Genting Highlands Malaysia, Suasana di Malam Hari

Suasana di Genting Highlands (Dataran Tinggi Genting) Malaysia, tepatnya berada di puncak gunung pegunungan Titiwangsa sangat elok nan indah, terutama di malam hari. Gebyar-gebyar lampu, aneka warna warni menghiasi di setiap sudut. Dataran tinggi ini sudah sangat terkenal di Malaysia, bahkan hingga mancanegara.

Ketika Kissparry Wea berada di sini bersama rombongan (teman-teman) berarti kami juga termasuk turis asing karena orang Indonesia dan bukan warga negara Malaysia, dan di sini benar-benar menikmati suasana yang menyenangkan, surga dunia.

Terlebih untuk malam hari di sini, baru pertama kali. Belum tentu suasana seperti ini akan terulang kembali di kemudian hari.

Mengunjungi kawasan Genting Highlands sudah 2 kali, yang pertama menggunakan Gondola dan tidak menginap di Genting, berarti siang hari di tempat ini. Kedua kalinya dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpul (KLIA) menuju Genting Highlands, berarti perjalanan darat mengitari jalan pegunungan yang berliku, dan menginap di Resort World Genting.

Perjalanan udara kali ini melalui Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Prov. Riau menuju Kuala Lumpur International Airport (KLIA) perjalanan siang menuju di KLIA dengan waktu tempuh sekitar 50 menit

Satu jam sebelum keberangkatan harus sudah siap di ruang tunggu karena proses administrasinya penerbangan internasional memang berbeda dengan penerbangan domestik, sehingga jadwal makan siang sedikit tertunda. Dengan demikian untuk penerbangan pukul 13.10 WIB sekitar pukul 11.00 sudah siap di bandara, itulah yang menyebabkan makan siang tertunda.

Tiba di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KUL)

Pesawat mendarat lebih kurang pukul 15.00 waktu setempat, dengan perbedaan waktu 1 jam lebih cepat. Proses pengambilan bagasi dan pencatatan kehadiran warga asing di bandara rampung. Kami sudah ditunggu Bas Persiaran (kalau di Indonesia Bus Pariwisata) untuk diangkut ke komplek parlemen untuk makan siang yang terlambat.

 

bas-persiaran-13891
Bas Persiaran di Malaysia

Lebih kurang 30 menit perjalanan sudah sampai di Masjid Putra di Putrajaya Malaysia, disekitar ini kami makan siang, di rumah makan seafood yang terkenal.

Lalu lintas di Malaysia tidak sepadat di Indonesia, di Malaysia jarak lebih kurang 50 km bisa ditempuh lebih kurang dari 30 menit.

Masjid-putra-malaysia
Masjid Putra di Putrajaya (masjid terapung)

Di komplek tempat ini hampir 1 jam, untuk makan dan pengambilan gambar secukupnya, sekalian melaksanakan shalat.

Menara Kembar Petronas (Petronas Twin Tower)

Setelah makan siang melanjutkan perjalanan ke Menara Kembar Petronas, anjungan wisata yang wajib dikunjungi saat di Malaysia. Perjalanan ke arah kota ini ternyata lebih lambat dan sedikit macet, sehingga membutuhkan sekitar 50 menit perjalanan.

Tempat pertama yang dituju adalah lokasi pengambilan gambar untuk penampakan Menara Kembar dari kejauhan.

Menara-kembar-petronas-malaysia-2011
Menara Kembar Petronas Malaysia

Di lokasi pengambilan foto menara ini berlangsung sekitar 25 menit, kemudian menuju komplek Menara Kembar. Waktu yang disediakan ditempat ini sekitar 1 jam saja, karena setelah ini belanja di Sungei Wang Plaza.

Menara Petronas atau Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia adalah sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998 – 2004, sebelum dilampaui oleh Burj Khalifa dan Taipei 101.

Jumlah lantai dari Menara Petronas yaitu ada 88 lantai +5 lantai di bawah tanah. Di dalamnya ada Mall, hotel, apartemen, dan lain-lain.

Plaza Sungei Wang, Pusat Perbelanjaan

Untuk belanja di Malaysia, Sungei Wang sangat terkenal dan selalu ramai pengunjung. Berbelanja ditempat ini juga terkenal murah. Aneka souvenir khas Malaysia mudah didapatkan di tempat ini.

sungei-wang-2247_b-1350037029
Sungei Wang Plaza (foto thesmartlocal)

Waktu yang diberikan di Sungei Wang Plaza hanya sekitar 1 jam 30 menit, namun biasa sedikit molor hingga tambah sekitar 40 menit. Berbelanja itu membutuhkan waktu lebih, meskipun diberi waktu 3 jam juga bisa masih kurang.

Belanja di Sungei Wang ada tempat-tempat yang harus tawar menawar harga, ketika tidak ada tulisan harga pas, ya.. seperti di pasar tradisional kita harus pandai-pandai menawar harga untuk mendapatkan harga terbaik.

Anda harus siap-siap dengan uang Ringgit Malaysia (RM), dan jika RM habis ditempat ini banyak penukaran uang IDR ke RM. Meskipun ada beberapa outlet yang menerima uang Rupiah kita, namun Rupiah kita akan diberi harga lebih murah. Sebaiknya persiapkan uang RM sedari Indonesia.

