Hikmah

Luar Biasa, Ibu ini Menangkap Anaknya yang Jatuh dari Tangga

Kejadian ini berlangsung sangat singkat dipagi ini (30/7) sekitar pukul 05.00 di rumah tinggal kami (Kissparry Semarang).

Tiba-tiba ada jeritan dari atas ‘tibo….. (jatuh)… ‘ ibu saya yang berada di lantai 2 dan dari bawah istri saya langsung dengan cepat lari menangkap anak saya yang jatuh dari tangga ‘aa.aa.aa. innalillahi wainna ilaihi rojiun…. Taufik tibo…. a.a.a.a.a..a….. Taufik….. ‘ istri saya berteriak sambil berusaha menangkapnya, dan ternyata dia bisa menangkap Taufik yang jatuh dari tangga di pagi buta ini.

Saya-pun langsung lari kearah sumber suara jeritan, dan mendapati istri saya sedang mendekap anak saya (Taufik), dan berkata kepada saya “Taufik tibo, untung aku bisa nangkep, nek ora sirahe kejedug neng tembok kene, tibone ngguling njlungup” (Taufik jatuh, beruntung sekali saya bisa menangkapnya, kalau tidak pasti kepalanya sudah terbentur dinding tangga, jatuhnya bergulung-gulung tengkurap).

“Wis kene ndang lungguh dhisik, sing tenang…., ndang ngombe putih kono, sesok maneh ngati-ati, ojo mbok biasakke lompat soko tangga, mengko isi kegowo-gowo, koyo ngene iki, dadi mlaku neng tangga ora ngati-ati” ujar saya kepada Taufik.

“Apa maneh nembe tangi turu, dadi apike leren-leren sedhelo nembe neruske aktifitas tangi turu, aku nek mlaku munggah-mudhun tangga ya… ngati-ati…” saya sekadar memberi arahan dan contoh.

Wis ndang shalat terus adus (mandi) mengko tak olesi lidah buaya, dan kebetulan kami siap sedia lidah buaya.

Untung wae, mau nek ora iso ketangkep, mungkin kudu diplayokne neng rumah sakit kowe, sesok meneh ngati-ati, saya masih memberikan nasehat untuk anak saya.

Kejadian ini terjadi karena kamar mandi bawah (lantai 1) dipakai untuk mandi, sehingga Taufik yang baru bangun tidur itu langsung bergegas ke kamar mandi diatas (lantai 2), dan sekaligus mengambil air wudhu untuk menjalankan shalat Subuh.

Keanehan dan Hikmah

Keanehan yang bisa dikategorikan luar biasa yaitu istri saya mendekat ke tangga (tempat kejadian), begitu ada jeritan jatuh langsung dia langsung refleks (insting) lari dan lompat menolong anaknya yang sedang jatuh dari tangga.

Jadi seperti ada yang membimbing, atau mata batinnya semacam dapat arahan, segera pergi ke tangga, karena biasanya sehabis shalat istri saya itu langsung pegang Alquran dan membaca, atau kebiasaan ia berdoa di pagi hari sesuai sebuah tuntunan/anjuran.

Kejadian ini hampir seperti saat saya tiba-tiba harus berhenti ketika mengendarai motor saat berboncengan dengan istri saya, saat itu istri saya tanya ‘kenapa berhenti, ada apa’ sayapun menjawab ‘aku ingin berhenti saja, nggak ada apa-apa” dan ternyata ada kejadian terjadi kecelakaan tabrakan antar bus sekitar 20 meter dari saya berhenti.

Hikmah dari kejadian ini yaitu biasakan melakukan tindakan yang standar (sesuai standar), naik turun tangga tidak terburu-buru dan memerhatikan tangga yang akan dilalui. Fokus perhatian tangga tidak terlalu berlebihan tetapi memperhatikan.

Salam semoga dapat hikmah dari kejadian tersebut.

oleh Eswede Weanind
editor Kissparry

Kategori:Hikmah

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.