba tiba gagang rem belakang putus. Kejadian ini dua kali, pertama saat hendak kearah Solo putus saat di Ampel, karena memang gagang rem sudah di las. Begitu gagang rem putus langkah yang dilakukan saat itu menghentikan perlahan dengan rem depan hingga berhenti kemudian gagang rem yang putus dicari.

Setelah ketemu perjalanan dilanjutkan tanpa rem belakang dan kebetulan rem depan juga kurang pakem, untungnya motor yang menggunakan presneling manual (orang bilang motor laki).

Apakah mencari tukang las, tidak karena saat itu sudah malam. Kedua kalinya masih dengan motor yang sama saat di turunan tajam, yang dilakukan teriak keras keras ‘rem blong…. awas rem blong….’ pantas saja pejalan kaki pada minggir.

  • Rantai

Kondisi rantai juga sangat penting, karena rantai merupakan penggerak laju, sehingga rantai harus diperhatikan dalam berkendara jarak jauh.

Kissparry punya pengalaman ketika sepulang dari Borobudur tiba tiba rantai terputus, untungnya tidak nyangkut di roda karena jalan kebetulan menurun sehingga tidak sampai terjatuh. Saat itu berkendara dengan beberapa motor sehingga rantai yang putus dicari.

Lumasilah rantai dengan pelumas yang dianjurkan, usahakan rantai tidak kering karena membuat rantai cepas aus.

  • Ban (Luar dan Dalam)

Kondisi ban juga menjadi perhatian, karena ban luar yang tipis akan memudahkan bocor ban dalamnya. Demikian pula ban dalam yang sudah banyak tambalan juga perlu diwaspadai.

Kissparry juga pernah terjadi ban tiba-tiba bocor, setelah dicek tidak ada bekas tusukan benda tajam sehingga bocor bukan karena kena benda tajam, sesampai di tukang tambal ban ternyata sambungan pada ban dalam yang mengelupas, kata tukang tambal ban katanya ban luar yang telah tipis yang jadi penyebab terlebih siang bolong seperti itu, sehingga ban dalam panas sekali.

Lebih ngeri lagi Kissparry pernah ban belakang kena paku dan meletus, saat itu belum menggunakan ban tubles seperti sekarang, sehingga harus mengganti ban dalam dan ban luarnya, untuk bisa mengendalikan.

Apabila terjadi ban meletus, maka fokuskan pada pengendalian kendaraan, kuatkan pegangan kemudinya sambil berusaha mengerem secepatnya.

Saat ini sudah banyak ban depan atau belakang yang tubles, pengalaman ini lebih aman, sebab kalau bocor tidak langsung habis.

Dari pengalaman berkendara orang lain yang kebetulan berdekatan dengan Kissparry, tiba-tiba pengendara tersebut ban belakangnya meletus dan tidak bisa mengendalikan sehingga terjatuh, padahal orangnya sudah agak tua, sedang dalam perjalanan Pekalongan ke Kudus (meletus di Semarang Kali Banteng), saat itu beberapa pengendara penyarankan ke Puskesmas terdekat dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Tekanan ban juga perlu diperhatikan, setidaknya sesuai dengan standar yang dianjurkan. Ban yang kempes akan menghambat laju dan membuat bahan bakar lebih boros. Dan sebaliknya ban yang terlalu padat atau keras juga membuat dikendarai tidak nyaman.

  • Busi

Busi harus diperhatikan, meski busi baru tidak menjamin perjalanan akan lancar. Motor yang suka batuk-batuk, terlebih ‘nyendal-nyedal’ seperti naik kuda, maka perlu segera dicek businya, bila perlu diganti.

Pengalaman ketika sepulang dari Jogja tiba tiba motor batuk batuk, karena jalan malam untuk berhenti sembarangan tidak berani, akhirnya untuk mengganti busi cadangan berhenti di angkringan pinggir jalan. Sambil tanya apa ada toko onderdil motor yang masih buka lebih dari pukul 21.00 dapat penjelasan kalau 1 km lagi ada tambal ban yang buka sampai larut biasanya sedia onderdil sederhana seperti oli, busi, ban, rantai.

