Babat Supat Berita Utama Ide kreatif Indonesia Kuliner musi banyuasin Sumatera Selatan Tenggulang Baru

Cara Menyimpan Jamur Tangkos Kelapa Sawit dan Perburuan yang Menguntungkan

Menjelang siang selepas hujan pada malam hari, merupakan waktu yang tepat untuk berburu jamur yang satu ini. Kissparry penasaran untuk ikut berburu Jamur Tangkos Kelapa Sawit.

Ternyata benar, pada saat tiba dilokasi perburuan, sudah banyak ibu-ibu yang menenteng kantong plastik. Bahkan sudah ada yang mendapatkan lumayan banyak.

Bebas, tidak ada kewilayahan dalam perburuan tersebut, ada sebagian dari mereka memang sudah saling mengenal, terlebih areanya yang luas.

Hasil dari berburu jamur tangkos ini sebagian besar untuk konsumsi sendiri, dan namun menurut informasi yang Kissparry peroleh ada juga yang dijual sebagai penghasilan tambahan seharga Rp. 15.000,00 per kilogramnya, sudah bersih dari sisa-sisa tangkos (janjang buah kelapa sawit).

Apabila beruntung beberapa pasar tradisional kita dapat membeli dari pedagang jamur tangkos kelapa sawit, terutama yang berdekatan dengan pabrik kelapa sawit.

Markas Pusat Kissparry kebetulan dekat dengan pabrik kelapa sawit, dan oleh perusahaan, setelah mengambil kelapanya limbah berupa tangkos disebar pada sela-sela pohon kelapa sawit, yang nantinya jamur tersebut akan tumbuh dengan sendirinya.

Jamur yang tumbuh diantara tangkos inilah kemudian masyarakat setempat menyebut jamur yang tumbuh pada tangkos-tangkos tersebut disebut dengan jamur tangkos.

Proses pembersihan Jamur

Tip untuk menyimpan jamur tangkos sawit ini cukup mudah, yakni setelah dibersihkan kemudian dicuci bersih dan di rebus sebentar kemudian ditiriskan, setelah dingin dapat disimpan pada almari pendingin atau kulkas. Hal ini harus dilakukan, apabila disimpan langsung nantinya akan mekar dan segera layu.

Dalam berburu, usahakan menggunakan lengan panjang dan kaos kaki untuk menghindari gigitan nyamuk kebun.

Semoga bermanfaat.

oleh LikKasjo
editor Eswedewea

%d blogger menyukai ini: