Inilah Tarif Dasar Listrik (TDL) dari PLN Tahun 2022 | Contoh Perhitungan Tagihan Listrik Bulanan

Sahabat Kissparry, kadang kita harus tahu, berapa sih Tarif Dasar Listrik (TDL) dari aliran listrik PLN yang kita pakai sehari-hari dalam sebulan. Tagihan listrik dilakukan bulanan.

Gunanya apa kita mengetahui TDL itu? Setidaknya untuk hitung-hitung beban listrik bulanan, sebagai upaya memperkecil tagihan listrik kita.

Kuncinya kita harus bisa dan biasa menggunakan peralatan elektronik atau peralatan yang membutuhkan aliran listrik dengan asupan daya yang ringan, contohnya pemakaian lampu LED dan sebagainya.

Menggantinya secara bertahap jika barang lama sudah tidak berfungsi, kemudian ganti dengan barang baru yang lebih hemat listrik, sehingga tidak serta merta diganti semuanya.

Baca juga : Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Inilah 5 Golongan yang Tarif Listriknya Naik

Tiang Listrik orang Jawa bilang pal listrik (didepan samping kiri rumah)

Pemerintah telah resmi menaikkan tarif dasar listrik (TDL) bagi golongan tertentu mulai Jumat (1/7/2022), seperti dikutip dari suara.com. Penyesuaian tarif dilakukan untuk mewujudkan tarif dasar listrik yang berkeadilan. Berikut besaran tarif listrik yang naik per bulan Juli 2022.

Kenaikan TDL tidak menyeluruh melainkan hanya untuk golongan tertentu. Sementara itu untuk golongan lain yang berhak, tetap diberikan kompensasi. Yuk langsung saja simak besaran tarif lisrik yang naik sejak 1 Juli 2022.

Seperti tercantum di halaman resmi PLN, berikut update tarif listrik per 1 Juli 2022:

Rumah Tangga (R)

  • Golongan R-1/TR daya 900 VA, Rp 1.352 per kWh.
  • Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  • Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  • Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.699,53 per kWh.
  • Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.699,53 per kWh.

Bisnis Besar (B)

  • Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh.
  • Golongan B-3/ Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh.

Industri Besar (I)

  • Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh.
  • Golongan I-4/ Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas, Rp 996,74 per kWh.

Pemerintah (P)

  • Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.699,53 per kWh.
  • Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.522,88 per kWh.
  • Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.699,53 per kWh.

Layanan Khusus (L)

  • Golongan L/ TR, TM, TT, Rp 1.644,52 per kWh.
Iklan : Hubungi Ibu Indarsih, WA 081390333721

Aturan kenaikan tarif listrik tersebut juga tertuang dalam Surat Menteri ESDM No. T-162/TL.04/MEM.L/2022 tanggal 2 Juni 2022 tentang Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (Periode Juli – September 2022).

Sementara itu pelanggan rumah tangga yang merasa keberatan dengan penyesuaian tarif listrik dapat mengajukan penurunan daya pada PLN.

Walau begitu, penurunan daya harus menyesuaikan dengan konsumsi listrik harian agar tak ada kendala teknis seperti sekring rumah yang sering turun.

Pelanggan yang ingin melakukan turun daya harus mengajukan permohonan terlebih dahulu. Permohonan tersebut harus diajukan ke kantor PLN terdekat dan tidak bisa melalui aplikasi PLN Mobile karena turun daya hanya bisa dilakukan oleh petugas PLN.

Sebelum melakukan permohonan penurunan daya listrik, pelanggan harus menyelesaikan seluruh tagihan listrik atau kewajiban lain terlebih dulu. Serupa dengan penambahan daya, pelanggan yang ingin menurunkan daya pun kemungkinan harus mengeluarkan biaya.

Baca juga : Tips agar Murah Bayar Rekening Listrik untuk Rumah Tangga Pelanggan PLN

Demikian informasi mengenai besaran tarif listrik yang naik bulan Juli 2022.

Contoh Hitungan Tagihan Listrik

Berikut ini contoh menghitung besar biaya langganan listrik PLN bulanan.

Sebuah rumah tangga menggunakan listrik PLN daya R1M (o..iya.. ada R1 dan R1M, itu artinya R1M=R1 Mampu), TDL-nya sama antara R1 dan R1M, bedanya R1 jika ada subsidi dari pemerintah akan memperoleh subsidi tersebut.

Angka meter akhir 64705  
Angka meter awal 64527
jadi selisihnya 178 = pemakaian KWh listrik bulan berjalan

TDL 900VA = Rp 1.352,-

Maka kita akan dikenai tagihan listrik sebesar Rp 1.352 x 178 = Rp 240.656,-

Ingat, setiap pelanggan PLN akan dikenai biaya beban dan biaya penerangan sekitar 8% (biaya penerangan jalan ditiap wilayah mungkin berbeda).

Jadi biaya beban bulan berjalan 240656 x 8% = Rp 19.252,48  

Sehingga tagihan listrik bulan berjalan yaitu Rp 240.656 + Rp 19252,48 = Rp 259.908,5 dibulatkan menjadi Rp 259.908,-

Kapan Batas Pembayaran Listrik Bulanan?

Pelanggan PLN diberi kesempatan melunasi tagihan listrik bulanan hingga tanggal 20 bulan berjalan, artinya rekening bulan ini berarti jasa listrik yang kita pakai bulan yang lalu.

Apakah masih diperbolehkan membayar lebih dari tanggal 20 pada bulan berjalan? Jawabnya boleh, tetapi nanti akan dikenai biaya denda keterlambatan sebesar Rp 3.000,- untuk R1/900, sebesar Rp 5.000,- untuk R1/1300, dan seterusnya sesuai tarif PLN. Tarif ini bisa berubah sesuai kebijakan dari PT PLN Persero.

Salam

Kissparry

Satu respons untuk “Inilah Tarif Dasar Listrik (TDL) dari PLN Tahun 2022 | Contoh Perhitungan Tagihan Listrik Bulanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.