  • Lampu depan dan belakang

Lampu-lampu jangan diremehkan, terlebih perjalanan jauh maka harus diusahakan selalu menyala, karena ini juga penting. Lampu depan untuk menyinari bagian depan sedang yang belakang sebagai penanda kendaraan yang datang dari belakang.

Kissparry juga pernah punya pengalaman ketika hendak perjalanan ke Solo lampu mati, kebetulan saat itu sudah malam, tidak ada toko onderdil yang buka, maka salah satu jalan adalah meyalakan lampu baterei ‘senter’. Setiap perjalanan jauh tidak lupa selalu membawa ‘senter’

  • Spion Kanan dan Kiri

Biasakan memanfaatkan spion untuk melihat kendaraan dari arah belakang, dan hindari menoleh ke belakang  karena ini berbahaya. Menoleh ke belakang dibenarkan saat berhenti.

Jangan malah spion diambil kemudian motor tidak menggunakan spion. Bila Anda mengganti spion dengan ukuran yang lebih kecil dengan alasan jalanan yang ramai agar lincah di jalan, usahakan spion tetap berfungsi dengan baik.

  • Oli Mesin

Oli mesin merupakan kebutuhan vital untuk pergerakan mesin, oleh karenanya pastikan oli mesin masih keadaan baik, kekentalan diperiksa termasuk kecukupan.

Bila perlu oli mesin diganti dengan yang baru, meskipun masanya belum saatnya untuk diganti, atau setidaknya ketika di jalan kelak oli mesti diperhatikan.

  • Pendingin Mesin

Untuk pendingin mesin juga harus diperhatikan, dicek sebelum melakukan perjalanan.

Faktor Utama pada Pengendara

Faktor utama yang lain adalah pengendara atau kita sendiri, usahakan perlengkapan dari pengendara diperhatikan, terutama untuk perjalanan jauh.

  • Helm

Menggunakan helm standar dan bila perlu helm cakil. Kaca pada helm juga diperhatikan, kalau sekarang sudah ada helm model 2 kaca, memakai yang model ini lebih baik.

  • Sarung Tangan

Ini penting terkait keamanan, disamping juga pada musim panas ataupun musim dingin sebagai pelindung cuaca. Usahakan sarung tangan tebal yang ada besi atau bajanya.

  • Masker

Untuk perjalanan jauh sebaiknya menggunakan masker untuk mengurangi polusi masuk ke hidung. Memang sebagian orang kadang tidak suka pakai masker dengan alasan mengganggu pernafasan.

  • Bersepatu

Usahakan menggunakan sepatu, karena sepatu dalam hal ini multifungsi, yaitu berfungsi pelindung kaki untuk terik matahari dan panasnya mesin motor, juga berfungsi menahan gesekan bila terjadi sesuatu.

Bila hujan sebaiknya dipertimbangkan berganti sepatu karet atau memakai sandal, jangan tanpa alas kaki.

  • Pelindung Pergelangan

Perlindungan pergelangan tangan dan pergelangan kaki, sangat diajurkan dan akan lebih baik kalau mengenakan ini.

  • Jaket

Pakailah jaket yang cukup tebal, dan alangkah baiknya jaket multifungsi (anti air hujan).

  • Jaga Vitalitas

Usahakan saat mengendara tidak ngantuk, bila ngantuk berhentilah dan istirahat itu lebih aman.

  • Berdoa

Saat mengawali berkendara jangan lupa selalu berdoa minta perlindungan pada Yang Maha Kuasa. Bisa juga membayangkan jalan yang akan dilalui, lancar-lancar, aman, nyaman tanpa hambatan yang berarti sehingga selamat sampai tujuan.

Faktor Alam

Alam sebenarnya bersahabat dengan kita, hanya kadang-kadang kita kurang memahami tanda-tanda yang alamiah.

  • Lika-Liku Jalan

Apabila kurang faham dengan kondisi jalan, jangan malah ngebut. Punya pengalaman yang menarik ketika menikung terlalu tajam dalam posisi cepat akhirnya harus berjalan di tanah seberang jalan dan akhirnya harus berhenti mencari selah jalan aman dan untuk menutup rasa malu pura-pura lihat-lihat ban depan belakang.

Untungnya bisa mengendalikan, dan di depan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan.

