Tour Bermotor Jawa Timur: Pacitan, Gunung Bromo, dan Suromadu

Kali ini KissParry menyajikan pengalaman ke Gunung Bromo yang dilakukan dengan bermotor.

01_Motor_ke_Bromo_1 (50)
Si Endut dan Si Brong ke arah Bromo

Perjalanan kali ini dinamai Tour Jawa Timur, dari Kota Semarang dengan tujuan akhir Gunung Bromo melalui Pacitan, dengan jarak tempuh 495 KM (versi Google Maps). Jarak sepanjang itu bisa ditempuh dalam waktu 13 jam dan 50 menit, atau tepatnya 14 jam masih ditambah istirahat 30 menit dikalikan 6 kali, belum lagi makan dan shalat, karena belum tentu istirahat saat jam makan atau saat waktunya shalat

Sehingga harus memperhitungkan waktu istirahat, dan untuk itu ada beberapa lokasi wisata yang disinggahinya. Dalam rencana perjalanan akan singgah di Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri Jawa Tengah, kemudian perjalanan diarahkan ke selatan menuju Pacitan Jawa Timur, dan bermalam di sini dengan mengambil tempat Pantai Taman Pacitan.

Semarang – Wonogiri

Selepas makan siang dan dzuhur, dengan bermotor berdua (2 motor) berangkat ke arah Solo dari Semarang, rute yang dilalui yaitu Semarang – Bawen – Salatiga – Boyolali – Kartasura – Solo Baru – Wonogiri (tidak melewati dalam kota Solo).

01_WP_20160604_15_50_38_Panorama_Bromo
Gunung Bromo dari jalan atasnya mode Panorama (dok KissParry)

Sebelum berangkat, tim yang hanya berdua menentukan pos pemberhentian, mengingat situasi keramaian jalan bisa tidak menentu. Pos pertama Bawen (tepi Pom Bensin), karena di Bawen ada simpang jalan menuju Jogjakarta, kemudian pos ke-2 Boyolali pom bensin Teras, sambil istirahat sejenak sekitar 20 menit, untuk shalat Asar.

Meskipun ada pos pertemuan, laju motor tidak harus berhenti, sehingga cukup memberi tanda klakson. Pos ke-3 masuk Kabupaten Wonogiri dekat patung Nyi Roro Kidul, untuk pos ke-3 relatif lancar langsung melaju ke arah Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

Sampai di Waduk Gajahmungkur Wonogiri, waktu sudah menunjukkan pukul 17.05 WIB, segera memarkir kendaraan dan menuju obyek yang sekiranya bisa dapat pemandangan bagus.

01_Waduk_GajahMungkur_Wonogiri_1 (1)
Waduk Gajah Mungkur Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah

Di tempat ini sampai matahari terbenam, cukup lama berada di area waduk.

01_WadukGajahMungkur_1 (13)
Waduk Gajah Mungkur Wonogiri senja hari

Wonogiri – Pacitan

Selepas matahari terbenam, segera melanjutkan perjalanan ke arah Pacitan. Sampai di Kota Pacitan waktu telah menunjukkan pukul 19.54 WIB. Segera mencari warung penyetan untuk menikmati makan malam, kemudian mencari masjid untuk shalat Maghrib dan Isya (sebenarnya bisa shalat Maghrib di Wonogiri sekaligus Isya).

Segera bergegas ke Pantai Taman untuk bermalam dengan mendirikan tenda, tim memilih pantai dan tidak tanah lapang atau lapangan, di pantai lebih nyantai.

01_Pacitan_1 (18)
Kota Pacitan di malam hari

Menyempatkan diri keliling seputar Kota Pacitan, dan setelah itu harus segera istirahat, kali ini dipilihlah tepi pantai Taman, tentu dengan izin petugas setempat.

Tenda kecil yang sudah dipersiapkan dari rumah segera dirangkai dan segera beristirahat, mengingat perjalanan masih jauh, masih separo perjalanan.