Perjalanan ke Genting Highlands (Resort World)

Ke Genting Highlands sebenarnya hanya untuk menginap dan menikmati suasana malam di puncak gunung (dataran tinggi). Berada di kawasan Genting Highlands boleh dikatakan berada di suatu kawasan yang tidak pernah tidur, maksudnya dalam waktu 24 jam sehari 7 hari seminggu selalu saja ada aktivitas di tempat ini. Bahkan ada suatu tempat bila semakin larut semakin ramai dan asyik.

Menara-kembar-petronas-twin-tower-malaysia-malam
Suasana malam hari melewati Menara Kembar Petronas Malaysia

Sekitar pukul 19.45 waktu setempat sudah melewati Menara Kembar Petronas, dan sempat mengambil gambarnya.

Kami makan malam di restoran sebelum menaiki puncak Genting, di restoran tersebut kira-kira 1 jam, kemudian melanjutkan perjalanan ke Genting Highlands langsung ke Resort World Genting untuk check in hotel.

genting-highlands-malaysia-2011
Resort World Genting Highlands Malaysia

Pukul 22.03 waktu setempat sudah menuju kamar untuk beristirahat, sebagian teman kami ada yang langsung jalan-jalan. Saya juga jalan-jalan tetapi tidak jauh-jauh, sekedar ingin tahu gemerlapan di Resort World Genting Highlands, memang elok nan indah dengan lampu gemerlapan.

Resort yang berada di puncak bukit, suasana di luar cukup dingin, dan bisa menyaksikan lampu gemerlapan dibawah dari atas bukit, dan karena sudah malam segera bergegas untuk beristirahat.

Resort-world-genting-malaysia
Suasana pagi fajar di Resort World Genting Highlands masih sepi.

Namanya di tempat baru, pasti rasa ingin tahu ada, pukul 03.45 WIB atau pukul 04.45 waktu setempat, saya jalan-jalan sendiri mengelilingi lokasi (sayang gambar).

Namun yang perlu kita ingat bahwa aneka macam yang tersedia di sini, adalah hiasan dunia dan kita harus benar-benar bisa menjaga diri, jangan sampai iman koyak, tetap ingat dan waspada kepada Yang Maha Kuasa. Bisa dikatakan semua ada di sini.

Ingat, di Resort World Genting kita tidak bisa sembarangan ambil foto, ketika akan memfoto harus diperhatikan, apakah tempat ini boleh atau tidak. Ada juga tempat orang-orang formal dan necis, tanpa sepatu bisa jadi Anda dilarang masuk kawasan tersebut.

Gondola

Paling asyik ke Genting Highlands kita naik Gondola dari lembah, dikatakan asyik karena pada situasi tertentu kita akan menerobos kabut tebal dengan jarak pandang yang terbatas. Sedangkan pada saat siang yang cerah, dengan naik gondola akan melewati lereng gunung.

gondola-genting-highlands-98354130_3f552ad75e
Gondola di Genting Highlands Malaysia menerobos kabut
view-from-gondola
View from Gondola – Genting Highlands – saat cerah

Waktu di Resort World Genting hanya semalam saja, diantara teman-teman ada yang sengaja menikmati suasana di kawasan ini sewajarnya, karena diantara mereka sudah ada yang pernah bermalam di sini, namun ada yang lebih dari sekedar menikmati, menenteng kamera untuk mengambil gambar disetiap sudutnya (termasuk Kissparry Wea).

Sarapan pagi di resort ini harus lebih awal karena pagi itu juga harus segera meninggalkan Resort World Genting di Genting Highlands untuk kembali ke tanah air. Ruangan untuk sarapan juga sangat luas, ya.. untuk menampung tamu yang ditempatkan di beberapa gedung.

Bandara Malaysia menuju Indonesia (Solo – SOC)

Pukul 10.05 waktu setempat atau pukul 09.05 WIB, kami sudah tiba di bandara (Malaysia) untuk meninggalkan hiruk pikuknya Resort World Genting dan Malaysia untuk kembali ke tanah air (Indonesia) melalui Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo (Boyolali) Solo.

Bandar-Udara-Malaysia
Berada di Bandar Udara Malaysia persiapan menuju Solo Indonesia.
Kissparry Wea bergaya dengan Kang Agung Yulianto

Operator pesawat yang mengangkut kami ke Solo adalah Air Asia Malaysia. Suasana riang masih mewarnai perjalanan, pesawat belum berangkat.

suasana-dalam-pesawat-air-asia-menuju-solo-dari-malaysia
Suasana di dalam pesawat sebelum tinggal landas dari Malaysia ke Indonesia (Solo)
dari kanan tampak kiri: Suminar, Muh Khafid, Suwardi

Tiba Kembali di Solo Indonesia

Kissparry Wea dan rombongan telah tiba kembali di Indonesia memalui Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo (Boyolali), sekitar pukul 12.30, dengan membawa berjuta kenangan.

mendarat-di-solo-dari-malaysia
Telah tiba berada Bandar Udara Adi Soemarmo Solo (Boyolali)
Foto Dr Eko Handoyo, yang putri tidak tahu namanya

Perjalanan sehari (dua hari) dan semalam di Malaysia, Resort World Genting, dengan mengunjungi pula Petronas Twin Tower dan Komplek Pemerintahan Malaysia, telah berakhir.

Sekian

Kissparry Wea
Editor Kissparry WN

Baca Juga: 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s