Saat tikungan usahakan tidak mendahului kendaraan lain, karena bukan di sirkuit yang di depan tidak ada lawan kendaraan lain.

Pernah juga saat jalanan bergelombang ada perlintasan rel kereta api, karena kurang paham jalan hingga hampir jatuh ke sawah, untuk bisa mengendalikan tentu perlu ketenangan dan perjuangan keras. Penting juga perhatikan rambu-rambu jalan.

Lebih berbahaya apabila tikungan tidak terlalu tajam, mengingat keadaan ini biasanya digunakan untuk memacu laju kendaraan, seperti pembalap.

  • Berada di Jalan Sepi

Saat jalanan sepi biasanya digunakan untuk memacu kendaraan, namun sebaiknya sering memberi tanda, entah dengan klakson atau dengan permainan lampu jauh, terlebih jalanan yang berkelok-kelok.

Perjalanan malam hari akan tampak kendaraan dari arah berlawanan dari sorot lampu yang terpancar, tetapi kalau siang sebaiknya hati-hati.

Jalan sepi rawan rasa kantuk tiba menghampiri, oleh karena itu tetaplah siaga.

  • Saat Panas Terik

Pada saat panas terik, usahakan tidak berjalan dengan kecepatan yang kencang, karena gesekan ban dengan aspal atau beton membuat ban lebih cepat panas, bila karena situasi yang mengharuskan cepat pada saat berhenti sebaiknya ban diberi air agar lebih dingin.

  • Musim Hujan dan Hujan Turun, kadang Reda

Disaat musim penghujan, biasanya ada beberapa bagian jalan yang berpasir terutama di belokan jalan, sehingga ketika akan menikung sebaiknya diperlambat laju kendaraannya, karena resiko terpeleset sangat mungkin. Pernah punya pengalaman terpeleset saat menikung, untung bisa mengendalikan sehingga tidak sampai terjatuh.

  • Jalanan yang Gelap Kurang Penerangan Jalan

Jalan yang gelap dan kurang penerangan sering-sering menyalakan  lampu jauh terutama di malam hari, namun tetap memperhatikan kendaraan lawan arah, agar tidak menyilaukan.

  • Tanjakan dan Turunan

Jalan menanjak dan jalan menurun tajam gunakanlah gigi rendah, kecuali kita sudah memahami karakter jalan yang dilalui maka jalan menurun bisa tetap gigi tinggi.

Bila jalan menanjak, sedang kita dari bawah, otomatis ada jalan yang tidak tampak, maka usahakan tidak mendahului kendaraan di depan Anda.

Untuk tanjakan turunan sedang dan berkelok, perlu kewaspadaan, usahakan tidak mendahului kendaraan lain.

  • Jalan Berkabut Tebal

Ketika melewati jalan berkabut, jangan paksakan untuk berjalan cepat kecuali memahami kondisi jalan, karena jalan berkabut biasanya daerah pegunungan yang sangat mungkin ada tebing yang terjal.

Kissparry pernah mengalami ini ketika pulang touring dari Dieng saat waktu itu lewat Temanggung arah Sumowono, saat senja kabut tebal banget, beraninya jalan 20 km/jam.

  • Melewati Hutan Belantara atau Bulak Luas

Bila akan melalui hutan atau persawahan maka usahakan bila ada pengendara lain bersamalah atau bareng, tetapi kalau tidak tetap waspada sambil memacu kendaraan.

Kissparry punya pengalaman ketika dari Purwodadi ke arah Solo, tiba-tiba ditempat gelap diikuti pengendara lain tanpa lampu, padahal berjalan di malam hari, tanpa basa-basi kendaraan dipacu dan sesampai ditempat ramai kendaraan rem agak pelan, tetapi pengendara itu tetap melaju. Dalam benak Kissparry beranggapan kendaraan tadi nunut terangnya jalan karena sorot lampu kendaraan Kissparry.

Faktor Lainnya (X Faktor)

Mungkin yang disampaikan sebelumnya sudah ada yang masuk kategori faktor lainnya atau X Faktor, namun biarlah disana, sekarang kita singgung faktor lainnya lagi.

  • Didahului (Jawa: Dilanggar atau Diselip) Pengendara Lain

Biarlah bila ada pengendara lain mendahului, mungkin dia ada kepentingan yang lebih sehingga tergesa-gesa, jangan ikutan tergesa-gesa apalagi jengkel, efek dari itu berdasar pengalaman saja ban belakang akan kempes atau bocor dikemudian waktu. Maka akhirnya akan berhenti juga. Kalaupun memacu kendaraan jangan karena tidak mau didahului, bisa jadi karena faktor keamanan, begitu depan terlihat aman segeralah menepi sedikit, biarlah didahului.

Yang kadang membuat sedikit terganggu kadang yang akan mendahului berisik dengan main klakson. Apalagi motor bagus (gedhe) atau mobil kelas atas, biarkan mereka lewat dengan angkuhnya, tapi jangan di doakan celaka, kalau celaka beneran kasihan dia.

  • Traffic Laight (Lampu Merah) di Persimpangan Jalan

Saat berada di pemberhentian lampu merah, jangan main klakson, khan sudah tahu kalau lampu merah itu berhenti dan lampu menyala hijau berarti boleh jalan.

Apabila lampu menyala hijau sudah agak lama ditandai dengan rombongan yang berhenti sudah berjalan semua, sementara kita masih agak jauh jaraknya dari lampu tersebut, sedikitlah pelan dan jangan semakin ditekan pedal gas hingga jalan lebih cepat, bila tiba-tiba lampu merah menyala bisa jadi tidak mampu mengendalikan laju karena rem mendadak, sebaiknya agak pelan saja.

Bagaimana kalau lampu kuning berkedip, maka tanda harus hati-hati, oleh sebab itu pelan dan hati-hati.

  • Daerah Baru atau Tiba-tiba Jalan Terasa Aneh

Ketika berada didaerah yang kurang mengenal atau didaerah baru atau yang tiba-tiba daerah tersebut terasa aneh, sebaiknya kasih tanda-tanda. Bila perlu berhenti sejenak dan berdoa.

Saudara Kissparry pernah mengalami kejadian seperti ini, saat melewati jalan Kedung Mundu Semarang tiba-tiba terasa aneh yang mana jalanan kelihatan ramai sekali, seperti ada pasar tiban, dan jalan terlihat halus banget, padahal jalan waktu itu agak sempit dan banyak yang lubang-lubang. Maka suadara dari Kissparry tersebut berhenti kemudian takbir lalu baca ayat-ayat Quran sebisanya sambil baca tahlil, ternyata didepan dia berhenti adalah selokan yang agak curam, sehingga bebas terjerumus. Kalau jalanan pada saat ini sudah relatif baik dan aman.

Saudara Kissparry yang lain yang tinggal di Karanganyar Solo, juga pernah mengalami hal serupa ketika pulang dari Purwodadi menuju Solo, tiba-tiba ditengah jalan seperti ada pohon dan ada orang disitu yang berdiri, kemudian membelokkan kemudi, tetapi yang terjadi malah menabrak pohon sungguhan yang di tepi jalan, maka terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit.

  • Berjalan di Jalan Kampung (Jalan Lebar – Jalan Kecamatan) agak ke Tengah

Susahnya jalan di perkampungan, terlebih itu kategori jalan kecamatan, disarankan kalau jalanan lagi sepi maka berkendaralah agak di tengah jalan, kebanyakan orang-orang kampung menyelonong keluar gang masuk ke jalan besar tanpa lihat kanan-kiri jalan, karena merasa di kampung sendiri. Inilah yang terkadang berakibat fatal hingga terjadi benturan alias kecelakaan.

Berarti kita yang sudah membaca tulisan ini, kalau akan masuk ke jalan besar mesti lihat kanan – kiri jangan asal masuk saja.

Apakah di kampung pernah terjadi kecelakaan? Kissparry pernah mendengar diperempatan jalan desa (kampung sendiri) terjadi tabrakan antar kendaraan, karena apa? Karena merasa jalanan milik sendiri, entah itu perempatan atau pertigaan asal dipacu saja itu kendaraan, malah kadang sambil sedikit sombong, sehingga terjadi tabrakan. Lalu dikabarkan yang satu pengendara meninggal dunia.

