Hikmah

Sabar (Tanpa) Berbatas, Hilangkan Sampah Dihati

Sabar, teman saya bilang sabar seutuhnya atau sabar setulus-tulusnya sabar yang tanpa batas.

Sementara ada orang bilang sabar itu berbatas atau ada batasnya, tetapi bagaimana jika sabar itu dilakukan tanpa batas atau sabar setulus-tulusnya.

Dibawah ini artikel renungan kali ini, selamat menikmati.

HILANGKAN SAMPAH DI HATIMU

🔹Seorang laki-laki yg berbeda paham dengan seorang Guru Sufi mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru.

🔸Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apa pun.

Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yg melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya :
“Mengapa Sang Guru diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut.”

🔸Beberapa saat kemudian, maka Sang Guru bertanya kepada si murid :
“Jika seseorang memberimu sesuatu, tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapa kah pemberian itu ?”

“Tentu saja menjadi milik si pemberi”, jawab si murid.

“Begitu pula dengan kata-kata kasar itu”, tukas Sang Guru.

“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya.

Dia harus menyimpannya sendiri.
Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat, karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup”.

🔸Kemudian, lanjut Sang Guru :
” Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.

Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu, biarkan saja, karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka.

🔸Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.”

“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya (sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lainnya), maka jadilah kita orang yg BIJAK”

🔸Sang Guru melanjutkan nasehatnya :
“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”

“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”

“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”

“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”

“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”

“Jika engkau tak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”

Alhamdulillah Hari Jum’at hadir kembali mari membaca surst Al-Kahfi, memperbanyak doa, istighfar, sholawat dan sodaqoh.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami)… Aamiin…

Semangat Pagi, Jumat Mubarak.

Kiriman kontributor : Suwarno Al Iman
Diunggah : Eswede Weanind

Kategori:Hikmah, mutiara

Tagged as: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.