Lawang Sewu kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Pintu Seribu adalah obyek wisata yang buka sampai malam hari dari pagi hari di Kota Semarang.

Obyek wisata yang satu ini dahulu dikenal angker tetapi dengan semakin banyaknya pengunjung yang berdatangan ke tempat ini, menjadikan tempat ini seperti biasa-biasa saja, entah bila berkunjung pada malam hari. Sepertinya oleh pengelola, tempat yang dikenal agak angker sementara tidak boleh dikunjungi umum dan hanya boleh orang-orang tertentu saja. Ini hanya sekilas pandangan Kissparry Wea, mengapa?

Lawang Sewu (dari samping kanan) wisata sejarah dan budaya di Kota Semarang

Ketika kami berkunjung ke tempat ini, ada tempat yang tidak dibuka untuk umum, mungkin disinilah tempat-tempat yang dianggap wingit atau mungkin tempat yang paling dilindungi. Maklumlah bangunan lama peninggalan zaman Belanda. Oke…. saya tidak akan membahas sisi dunia lain di Lawang Sewu, tetapi sisi wisata sejarahnya saja.

Lokasi dan Arah Perjalanan

Lawang Sewu berada didekat Tugu Muda, ibaratnya ketika di Lawang Sewu berarti berada di Tugu Muda, jadi sangat gampang sekali untuk sampai di tempat obyek wisata ini, terlebih tempat ini buka sampai malam hari, menjadikan pengunjung bisa datang ketika suasana sudah tidak terik.

Hanya sayangnya ikon Kota Semarang, Tugu Muda itu berada dikeramaian kendaraan yang lalu lalang karena dipersimpangan jalan atau dibundaran jalan, yaitu Jl Dr Sutomo (dari arah selatan – Solo), Jl Mgr Sugiyo Pranoto (dari arah barat – Kendal – Bandung – Jakarta – Bandara Internasional Ahmad Yani), Jl Pandanaran (dari arah timur – Simpang Lima Semarang – Grobogan Purwodadi – Blora), Jl Pemuda – Jl Imam Bonjol (dari dan ke arah utara – Pelabuhan – Demak – Kudus – Surabaya).

Tugu Muda Semarang diambil dari depan Lawang Sewu, tampak gendung Museum Mandala Bhakti (29/4/2019)

Sehingga akses ke kawasan Tugu Muda agak kesulitan, mestinya Pemkot membuatkan jalan atas untuk meyeberang atau jalan bawah tanah. Tetapi kalau dibuatkan jalan penyeberang sepertinya pandangan terganggu, atau setidaknya ada lampu khusus pengatur orang jalan. Jadi, sementara ini bagi yang ingin ke Tugu Muda dari Lawang Sewu mesti hati-hati.

Saya sendiri mengambil Tugu Muda dari depan Lawang Sewu sudah cukup bagus, sebab kalau akan menyeberang diwaktu-waktu tertentu agak kesulitan.

Parkir dan Tiket Masuk

Saat ini untuk parkir di Lawang Sewu atau Tugu Muda tidak menyediakan lahan parkir, biasanya parkir yang berjajar didepan Lawang Sewu tidak diperbolehkan karena mengganggu arus lalu lintas dan bikin macet. Sehingga untuk tempat parkir disarankan ke DP Mall (Carefour) untuk kendaraan kecil, sedangkan untuk yang kendaraan besar bisa parkir di Museum Mandala Bhakti yang letaknya disekitar Tugu Muda juga.

Museum Mandala Bhakti menjadi pilihan paling tepat, karena di tempat ini juga merupakan obyek wisata sejarah (museum), sehingga parkir disini kemudian jalan kaki menuju Tugu Muda atau langsung ke Lawang Sewu, bisa juga mampir dulu ke museum perjuangan ini.

Lawang Sewu dari sisi selatan setelah loket masuk, pintu masuk tampak dipandangan kanan anda pada gambar ini (29/4)

Untuk menuju Museum Mandala Bhakti, bila anda terlanjur masuk ke area depan Lawang Sewu, maju memutar ambil jalan kiri karena museum berada didepan Lawang Sewu, sebelahnya Pasar Bulu.

Sedangkan Anda yang dari arah Jl Pemuda langsung parkir saja di DP Mall, atau kalau roda dua bisa parkir disisi gedung ada parkir swasta (maksudnya tidak parkir resmi – tarif juga bervariasi – biasanya anak muda akan ditarik parkir lebih mahal daripada orang tua – ya… karena kemarin saat berkunjung saya ditarik Rp 3.000,- sedang si Jr ditarik Rp 5.000,-, yang jelas saya tidak tahu kalau tidak tersedia tempat parkir akan ke DP Mall jalan masuk diperbaiki, tidak bisa lewat).

Tarif masuk lokasi atau tiket masuk untuk Dewasa Rp 10.000,- sedangkan untuk anak-anak dan pelajar Rp 5.000,- perorang. Membayar sebesar itu tidak dibatasi waktu kunjungan.

Fasilitas dan Jam Kunjungan

Fasilitas untuk pengujung Lawang Sewu, seperti halnya obyek wisata lainnya tentu ada standarisasi. Toilet dibeberapa tempat, tersedia pula mushola, dan bagi yang berkunjung agak lama disini juga tersedia kantin.

Namun pedagang asongan dilarang masuk dikawasan lawang sewu, sehingga kalau Anda ingin beli, bisa membeli sebelum masuk kawasan Lawang Sewu, tetapi tetap menjaga agar sampah tidak dibuang sembarangan.

Sampah yang dibawa harus disimpan ditempat yang ditentukan, jangan dibuang, sehingga ditempat ini terlihat asri dan indah, karena tidak banyak sampah berserakan, meskipun tidak ada larangan membawa makanan dari luar.

Lawang Sewu Kota Semarang, bangunan peninggalan zaman Belanda (29/4/2019)

Waktu kunjungan Anda tidak dibatasi selama obyek wisata ini buka. Lawang Sewu dibuka mulai pukul 08.00 dan tutup pukul 21.00. Disini harus benar-benar menikmati wisata sejarah dan budaya, maka akan merasakan sensasi tersendiri.

Tour Guide Area

Khusus untuk obyek wisata ini terdapat kelompok penyedia jasa informan atau tour guide atau pemandu wisata, dengan tarifnya cukup ringan.

Dengan pemandu wisata lokal khusus, kita tahu Lawang Sewu lebih detil lagi, dikarenakan obyek area ini disamping bangunan kuno yang menjadi ikon wisatanya juga banyak disuguhkan gambar-gambar, patung, peralatan lawas kereta api, karena Lawang Sewu semula memang milik Perumka (perusahaan kereta api).

Silakan membaca artikel lain tentang Lawang Sewu disini

oleh Kissparry
editor Eswedewea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.