Ada lagi jalan kampung dekat kampus UNNES gang belokan kecil dan sepi, terjadi tabrakan dan keduanya jatuh yang agak parah tak sadarkan diri, pun ada pertolongan tapi datang terlambat karena jalan perkebunan yang sepi, untungnya ada kendaraan lain lewat. Ini adalah karena merasa jalan milik sendiri.

Selagi jalanan sepi, saat perjalanan terutama di jalan kampung sebaiknya agak ke tengah sedikit jalannya jangan terlalu tepi (dengan alasan apapun termasuk becek sekalipun yang di tengah jalan). edit 16/5/2018.

  • Jangan Membayangkan yang Jauh

Saat berkendara Kissparry sarankan jangan membayangkan yang jauh, tetapi hadapilah yang terdekat didepan kendaraan yang melaju. Dan yakinlah bahwa jarak yang akan di tuju semakin dekat, karena kendaraan semakin ke depan.

Dengan membayangkan yang jauh disana, entah pekerjaan, entah acara kantor, entah acara di kampung, atau kegiatan lain maka kadang kala yang ada didepan kendaraan yang sedang melaju bila ada sesuatu kadang terasa begitu dekat dan tiba-tiba, atau kalau ada kendaraan didepan yang tiba-tiba mengendalikan laju atau mengerem bisa kaget, yang akhirnya akan fatal bila kemudian tidak bisa mengendalikan kendaraan.

  • Saat Barang Bawaan Akan Jatuh atau Sudah Jatuh Sekalipun

Saat berkendara apabila barang bawaan akan jatuh atau sudah jatuh sekalipun, biarkan barang bawaan itu tetap jatuh atau segera menepi dengan pelan-pelan, jangan mendadak berhenti. Karena posisi seperti ini rawan jatuh bersama kendaraan, atau tiba-tiba ditabrak dari belakang.

Kissparry pernah membawa barang dan jatuh di jalan menurun, ya menepi dengan pelan-pelan hidupkan sign (reteng) kiri, baru kembali lewat tepi mencari barang bawaan yang jatuh tetapi tidak ketemu, ya… biarkan biar ditemukan orang lain.

Ada pengalaman teman Kissparry membawa ayam, dan ayam akan jatuh bersama kurungan ayamnya, kemudian satu tangan berusaha untuk mengamankan ayam yang akan jatuh tapi tiba-tiba ada lubang kecil yang diketahui tiba-tiba, dan mengerem mendadak terlalu pakem akhirnya jatuh bersama motornya, teman ini sampai di gip (pen).

Pengalaman Saudara Kissparry juga, saat helm yang dipakai tiba-tiba jatuh karena kecangnya angin, berusaha berhenti dengan segera tetapi karena sedikit berbelok malah jadinya tidak bisa mengendalikan kendaraan dan akhirnya jatuh, harus di bawa ke Rumah Sakit.

  • Jangan Ragu-ragu

Begitu ragu berhentilah atau saat akan berhenti ragu maka jalanlah, dan segera menepi dengan melihat kendaraan yang datang dari belakang melalui spion.

  • Masuk Gang Ditikungan

Masuk ke gang kampung di jalan menikung atau menggunung, maka hindari dan sebaiknya melewati jalan yang lain.

  • Jangan Bermain Hand Phone di Jalanan

Ini yang kadang agak susah, kadang akan terasa keren kalau lagi main HP, padahal ini berbahaya. Biarlah dering HP terdengar dan biarkan, bila merasa perlu maka segera menepi dan benar-benar di tepi keluar dari badan jalan. Terkadang masih terjadi, si pengendara menepi tetapi masih di badan jalan, hal ini bisa menyebabkan di seruduk dari belakang.

Jangan ngetik SMS sambil mengemudi, meskipun Anda bisa melakukannya. Kissparry punya pengalaman membalas SMS dengan kendaraan masih melaju yang terjadi akan masuk jurang, untung kemudian tersadar dan segera berhenti.

  • Tiba-tiba di Tuduh Menabrak padahal Tidak 

Tiba-tiba ada yang mengejar agar berhenti karena disangkakan menabrak orang di jalan yang dilalui, bila Anda merasa tidak menabrak atau bertabrakan jangan segera berhenti, tetaplah melaju, tunjukkan keberanian Anda dan katakan tidak tahu tentang itu, tapi jangan berhenti. Apalagi itu malam hari.