01_PantaiTamanPacitan_1 (27)
Pantai Taman Pacitan (Pantai Penyu)

Angin berhembus sedikit kencang, membuat rasa kantuk dan lelah semakin menjadi, namun tetap teringat bahwa saat itu berada di alam terbuka.

Dengan beralas jas hujan dan matras, istirahat dapat lebih nyenyak, meskipun tidak nyenyak sekali, karena sesekali tetap teringat motor yang di parkir disamping tenda.

01_Pacitan_1 (34)
Pacitan tepi Pantai Taman pukul 05.45 WIB

Alhamdulillah, malam berlalu pagi pun tiba. Belum sarapan, sedikit bekal yang dibawa berupa biskuit dan mie instan sempat dapat mengganjal perut sementara, sambil perjalanan ke arah Trenggalek – Tulung Agung mencari warung makan untuk sarapan pagi.

Pacitan – Tulung Agung – Blitar

Pukul 06.45 WIB sudah meninggalkan pantai di Pacitan, tempat bermalam. Perjalanan dari Pacitan ke arah Tulung Agung dan Blitar dilaluinya dengan mengikuti rute umum atau jalan besar. Kecepatan yang digunakan termasuk kecepatan rata-rata 60 – 70 KM perjam. Motor dipacu lari kencang hanya kadang-kadang saja, dan perjalanan cenderung stabil.

01_Pacitan_1 (49)
Pacitan Jawa Timur tepi pantai di pagi hari 0639

Meskipun banyak tempat wisata di wilayah Trenggalek, Tulung Agung, dan Blitar namun tidak ada obyek wisata yang di kunjungi. Dalam perjalanan tersebut hanya berhenti dua kali, yaitu sarapan pagi dan mengisi bahan bakar.

Seperti biasa, karena tidak selalu dapat bersama selama berkendara, maka Pom Bensin menjadi pilihan untuk pos pemberhentian, atau pos memelankan laju kendaraan.

Perjalanan dari Pacitan ke Blitar ditempuh dalam waktu lebih kurang 4 jam 30 menit. Sesampai di Blitar sempat foto-foto sebentar sambil istirahat kurang lebih 20 menit, untuk mendinginkan mesin motor.

Blitar – Bromo

Dari Blitar ke Bromo akan menempuh jarak lebih kurang 130 KM lagi, ini seperti perjalanan Semarang ke Karanganyar. Tim tidak merencakan istirahat, hanya sekali mengisi bahan bakar dan membeli makanan ringan dan minuman, saat itulah mengambil waktu istirahat.

Rute Blitar ke Bromo akan memakan waktu lebih lama, karena dokumentasi akan banyak dilakukan di rute perjalanan ini, mengingat tujuan utama tour adalah Bromo Tengger Semeru.

Kawasan Bromo

01_Motor_ke_Bromo_1 (50)
Si Endut dan Si Brong ke arah Bromo

Tiba di pintu gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, waktu telah menunjukkan pukul 15.40 WIB, tim mengambil beberapa foto. Rute yang diambil tampak sepi, karena yang dilalui tidak rute wisatawan pada umumnya.

01_Memasuki_wilayah_Bromo_1 (60)
Memasuki Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Para wisatawan ke Gunung Bromo biasanya melalui Kota Malang dan daerah Lawang, kalau perjalanan harus melalui Malang dan Lawang maka jarak tempuh bisa lebih panjang.

Dari pintu gerbang untuk menuju area agar bisa melihat gunung Bromo dari atas hanya butuh waktu sekitar 7 menit saja maka Anda sudah bisa menyaksikan kokohnya Gunung Bromo.

01_Bromor_Wafa_1 (65)
Kokohnya Gunung Bromo tampak dari jalan raya
01_penampilan_Bromo_1 (67)
Penampilan Gunung Bromo, mengeluarkan asap

Titik Pandang (View Point) Penanjakan Gunung Bromo

Mumpung masih sore (16.10 WIB), tim segera menuju ke Penanjakan yang merupakan Titik Pandang di Gunung Bromo. Di tempat tersebut kita bisa menyaksikan Gunung Bromo dengan lebih jelas.

01_View_Penanjakan_Bromo_1 (70)
View Point (Titik Pandang) Penanjakan Gunung Bromo

Penampilan Gunung Bromo dari View Point Penanjakan di sore hari, lebih menarik kalau siang hari tentunya, kalau tidak hujan.

01_Bromo_dari_Penanjakan_1 (72)
Bromo dari View Point Penanjakan

Padang Pasir Bromo

Gunung Bromo terkenal dengan padang pasirnya, untuk menuju ke Puncak Bromo kita harus melewati padang pasir yang luas. Motor dan mobil umum tidak diperbolehkan masuk ke area ini, sehingga kalau tidak ingin jalan untuk menuju puncak Bromo di sini banyak kuda yang bisa mengantarkan ke arah puncak.

Dari Penanjakan, motor segera dibawa turun ke area berpasir Gunung Bromo, untuk menikmati lebih dekat tentang Bromo.

a_Gunung_Bromo_1 (89)
Gunung Bromo Jawa Timur, Area padang pasir
01_Area_Berpasir_Bromo_WP_20160604_068
Area Padang Pasir di Gunung Bromo Jawa Timur

Di area padang pasir Gunung Bromo, hanya berkeliling lokasi dengan mengendarai sepeda motor, dan tidak memungkinkan untuk mendaki ke puncak Bromo mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 17.05 WIB.

Ingin menginap di Bromo atau melanjutkan perjalanan, diadakan diskusi diantara berdua, akhirnya disepakati melanjutkan perjalanan kembali ke Semarang, tetapi melalui jalur utara, mengingat berangkat sudah melalui jalur selatan.

Bromo – Surabaya (Suramadu)

Perjalanan dari Bromo ke Surabaya dengan jarak 115 KM akan ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam, karena harus berhenti makan malam.

Selepas shalat Maghrib dan Isya di area Bromo perjalanan dilanjutkan menuju Surabaya, dengan sekali berhenti di pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Setelah sampai di Surabaya akan menginap di mana ada sedikit masalah, akhirnya disepakati menyeberang saja melewati tol Suramadu.

Tol Suramadu (Jalan Tol Surabaya Madura)

Akhirnya tim berhasil melintasi dan melihat jembatan tol Suramadu dari dekat. Jembatan Tol Suramadu adalah satu-satu jalan tol yang boleh dilalui kendaraan roda dua (sepeda motor).

Tol Jembatan Suramadu2
Jembatan tol Suramadu Jawa Timur di malam hari (Istimewa)

Dari Surabaya ke Madura, lepas jembatan tol Suramadu kira-kira memakan waktu 30 menit.

Perjalanan yang panjang yang melelahkan, rasa lelahnya terobati kembali setelah melihat jembatan tol Suramadu dari dekat di malam hari. Sorot lampunya yang aneka warna menambah gagahnya jembatan yang membentang di atas laut tersebut.

Di tol Suramadu tidak boleh lama berhenti di sini, mengambil gambar secukupnya dan segera melanjutkan perjalanan. Pintu masuk jembatan sudah diberi peringatan agar tidak berlama-lama di atas jembatan, dikarenakan angin kencang, dan bisa bikin kemacetan.

Pulau Madura Jawa Timur

Meskipun tidak direncanakan sebelumnya, akhirnya sampai juga di pulau seberang, yaitu Pulau Madura. Dengan adanya jembatan penghubung antara pulau Jawa dan pulau Madura, wilayah Madura semakin ramai dikunjungi, setidaknya banyak orang penasaran dengan jembatan di atas laut.

Madura masih merupakan wilayah Provinsi Jawa Timur. Di dekat rest area teras toko tim berhenti dan beristirahat, sengaja tidak memilih masjid atau mushala, juga tidak mendirikan tenda.

Setelah pagi segera melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Semarang, yang dituju pertama adalah Kota Surabaya, dan melewati jembatan tol Suramadu. Bila saat berangkat melewati tol Suramadu di malam hari, maka kembalinya melewati jembatan tol Suramadu di pagi hari.

Di tempat ini sudah minim dokumentasi mengikat baterei yang menipis.

Surabaya – (Gresik) – (Lamongan) – Tuban

Pukul 06.00 WIB sudah meninggalkan Pulau Madura menuju Surabaya melalui Jembatan Tol Suramadu, karena jalan ini satu-satunya penghubung antara Pulau Madura dan Pulau Jawa melalui jalan darat.

Dari Surabaya ke arah Lamongan melewati Kabupaten Gresik. Sesampai di Gresik, waktu telah menunjukkan pukul 07.30 WIB, mencari warung makan untuk sarapan pagi.

01_Gresik_Jatim_2 (3)
Tugu Selamat Datang Kabupaten Gresik Jawa Timur

Setelah melalui Kabupaten Gresik, perjalanan langsung mengarah ke Lamongan. Sesampai di Lamongan, sempat mengunjungi Wisata Bahari Lamongan, dan lagi-lagi tidak masuk membeli tiket.

Hanya sempat memotret depan wahana yang terkenal dengan nama WBL tersebut.

Wisata-Bahari-Lamongan-istimewa
Wisata Bahari Lamongan (Istimewa)

Selepas Lamongan, pemotor segera bergegas melanjutkan perjalanan ke Tuban, sampai di sini pemotor benar-benar harus menghemat baterei handphone, karena memang tidak berhenti lama di area yang dapat digunakan untuk mengisi daya baterei.

Tuban – Rembang – Pati

Waktu yang di gunakan untuk perjalanan dari Tuban, melewati Rembang dan Pati adalah sekitar 3 jam 10 menit.

tuban-tugu-bumi-wali
Tugu Tuban (Bumi Wali) – istimewa

Tim sempat beristirahat di Pati sejenak, kali ini pom bensin yang menjadi tempat untuk beristirahat.

Ya pos yang digunakan untuk mengatur laju kendaraan bermotor yaitu tetap pom bensin, bukan yang lain.

Pati – Kudus – Demak – Semarang

Pati ke Semarang berjarak lebih kurang 90 KM ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam, kota yang dilewati yaitu Kudus dan Demak.

Setelah beristirahat di Pati sejenak, kali ini SPBU terakhir yang ditetapkan adalah di SPBU Pertamina Demak yang sekaligus merupakan salah satu tempat untuk beristirahat dan bersantai mengatur akan lewat Kaligawe atau lewat Banget Ayu.

Untuk menghindari banjir rob di sekitar jalan tol Kaligawe akhirnya disepakati belok kiri dengan melewati Banget Ayu.

Selama perjalanan mulai dari Pati hingga Semarang, tidak mengambil gambar satupun, karena batrey handphone sudah sangat minim.

Selesai

Akhirnya sampai juga di Semarang kembali, dan sebelum masuk wilayah Candisari mampir warung makan Mie Ayam.

Sekilas perjalanan Tour Bermotor Jawa Timur, dari Kota Semarang dilaluinya dengan suka cita.

Catatan Khusus

Alhamdulillah selama perjalanan aman dan lancar, sekali mengganti oli mesin, bahan bakar (pertamax) selalu terjaga meskipun tidak penuh terus, kondisi motor-motor batuk-batuk ketika di Bromo (mungkin kedinginan) tapi sembuh sendiri.

Ban motor menggunakan ban tubles (asli) sehingga tidak takut tiba-tiba ban kempes karena bocor, sekali kontrol angin pada ban.

Tidak mengadakan perjalanan tengah malam, pukul 22.00 harus sudah berhenti pada posisi siap istirahat, mencari tempat yang aman dan nyaman.

Tempat untuk mengerjakan shalat adalah SPBU terdekat.

Sekian semoga bermanfaat. (Kissparry-WN)

Iklan

2 tanggapan untuk “Tour Bermotor Jawa Timur: Pacitan, Gunung Bromo, dan Suromadu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s