Sahabat Kissparry, kali ini kami ingin berbagi pengalaman ketika akan melakukan penerbangan berbiaya murah tanpa bagasi, apa bisa ya!

Baru pertama ini kami sekeluarga Kissparry Semarang melakukan penerbangan berbiaya murah tanpa bagasi alias nol kg bagasi, itu berarti hanya mengandalkan bawaan jinjing bagasi kabin pesawat dengan tas ransel, karena kami berempat maka terpaksa masing-masing membawa tas sendiri.

Saat penerbangan ke Batam (BTH – Hang Nadim) yang akan dilakukan besok siang (19/12) kami berempat menggunakan penerbangan tanpa bagasi.

Acara dalam rangka silaturahmi keluarga yang dilaksanakan tiap tiga tahun sekali, kali ini bertempat di Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Suasana di dalam pesawat sebelum tinggal landas dari Malaysia ke Indonesia (Solo) – Air Asia dengan bagasi

Untuk itu, mulailah saya berkomunikasi dengan kerabat yang sering menggunakan jasa penerbangan, baik dengan bagasi ataupun tanpa bagasi. Biasanya penerbangan seperti ini dilakukan ketika tugas dinas kantor pergi ke luar kota, bukan yang dibiayai kantor tetapi yang dengan biaya sendiri.

Saya dahulu juga sering melakukan perjalanan dengan penerbangan dalam rangka tugas atau kegiatan kantor, kemana saja itu, yaitu Jakarta (paling sering), Bandung, Padang, Palembang, Surabaya, Denpasar – Bali (sering), Lombok, Medan, Batam, Pontianak, dan Balikpapan.

Kok bisa, tugas kantor dibiayai sendiri, bisa saja, tugas kantor sambil rekreasi maka keluarga diajak bersama. Dengan demikian selain yang dibiayai kantor berarti dengan biaya sendiri. Beberapa kali, dahulu, juga sering seperti itu, ibaratnya peribahasa ‘sambil menyelam minum air’.

Mengantar keponakan di New Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Palembang

Kali ini merupakan penerbangan kami berempat dari Semarang (SRG – New Bandara Internasional Ahmad Yani) ke Batam (BTH – Hang Nadim) dan tentu nanti sebaliknya, untuk berangkatnya tanpa bagasi dan perjalanan kembali nanti menggunakan bagasi, dengan penerbangan LION AIR, karena satu-satunya penerbangan langsung dari Semarang – Batam PP.

Cara menyiasatinya bagaimana, sebenarnya ini bermula dari percakapan dengan salah satu adik di Palembang yang akan sama-sama ke Batam nanti, ia berpesan bandeng presto untuk dibawa ke Palembang nanti jika mereka sudah kembali ke Palembang. Saat itu, saya berkata, penerbangan yang saya gunakan penerbangan tanpa bagasi, Lion Air, jadi kalau pesan jangan banyak-banyak.

Jadi karena adik saya itu sering pergi dinas dengan pesawat sehingga mereka memberi tips, cara melakukan perjalanan tanpa bagasi.

  1. Masing-masing membawa barang bawaan sendiri, dalam tas ransel yang ringan, jika melakukan perjalanan berombongan.
  2. Jangan membawa tas rajutan, karena tas ini berat, “padahal khan kami tukang rajut, jualan tas rajut, maunya promosi,… ya sudah berarti tidak membawa”.
  3. Celana jeans jangan masuk tas, bila memungkinkan dikenakan saat bepergian.
  4. Kemeja lebih ringan dari kaos berkrah, jika bawa kaos yang ringan saja.
  5. Membawa oleh-oleh yang bisa dijinjing
  6. Jangan membawa air minum dalam kemasan dari luar bandara masuk dalam tas, bila menginginkan di tenteng saja, atau membeli dalam bandara (tetapi harganya beda dengan diluar).
  7. Tidak perlu membawa pakaian yang berlebihan, terlebih mungkin dapat dicuci ditempat.
  8. Bila memerlukan sandal jepit, bisa beli ditempat tujuan dan ketika kembali cukup ditinggal tidak usah dibawa serta.
  9. Untuk menjalankan sholat, pakai celana panjang, sedangkan untuk perempuan bisa dengan hijab yang longgar dan berkaos tangan berkaos kaki, sehingga mukena tidak perlu dibawa serta, apalagi sajadah atau alas sholat.

Perjalanan berangkat benar-benar memperhitungkan barang bawaan, meskipun demikian akibat kelebihan beban nanti bila terjadi harus siap-siap membayar bagasi.

Kawasan Wisata Candi Borobudur Magelang Jateng (Rajut, Topeng, Caping) Weanind

Mengapa Memilih Penerbangan Tanpa Bagasi

Alasannya sederhana, ingin lebih irit dalam hal biaya, tetapi sebenarnya jika sekiranya akan ada bawaan yang masuk bagasi maka jangan semua orang dalam rombongan itu dengan status tanpa bagasi, harus ada diantara mereka berbagasi, agar jika ada kelebihan bawaan tidak ribet urusan administrasi saat check in, diantaranya urusan tambahan pembayaran, dan jika sudah terlanjur, maka kedatangan di bandara harus lebih awal.

Oleh sebab itu, nanti saat kembali ke Semarang salah satu diantara kami ada yang berbagasi.

Mengapa? Karena sudah diniatkan untuk bepergian sehingga segala sesuatunya harus sudah dipersiapkan termasuk efek biaya yang muncul.

Penerbangan ke Batam dari Semarang akan kami lakukan besok Kamis 19 Desember 2019 (11.40 dari Semarang langsung ke Batam tanpa transit).

Sekian dulu, semoga bermanfaat

Salam

oleh Eswede Weanind
editor Kissparry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.