  • Saat Melaju Kencang Bergerombol Ambil Jarak

Saat bergerombol dalam laju kendaraan yang cepat, jangan bergerombol dan ambil jarak aman, sedikit mengalah akan lebih baik, dan bila mungkin tancap gas agar lepas didepan gerombolan, hal ini untuk menghindari tabrakan beruntun.

Kissparry punya pengalaman baru saja (kemarin pagi) saat hendak berangkat ke kantor, ada bergerombol kendaraan melaju agak cepat di jalan tanjakan, maka Kissparry langsung sedikit mengerem untuk mengalah, dan benar saja tiba-tiba mobil selang satu didepan gerombolan itu tiba-tiba telat oper kecepatan dan mogok (berhenti), yang lain sundul menyundul meskipun tidak sampai parah. Karena ambil jarak cukup sekitar 5 meter maka Kissparry langsung banting kemudi ke kanan dan kebetulan disebelah kanan masih cukup untuk mendahului, langsung oper persneling mendahului kendaraan yang saling seruduk tersebut.

Pengalaman lama, saat perjalanan ke arah Solo dari Gemolong Sragen, terlihat kendaraan besar (truk) belakang dengan kecepatan agak tinggi dan dari arah depan juga ada truk juga, saat melaju cepat terlihat dari spion, begitu truk melewati Kissparry ada dua motor yang melaju cepat dibelakang truk itu dan Kissparry sempat ikutan jalan kencang, dalam pikiran langsung muncul ide cepat kalau harus ambil jarak karena sopir truk tanpa muatan biasanya sedikit ugal-ugalan atau memacu kendaraan mumpung enteng jalan. Jarak aman sekitar 15 meter.

Tiba-tiba brak antar truk tabrakan, dan 2 motor yang melaju dibelakang truk belum sempat mendahului truk ikut terlibat benturan itu, malah motor tergencet antar dua bodi truk. Begitu kerasnya tabrakan itu, Kissparry berhasil mengerem dengan cepat tidak terlibat ikut benturan, kemudian menepikan kendaraan dan istirahat tidak ikut menolong yang kecelakaan. Kissparry dikasih air minum sama rumah di tepi jalan, dan ditanya ‘kulo mboten nopo-nopo (saya tidak apa-apa)’ ketika di tanya yang punya rumah.

  • Saat akan menyeberang, dilihat jalan sepi, ternyata ada kendaraan berjalan cepat nyelonong tiba-tiba didekatnya

Inilah yang susah dan perlu kehati-hatian, saat jalanan sepi dan ingin menyeberang ternyata seolah-olah atau tiba-tiba ada kendaraan lain datang dan ingin menabrak kendaraan yang kita kendarai. Malahan saat sepi itulah sebagian kendaraan akan memacu kendaraannya sekencang-kencangnya. Sehingga kita sebagai penyeberang harus lebih ekstra hati-hati meskipun jalanan nampak sepi.

Cobalah lihat sekali lagi, apakah ada kendaraan yang kita perkirakan berjalan sangat kencang, kalau ada mengalahlah, karena penyeberang itu pada posisi yang kalah dan bila urusan dengan polisi akan menang yang berjalan di jalan lurus tersebut. Kalau memang tiba-tiba terjadi ada kendaraan melaju dan mengerem mendadak sambil ngomel-ngomel atau mau memukul, seperti itu langsung saja minta maaf, dan kalau dia tidak terima langsung tinggalkan saja jangan ditanggapi, tapi setelah minta maaf.

Oleh sebab itu saat berkendaraan jangan sambil melihat-lihat yang lain misalnya akan ke ATM sebelah, apalagi ada kendaraan besar yang menghalangi pandangan, sebaiknya lebih waspada dan kalau perlu berhenti sejenak hingga benar-benar aman. (edit 26/5/2018) ** lihat jangan membayangkan yang jauh.

Bila masih ada yang terlewat akan disusulkan, sesuai pengalaman jelajah.

Kami bukan bermaksud membimbing Anda, apalagi menggurui. Namun hanya bermaksud berbagi pengalaman.

Semoga ada manfaat.

By: Eswede
Editor: Kissparry W

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s