Kisah Calon Pengganti CEO melalui Seleksi Menanam Biji Tumbuhan

Kisah seorang yang ikut seleksi dalam kepemimpinan sebuah perusahaan swasta ini di dapat dari media sosial, tujuan dari Kissparry tayangkan untuk pembelajaran saja.

Mungkin ada yang telah membaca kisah ini yang dapat menginspirasi dalam realita sehari hari. Namun demikian apakah benar kisah ini, sementara kita abaikan dahulu benar atau tidaknya kisah ini dan mari kita mengambil hikmah dari kisah tersebut.

Baca Juga : Cara Melepas Kepiting Yuyu yang Mecapit Kemaluan, Kisah Nyata

Inilah kisah tersebut seperti Kissparry sadur dari media sosial grup guru guru. Begini kisahnya.


CALON PENGGANTI CEO

Seorang CEO bermaksud untuk pensiun, dan ingin menyerahkan jabatannya tersebut kepada salah seorang karyawan terbaiknya.

Untuk itu ia memanggil Seluruh karyawannya, memberikan masing-masing sebutir BENIH di tangannya dan berkata :

“Rawat, Pupuk, Siram dengan teratur benih ini dan kembalilah 3 (tiga) bulan dari sekarang dengan membawa tanaman yang tumbuh dari benih ini”, kata CEO tersebut

“YANG TERBAIK, akan menjadi penggantiku sebagai CEO di Perusahaan ini.”

Salah seorang karyawan, bernama Hisyam yang juga mendapat benih tersebut, langsung pulang ke rumah dan merawat dengan penuh disiplin benih tanaman tersebut. Setiap hari benih itu ia siram dengan air dan diberinya pupuk.

Setelah 3 (tiga) bulan, di kantor mereka, semua orang saling membicarakan kehebatan tanaman mereka yang tumbuh dari benih tersebut.

Ternyata hanya benih tanaman Hisyam yang tanamanya tidak tumbuh sama sekali.

Hisyam merasa telah gagal.
Setelah 3 (tiga) bulan, seluruh eksekutif diperusahaan itu menghadap CEO memperlihatkan hasil benih tersebut.

Hisyam berkata kepada istrinya bahwa ia tidak akan membawa pot yang kosong karena bibitnya busuk dan tidak bisa tumbuh.

Namun istrinya mendorong untuk tetap membawa pot kosong tersebut apa adanya untuk memenuhi janji kepada sang CEO dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan yang lalu.

“Bawa saja mas, meskipun mas gagal untuk bisa menumbuhkan benih tersebut, paling tidak mas Hisyam sudah menunjukan itikad baik sudah berusaha semaksimal mungkin merawatnya sesuai dengan permintaan dan arahan CEO tersebut “, demikian kata istrinya.

“Baiklah”, jawab Hisyam, meskipun dengan hati ciut karena merasa tidak bisa melaksanakan perintah sang CEO dengan sebaik-baiknya.

Masuk ruang meeting, Hisyam membawa pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan.

Ketika CEO masuk ruangan ia memandang keindahan seluruh tanaman yang katanya hasil dari benih-benih yang diberikan CEO 3 (tiga) bulan yang lalu itu, hingga akhirnya berhenti di depan Hisyam yang tertunduk agak malu.

Sang CEO memintanya ke depan, dan Hisyam disuruh menceritakan kronologi proses penanamannya sampai tidak bisa tumbuh…??

Ketika Hisyam selesai cerita, CEO berkata dengan Antusias,
“Beri tepuk tangan utk Hisyam, CEO kita yang baru”

CEO kemudian bercerita :
“Semua benih yang kuberikan kepada kalian, sebelumnya Telah KU REBUS dengan AIR PANAS hingga mati dan tidak mungkin tumbuh lagi. Jika benih kalian dapat tumbuh, berarti kalian telah menukarnya, dan berbohong padaku. Kecuali Hisyam, ternyata hanya dia yang JUJUR”.

MORAL STORY : Taburlah KEJUJURAN, karena dengan menabur kejujuran akan menuai kepercayaan.

Jangan pernah takut berbuat JUJUR.
Tapi takutlah jika anda berbuat TIDAK JUJUR.

🌾🌱

The Real Moral Story!
Yang hebat lagi isterinya Hisyam, hanya perempuan hebatlah yang bisa memberi dorongan semangat suaminya untuk selalu menjaga integritasnya!

Selalu ada tempat buat orang jujur, percayalah…!!😀.
Salam sukses & sehat buat semuanya 🌺🌺


Baca Juga : Kisah Rezeki Kurma Busuk

Baca Juga : TABURAN MAWAR CINTA, CERPEN YANG DIANGKAT KISAH (NYATA)

Ilustrasi, taman diambil gambarnya dari UNNES Semarang lantai 3.

Sekian

by Kissparry @medsos
Editor EswedeWea

Baca Juga :
Kisah (Nyata) Eksodan Aceh dan Berjuta Kenangan Perjalanan dari Tanah Rencong NAD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.